Ribuan Pekerja Rentan dan Buruh Tani Tembakau di Sumenep Dapat Jaminan BPJS Ketenagakerjaan

- Redaksi

Rabu, 15 Oktober 2025 - 14:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERJEJER: Kepala Disnaker Sumenep, Heru Susanto, (kiri) bersama Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo (tengah) saat menyerahkan BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis kepada salahsatu pekerja (SandiGT - Seputar Jatim) 

BERJEJER: Kepala Disnaker Sumenep, Heru Susanto, (kiri) bersama Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo (tengah) saat menyerahkan BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis kepada salahsatu pekerja (SandiGT - Seputar Jatim) 

SUMENEP, Seputar Jatim – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus memperluas jaring pengaman sosial bagi para pekerja informal.

Kepala Bidang Latihan dan Produktivitas (Latpro) Disnaker Sumenep, Eko Ferryanto, mengumumkan penyaluran jaminan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi 2.274 buruh tani tembakau dan 3.438 pekerja rentan dengan total 5.712 penerima manfaat.

“Kami pastikan bantuan ini tidak diserahkan dalam bentuk uang tunai, melainkan didaftarkan sebagai jaminan ke BPJS Ketenagakerjaan. Uangnya kami setorkan langsung sebagai iuran jaminan,” ujarnya, Rabu (15/10/2025).

Baca Juga :  DKPP Sumenep akan Lakukan Seleksi untuk Ikut Lomba Inovasi Petani Milenial Hortikultura Tingkat Jatim 2025

Langkah ini untuk memberi perlindungan nyata yaitu pelayanan klaim kecelakaan kerja, jaminan kematian, dan manfaat lain sesuai ketentuan BPJS Ketenagakerjaan yang selama ini sulit dijangkau oleh pekerja di sektor informal.

“Hal tersebut mencakup terkait keselamatan ekonomi. Ketika terjadi kecelakaan kerja atau risiko lain, peserta tidak bingung karena ada klaim dan layanan yang bisa diakses. Kami memilih mekanisme setoran iuran ke BPJS agar manfaatnya benar-benar jangka panjang,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Disnaker Sumenep, Heru Susanto menyampaikan, bahwa program ini adalah bagian dari strategi pihaknya untuk memperluas inklusi sosial ketenagakerjaan.

“Selain mendaftarkan, kami juga akan mengadakan sosialisasi hak dan prosedur klaim sehingga penerima tahu cara menggunakan layanan BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.

Baca Juga :  Disdik Sumenep Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Lewat Pendidikan Nonformal

Sementara itu, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan, pemerintah kabupaten mendukung penuh inisiatif ini.

“Melindungi pekerja, khususnya yang berada di sektor agraris dan informal, adalah prioritas. Program seperti ini memperkuat ketahanan ekonomi keluarga dan mencegah kemiskinan akibat risiko kerja,” pungkasnya. (Sand/EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gotong Royong Lintas Sektor di Kampung Ageng, DLH Sumenep Edukasi Warga Soal Budaya Bersih
Jelang Ramadan, Bupati Sumenep Sidak Pasar Anom, Pastikan Harga dan Stok Bahan Pokok Terkendali
Kepala SPPG Batu Putih Buka Suara Soal Ulat di MBG, Namun Pengawasan Internal Dipertanyakan
Ambil Batu, Sopir Pick Up di Pragaan Tewas Usai Kendaraan Terjun ke Jurang
Tak Layak Konsumsi, Wali Murid di Lebeng Timur Pilih Uang Ketimbang MBG Bau
Pemkab Sumenep Kampanyekan Gizi Seimbang Berbasis Pangan Lokal di HGN Ke 66
Aroma Limbah dan Kualitas MBG Diprotes, Pengelola SPPG Saronggi Dinilai Tutup Mata
Sulahuddin Salurkan Air Bersih untuk Warga Moncek Tengah, Respons Cepat Atasi Krisis Air

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 11:04 WIB

Gotong Royong Lintas Sektor di Kampung Ageng, DLH Sumenep Edukasi Warga Soal Budaya Bersih

Sabtu, 14 Februari 2026 - 10:26 WIB

Jelang Ramadan, Bupati Sumenep Sidak Pasar Anom, Pastikan Harga dan Stok Bahan Pokok Terkendali

Jumat, 13 Februari 2026 - 18:51 WIB

Kepala SPPG Batu Putih Buka Suara Soal Ulat di MBG, Namun Pengawasan Internal Dipertanyakan

Jumat, 13 Februari 2026 - 14:07 WIB

Ambil Batu, Sopir Pick Up di Pragaan Tewas Usai Kendaraan Terjun ke Jurang

Jumat, 13 Februari 2026 - 12:34 WIB

Tak Layak Konsumsi, Wali Murid di Lebeng Timur Pilih Uang Ketimbang MBG Bau

Berita Terbaru