Soal Sipir Arogan, Kalapas Pamekasan: Bawa Buktinya, Saya Tindak!

- Redaksi

Selasa, 17 Januari 2023 - 22:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

PAMEKASAN, seputarjatim.com- Kalapas Klas II A Pamekasan Seno Utomo angkat bicara soal kasus yang melibatkan anggotanya berinisial H.

Terbaru, Seno menyampaikan akan bertindak tegas bila ada anggotanya yang melanggar disiplin. “Soal adanya info anggota saya yang berbuat arogan masuk ke ruangan bank dan bentak-bentak mengintimidasi pasti saya tindak. Bawa ke saya buktinya, pasti saya proses,” tegas Seno Utomo pada seputarjatim.com, Selasa, (17/1/2023).

Seno membenarkan ada salah seorang anggotanya yang menjadi pemberitaan viral dalam kasus dugaan pelecehan seksual. “Soal anggota saya yang katanya arogan, dan isu lainnya masih belum saya telusuri lebih jauh,” imbuhnya.

Baca Juga :  Disinyalir Dikerjakan Asal-Asalan, Proyek TPT Di Lenteng Amblas

Terpisah, Silvy, istri terlapor sampaikan bila sebenarnya oknum polsuspas Pamekasan ini sangat dominan dan arogan.

“Pernah dalam sebuah mediasi damai, ada pelapor dan terlapor serta perwakilan bank. Saat pelapor berinisial E-A sudah menyepakati untuk tanda tangan surat, lalu H mempengaruhi dan batal,” katanya.

H juga pernah diadukan oleh istrinya sendiri dalam kasus KDRT.
“Dia pernah dilaporkan ke polisi. Tapi LP nya dicabut,” imbuh Silvy.

Menyikapi polemik yang berkembang di media saat ini, Kurniadi, Kuasa Hukum terlapor akan terus memaparkan fakta kasus yang sebenarnya.

Baca Juga :  Terkesan Proyek Siluman, TPT Di Desa Jambu Disoal

“Saya akan undang pelapor, termasuk ibu terlapor, klien saya juga, biar yang bersangkutan menjelaskan tuduhan pelecehan yang dimaksud,” kata Kurniadi.

Masyarakat menurut Kurniadi diminta bijak dan tidak menelan mentah-mentah tuduhan pelecehan seperti yang diberitakan.

“Memang ada foto memegang lengan. Tapi kan harus diluruskan bagaimana itu terjadi, bagaimana gestur tubuh masing-masing saat kejadian. Kalau pelapor merasa itu pelecehan, kenapa baru lapor setelah dua pekan lebih. Harusnya kan langsung lapor pasca kejadian,” terang Kurniadi. (di/red)

 

 

 

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Duplik Kasus ODGJ Sapudi, Aksi Darurat Dipersoalkan, Nurani Hukum Diuji di PN Sumenep
Keadilan yang Tercekik, Pledoi Musahwan Menggema di Sidang ODGJ Sapudi
Menangis di Hadapan Hakim: Asip Kusuma Memohon Keadilan atas Kekacauan Kasus ODGJ Sapudi
Dana PKH Diduga Dipotong, Laporan Warga Pakondang Mengendap di Kejari Sumenep
Solar Subsidi di Sumenep Diduga Disedot Mafia, Jatah Petani dan Nelayan Raib
Crime Clearance Polres Sumenep Meroket di 2025, Penyelesaian Perkara Tembus 82,4 Persen
Bantuan KIP JAWARA Diduga Dipalak Ratusan Ribu, Kepala Dinsos Sumenep Terkesan Menghindar
Usai Dana Cair, Penerima KIP JAWARA di Sumenep Ngaku Diminta Komisi oleh Petugas

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 19:59 WIB

Duplik Kasus ODGJ Sapudi, Aksi Darurat Dipersoalkan, Nurani Hukum Diuji di PN Sumenep

Rabu, 14 Januari 2026 - 22:14 WIB

Keadilan yang Tercekik, Pledoi Musahwan Menggema di Sidang ODGJ Sapudi

Rabu, 14 Januari 2026 - 22:05 WIB

Menangis di Hadapan Hakim: Asip Kusuma Memohon Keadilan atas Kekacauan Kasus ODGJ Sapudi

Senin, 12 Januari 2026 - 18:40 WIB

Dana PKH Diduga Dipotong, Laporan Warga Pakondang Mengendap di Kejari Sumenep

Kamis, 8 Januari 2026 - 23:34 WIB

Solar Subsidi di Sumenep Diduga Disedot Mafia, Jatah Petani dan Nelayan Raib

Berita Terbaru