Uji Karakter hingga Etika, Seleksi Duta Kampus UNIBA Madura Masuki Fase Penentuan

Rabu, 28 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

RAPI: Wakil Rektor II UNIBA Madura, Khaeru Ahmadi, saat foto bersama dengan 12 peserta terbaik Duta Kampus (SandiGT - Seputar Jatim)

RAPI: Wakil Rektor II UNIBA Madura, Khaeru Ahmadi, saat foto bersama dengan 12 peserta terbaik Duta Kampus (SandiGT - Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Proses Pemilihan Duta Kampus Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura, Jawa Timur, kini memasuki fase krusial.

Dari total 28 mahasiswa yang lolos seleksi awal, hanya 12 peserta terbaik yang berhasil melangkah ke babak final setelah melewati Tes Tahap Kedua yang berlangsung ketat, kompetitif, dan penuh tantangan.

Tahapan seleksi lanjutan ini dirancang untuk menguji kualitas peserta secara komprehensif.

Tidak hanya mengandalkan kemampuan berbicara di depan umum, para peserta juga harus melalui sesi wawancara mendalam serta uji bakat dan minat yang menitikberatkan pada potensi, kreativitas, serta kekuatan karakter personal.

Wakil Rektor II UNIBA Madura, Khaeru Ahmadi menegaskan, bahwa Pemilihan Duta Kampus merupakan bagian dari strategi kampus dalam mencetak mahasiswa unggul yang mampu merepresentasikan nilai dan identitas institusi.

“Ajang ini bukan sekadar mencari figur yang menarik secara visual, melainkan mahasiswa yang memiliki integritas, wawasan, etika, serta komitmen kuat terhadap nilai-nilai kampus,” katanya, Rabu (28/1/2026).

Baca Juga :  MBG Berakhir Dibuang, Wali Murid Nilai SPPG Saronggi Gagal

Ia mengungkapkan, dalam sesi wawancara peserta diuji pemahamannya terkait peran duta kampus sebagai ujung tombak citra UNIBA Madura.

Aspek berpikir kritis, kepekaan sosial, serta kemampuan menyampaikan gagasan secara sistematis menjadi poin utama penilaian.

Sementara itu, kata dia, tes bakat dan minat diarahkan untuk melihat keunikan potensi, tingkat kepercayaan diri, serta sikap yang mencerminkan karakter mahasiswa berdaya saing.

Lebih lanjut, Khaeru menjelaskan, bahwa duta kampus memiliki peran strategis di luar kegiatan seremoni.

Mereka diharapkan mampu menjadi agen informasi, promotor kampus, sekaligus figur inspiratif yang berkontribusi membangun citra positif UNIBA Madura di tengah masyarakat.

“Dalam proses seleksi, dewan juri memberi perhatian khusus pada aspek sikap dan etika. Attitude menjadi fondasi utama karena duta kampus diposisikan sebagai simbol karakter, nilai moral, dan wajah institusi di ruang publik,” jelasnya.

Pihak kampus turut mengapresiasi seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian seleksi dengan semangat dan sportivitas tinggi.

Meski persaingan berlangsung ketat, atmosfer kompetisi dinilai tetap sehat dan mencerminkan budaya akademik yang menjunjung tinggi nilai kejujuran serta kerja keras.

Pemilihan Duta Kampus UNIBA Madura tahun ini mengusung jargon “ngereng gutong rojhung aghei’ bintang”, sebuah filosofi gotong royong untuk meraih prestasi.

Jargon tersebut menjadi spirit kebersamaan dalam membentuk duta kampus yang tidak hanya unggul secara individu, tetapi juga mampu bekerja kolaboratif demi kemajuan institusi.

Rangkaian seleksi akan terus berlanjut hingga malam Grand Final. Panitia berharap, dari proses panjang ini akan lahir Duta Kampus UNIBA Madura yang cerdas, berkarakter kuat, serta mampu membawa nama baik kampus di tingkat regional hingga nasional.

“Target akhirnya adalah melahirkan duta kampus yang tidak hanya percaya diri di atas panggung, tetapi juga mampu memberi dampak positif dan menjadi teladan di lingkungan kampus maupun masyarakat,” pungkasnya. (Sand/EM)

*

Penulis : Sand

Editor : EM

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Berita Terkait

MATAMUDA 2026, RA Nurul Mannan Tanamkan Karakter Anak Lewat Belajar Aman dan Menyenangkan
Hari Pertama MPLS, Bupati Sumenep Turun Langsung Pastikan Tak Ada Perundungan di Sekolah
Pemkab Sumenep Wajibkan Bahasa Madura Jadi Mata Pelajaran Mulai Tahun Ajaran Baru
Disdik Sumenep Cetak Guru Penulis, Pelatihan Karya Ilmiah Didorong Jadi Motor Literasi Pendidikan
Data Gizi Anak Terkumpul, ACCESS Segera Teliti Dampak Program MBG di Pamekasan
Disdik Sumenep Perketat Pengelolaan BOSP 2026, Dorong PAUD Lebih Akuntabel dan Berdampak
Siswa SMP Binar Sumenep Raih Juara I Coding Speed Challenge FOSFAT 2026
Dispusip Sumenep Genjot Perpustakaan Ramah Anak, Sekolah Didorong Jadi Pusat Literasi Aktif

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:12

MATAMUDA 2026, RA Nurul Mannan Tanamkan Karakter Anak Lewat Belajar Aman dan Menyenangkan

Senin, 13 Juli 2026 - 09:53

Hari Pertama MPLS, Bupati Sumenep Turun Langsung Pastikan Tak Ada Perundungan di Sekolah

Senin, 29 Juni 2026 - 14:01

Pemkab Sumenep Wajibkan Bahasa Madura Jadi Mata Pelajaran Mulai Tahun Ajaran Baru

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:57

Disdik Sumenep Cetak Guru Penulis, Pelatihan Karya Ilmiah Didorong Jadi Motor Literasi Pendidikan

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:50

Data Gizi Anak Terkumpul, ACCESS Segera Teliti Dampak Program MBG di Pamekasan

Berita Terbaru