Petani Wadul Dewan, Harga Garam 350 Ribu Per Ton

- Redaksi

Selasa, 2 Juli 2019 - 15:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petani memanen garam, di lahan pegaraman Desa Kertasada, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. (Budi/SJ foto/dok)

Petani memanen garam, di lahan pegaraman Desa Kertasada, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. (Budi/SJ foto/dok)

Sumenep, seputarjatim.com Perwakilan petani garam menggelar audiensi bersama Komisi II DPRD Sumenep, Jawa Timur, Selasa 02/07/2019. Mereka mengadukan tren merosotnya harga garam yang terjadi sebulan terakhir.

Ubed, salah seorang petani garam menuturkan,  harga garam saat ini terus terpuruk pada kisaran Rp 350 ribu per tonnya.  “Jadi produksi garam sudah mulai dan hasilnya cukup menggembirakan. Namun yang kami cemaskan rendahnya serapan dan harga yang tidak mendukung. Harga sekarang adalah yang terendah dalam dua tahun terakhir,” terangnya.

Baca Juga :  Meski Tak Termasuk Tanaman Bersubsidi, Kadis Pertanian Sumenep Minta Petani Tembaku Terus Tingkatkan Kualitas Hasilnya

Akis Jazuli, Anggota Komisi II DPRD Sumenep mengaku akan mengkomunikasikan keluhan petani kepada PT Garam secara langsung.

“PT Garam kan berkantor di Sumenep, harusnya bisa lebih mensejahterakan petani garam Sumenep,” ungkap Akis.

Terpisah, Fathorrahman, Kabag Humas PT Garam Persero, menjelaskan bahwa pada saat ini perusahaan BUMN tersebut masih memiliki stok garam yang berlimpah. Dengan begitu belum perlu dilakukan penyerapan garam rakyat. Rencana penyerapan garam rakyat di Madura masih menunggu waktu, menyesuaikan dengan kondisi gudang kami,” jelasnya saat dihubungi melalui telepon.

Baca Juga :  Madura United-Arema, Derby 'Panas' Jawa Timur

Lebih lanjut menurut Fathorrahman, PT Garam menolak jika dianggap sebagai penyebab turunnya harga garam di pasaran. “Kami kan juga memproduksi garam. Hasilnya akan kami pakai sendiri untuk kebutuhan kami. Jadi sementara PT Garam menerima garam hanya dari hasil produksi sendiri,” pungkasnya. (dik/red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DP 0 Rupiah! BPRS Bhakti Sumekar Permudah Warga Miliki Motor Lewat Pembiayaan Syariah
Tebar Kepedulian di Bulan Ramadan, BPRS Bhakti Sumekar Santuni Puluhan Lansia di Sumenep
Cabe Jamu Masuk Inventarisasi Indikasi Geografis, Pemkab Sumenep Perkuat Perlindungan Produk Lokal
Perluas Akses Investasi Halal, BPRS Bhakti Sumekar Hadirkan Deposito Syariah Mulai Rp1 Juta
Perkuat Inklusi Keuangan Syariah, BPRS Bhakti Sumekar Fokus Literasi, Digital, dan UMKM di 2026
Ramadan Jadi Berkah Ekonomi, Pemkab Sumenep Gelar Bazar Takjil Libatkan Ratusan UMKM
BPRS Bhakti Sumekar Tebar Berkah di Awal Ramadan 1447 H, Ratusan Takjil Dibagikan ke Pengguna Jalan
Jelang Ramadhan 1447 H, BPRS Bhakti Sumekar Minta UMKM Bijak Kelola Modal dan Siapkan THR

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 11:23 WIB

DP 0 Rupiah! BPRS Bhakti Sumekar Permudah Warga Miliki Motor Lewat Pembiayaan Syariah

Senin, 9 Maret 2026 - 18:10 WIB

Tebar Kepedulian di Bulan Ramadan, BPRS Bhakti Sumekar Santuni Puluhan Lansia di Sumenep

Senin, 9 Maret 2026 - 14:55 WIB

Cabe Jamu Masuk Inventarisasi Indikasi Geografis, Pemkab Sumenep Perkuat Perlindungan Produk Lokal

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:38 WIB

Perluas Akses Investasi Halal, BPRS Bhakti Sumekar Hadirkan Deposito Syariah Mulai Rp1 Juta

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:12 WIB

Perkuat Inklusi Keuangan Syariah, BPRS Bhakti Sumekar Fokus Literasi, Digital, dan UMKM di 2026

Berita Terbaru