SUMENEP, Seputar Jatim – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, bersama SKK Migas dan Kangean Energy Indonesia memperkuat komitmen penanganan stunting melalui program Sumenep Asupan Pangan Ceria Indah Merata (Suapan Cinta) di Desa Pagerungan Kecil dan Desa Pagerungan Besar.
Program ini menjadi wujud kolaborasi lintas sektor antara Pemerintah Kabupaten Sumenep, industri migas, dan pemerintah desa untuk menjangkau wilayah kepulauan yang selama ini menghadapi tantangan geografis serta keterbatasan akses layanan kesehatan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf menegaskan, bahwa Suapan Cinta tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga edukasi dan pendampingan langsung kepada keluarga sasaran.
“Penanganan stunting tidak cukup dengan distribusi bantuan. Melalui Suapan Cinta, kami melakukan edukasi gizi, pemberian makanan tambahan (PMT), serta penyaluran susu bagi balita dan ibu hamil secara terpadu,” ujarnya, Rabu (14/1).
Menurutnya, pendekatan langsung menjadi kunci agar program berdampak berkelanjutan. Selain pemenuhan gizi, edukasi diharapkan menumbuhkan kesadaran jangka panjang tentang kesehatan ibu dan anak.
“Kami ingin ada sentuhan psikologis dan motivasi. Dengan dialog langsung, pesan lebih mudah dipahami dan diterapkan,” tambahnya.
Kepala Desa Pagerungan Kecil, Halilurahman, mengapresiasi keterlibatan Pemkab Sumenep dan KEI yang turun langsung ke lapangan. Ia menilai pendekatan ini berbeda karena tidak sekadar administratif.
“Kali ini ada sosialisasi, dialog, dan pendampingan langsung kepada warga sasaran. Ini sangat membantu desa,” katanya, Kamis (15/1/2026).
Ia berharap program serupa berlanjut dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan agar pencegahan stunting di wilayah kepulauan berjalan berkesinambungan.
“Dengan dukungan semua pihak, stunting di pulau kami bisa ditekan bahkan dihilangkan,” ujarnya.
Sementara itu, Manager PGA KEI, Kampoi Naibaho, menyatakan komitmen perusahaan untuk terlibat aktif dalam pemantauan dan pendampingan Suapan Cinta di wilayah kerja KEI.
“Kami berdialog langsung dengan warga sasaran, kader posyandu, dan tenaga kesehatan untuk memastikan program berjalan efektif,” ungkapnya.
Ia menegaskan pentingnya menjaga sinergi agar program penanganan stunting tidak bersifat seremonial, melainkan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“Program ini membutuhkan dukungan bersama agar manfaatnya benar-benar dirasakan,” pungkasnya. (EM)
*
Penulis : EM
Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com









