Skandal MBG di Lenteng, Diduga Roti Berjamur dan Telur Busuk Disajikan ke Anak Sekolah

- Redaksi

Selasa, 23 Desember 2025 - 10:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

BUSUK: MBG kering yang dibarikan SPPG Lentang Jambu ke anak-anak sekolah (Doc. Seputar Jatim)

BUSUK: MBG kering yang dibarikan SPPG Lentang Jambu ke anak-anak sekolah (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Program Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang menjamin asupan sehat bagi anak sekolah justru memantik kemarahan wali murid.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lenteng Jambu Sumenep, Madura, Jawa Timur, menjadi sorotan tajam setelah beredar foto dan kesaksian wali murid yang menunjukkan roti berjamur, buah nyaris busuk, serta telur dengan kualitas patut dipertanyakan, Senin (22/12) kemarin.

Temuan ini bukan kejadian tunggal. Di kolom komentar media sosial, sejumlah wali murid mengaku anaknya menerima menu dengan kondisi serupa.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Punya anakku telurnya busuk dan rotinya berjamur,” tulis seorang wali murid dalam kolom komentar di media sosial, Selasa (23/12/2025).

Baca Juga :  SPPG Saronggi Dikecam, SOP Tak Transparan, Sertifikat Dipertanyakan, Risiko Kesehatan Siswa Mengintai

“Ini yang dinamakan ambil untung banyak,” ujar komentar lainnya.

Pernyataan-pernyataan tersebut menguatkan dugaan bahwa kualitas menu dikorbankan demi efisiensi biaya atau keuntungan. Anak-anak sekolah yang seharusnya menjadi prioritas, justru menanggung risiko paling besar.

Padahal, MBG merupakan program strategis yang dibiayai negara dan menyentuh langsung kesehatan peserta didik.

Perbandingan dengan sekolah lain kian memperkeruh situasi. Wali murid menilai menu MBG di Desa Jambu, Kecamatan Lenteng, tertinggal jauh dan memalukan.

“Di sekolah lain anak-anak dapat roti gemuk dan buah segar. Di sini malah roti kering berjamur,” tulis seorang wali murid lainnya.

Kritik ini mengindikasikan adanya standar ganda dalam pelaksanaan MBG yang dinilai asal-asal.

Yang lebih mengkhawatirkan, sebagian komentar menyoroti dugaan lemahnya pengawasan mutu pangan.

Buah keriput, apel bercak mencurigakan, hingga susu dan roti yang diduga mendekati masa kedaluwarsa memunculkan pertanyaan serius: apakah menu ini benar-benar lolos pengecekan sebelum dibagikan kepada anak?

Jika dugaan tersebut benar, persoalannya bukan lagi soal rasa atau selera, melainkan potensi kelalaian serius yang membahayakan kesehatan. Menyajikan makanan tidak layak konsumsi kepada siswa adalah bentuk pengabaian tanggung jawab publik.

Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat klarifikasi terbuka maupun permintaan maaf resmi dari pengelola SPPG Lenteng Jambu. Sikap diam ini justru memperkuat kecurigaan publik bahwa keluhan wali murid diabaikan atau dianggap lumrah.

Para wali murid mendesak audit menyeluruh, mulai dari asal bahan pangan, proses pengolahan, standar kebersihan dapur, hingga penggunaan anggaran MBG.

Baca Juga :  Harapan Gizi Berubah Jadi Keresahan, MBG di Saronggi Dikecam Wali Murid

Tanpa transparansi dan tindakan tegas, MBG terancam bergeser dari program pemenuhan gizi menjadi etalase kegagalan pengawasan dan moral hazard di lapangan.

Kasus Lenteng Jambu adalah alarm keras, jika anak-anak berani disuguhi makanan diduga berjamur dan busuk, di mana letak tanggung jawab penyelenggara? (EM).

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mobil Pribadi Angkut Pertalite Pakai Jeriken di SPBU Kolor Sumenep, Sulaisi: Ini Harus Diawasi
Bupati Sumenep Hadir di Kerja Bakti LDII, 200 Peserta Bersihkan Lingkungan Paberasan
Madura Night Vaganza 2026 Dibuka, 200 Stan Ramaikan Panggung Promosi Sumenep
APSI Minta Industri Rokok Buka Pasar Lebih Luas, Petani Madura Tak Boleh Kesulitan Menjual
Lakpesdam dan LPBH NU Temui Kapolresta Sumenep, Desak THM yang Langgar Aturan Ditutup Permanen
Warga Kepulauan Sumringah, Jalan Jathe Lanjheng Kangean Kini Mulus
Semarak HUT ke-81 RI, DWP RSUDMA Sumenep Sabet Gold Lomba Lagu Daerah Nusantara
Santri PP Mathla’ul Anwar Gelar Refleksi Kemerdekaan RI ke 81, Ibnu Hajar: Belajar adalah Perjuangan

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 19:34 WIB

Mobil Pribadi Angkut Pertalite Pakai Jeriken di SPBU Kolor Sumenep, Sulaisi: Ini Harus Diawasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:37 WIB

Bupati Sumenep Hadir di Kerja Bakti LDII, 200 Peserta Bersihkan Lingkungan Paberasan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:09 WIB

Madura Night Vaganza 2026 Dibuka, 200 Stan Ramaikan Panggung Promosi Sumenep

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:58 WIB

APSI Minta Industri Rokok Buka Pasar Lebih Luas, Petani Madura Tak Boleh Kesulitan Menjual

Selasa, 25 Agustus 2026 - 09:06 WIB

Lakpesdam dan LPBH NU Temui Kapolresta Sumenep, Desak THM yang Langgar Aturan Ditutup Permanen

Berita Terbaru

PAKAIAN: Polresta Sumenep, mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kasus persetubuhan pelajar (Dok. Seputar Jatim)

Hukum & Kriminal

Terbongkar! Pria di Sumenep Diduga Setubuhi Pelajar 17 Tahun Dua Kali

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:11 WIB

Pamflet ekspansi pasar Rokok Makayasa (Dok. Seputar Jatim)

Ekonomi

Rokok Makayasa Bangun Jaringan Besar hingga Luar Jawa

Kamis, 10 Sep 2026 - 09:03 WIB