Binaan Canteng Koneng, Batik Tulis Soengenep Tampil di Pameran Batik Bordir dan Aksesoris Fair 2024

- Redaksi

Jumat, 10 Mei 2024 - 21:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERSENYUM : Pengelola Batik Tulis Soengenep Imam Kachonk bersama Kapala Diskoperindag Sumenep M. Ramli, saat menunjukkan karya batik  Soengenep di pameran Batik Bordir dan Aksesoris Fair 2024

TERSENYUM : Pengelola Batik Tulis Soengenep Imam Kachonk bersama Kapala Diskoperindag Sumenep M. Ramli, saat menunjukkan karya batik Soengenep di pameran Batik Bordir dan Aksesoris Fair 2024

SUMENEP, SEPUTARJATIM – Pembatik binaan Canteng Koneng Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur (Jatim), kembali berunjuk gigi menampilkan beragam karya-karya terbaiknya di pameran Batik Bordir dan Aksesoris Fair 2024.

Pemeran yang diadakan oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Timur itu, digelar di Grand City Mall Surabaya, mulai dari tanggal 8 – 12 Mei 2024 mendatang.

Dalam kegiatan tersebut dibuka langsung Oleh Pj. Ketua Dekranasda Isye yang didampingi Direktur PT. Debindo Mitra Tama Dadang M. Kushendarman dan Pj. Ketua DWP Provinsi Jawa Timur Fitri Bobby Soemiarsono.

Dalam kesempatan itu, Dekranasda Kota Keris itu menampilkan produk batik tulis terbaiknya, salah satunya Batik Tulis Soengenep, yang merupakan hasil binaan Batik Canteng Koneng.

Tak hanya itu, juga ada batik tulis pajjer, batik tulis Rato, batik tulis al-qomar dan batik tulis A-Batik, Batik Tulis Kewangga. Semuanya adalah para pengrajin dan pengusaha muda yang ada di Kabupaten Sumenep.

Saa ditemui dilokasi, Pengelola Batik Tulis Soengenep Imam Mustaim R mengaku sangat senang bisa ikut serta dalam pameran level Jawa Timur ini, sehingga menjadi sebuah penghargaan yang luar biasa dan juga sebagai ajang silaturrahmi para pengrajin batik yang ada di Indonesia khususnya di Jawa Tumur.

Baca Juga :  Golongan Darah Bayi dengan Orangtuanya Beda, RS Regina Maris Medan Diduga Tak Becus

“Kami sampaikan terima kasih terhadap Dinas Koprasi UKM dan Perindag Sumenep yang selama ini telah inten memantau kami dalam segala hal termasuk juga pendampingan pemasaran produk, dan Juga kami sampaikan terima kasih kepada Canteng Koneng yang selama ini juga inten membimbing para pengrajin batik di sumenep dalam memingkatkan kualitas produksi dan juga dari segi pemasarannya,” kata pria yang kerap dipanggil Imam Kachonk itu, Jumat (10/5/2024).

Di tempat yang sama, Owner Rumah Batik Tulis Canteng Koneng Didik Haryanto menyampaikan, dalam mengembangkan sayap bursa batik tulis yang ada di sumenep pihaknya terus getol memberikan banyak pelatihan dan Bimningan, mulai dari anak usia dini, pelajar, masyarakat umum hingga para warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) di berbagai daerah.

“Kerja sama dengan lembaga pendidikan ini tidak semata-mata melestarikan budaya, akan tetapi membantu tumbuh kembangnya daya imajinasi dan kreasi di kalangan peserta didik,” bebernya.

“Saya juga memilih rutan/lapas untuk memberikan pelatihan membatik kepada warga binaan, supaya kedepan para narapidana memiliki nilai tambah ekonomi d tengah masyarakat, sehingga nanti saat keluar dari tahanan mereka bisa memulai kembali episode hidupnya dengan keterampilan membatik,” ujar pemilik media online detikkota.com itu.

Baca Juga :  Ikut Ramaikan Pameran Batik Bordir dan Aksesoris Fair 2024, Diskoperindag Sumenep Promosikan Produk Terbaiknya

Menurutnya, bahwa selama ini konsisten dalam membina para pengrajin batik yang ada di kabupaten sumenep, dengan harapan para pemuda di sumenep yang siap kami cetak untuk menjadi pengusaha muda akan terus memaksimalkan karya seninya.

“Tentunya saya sebagai pembatik berharap kepada pemerintah agar lebih aktif mendukung, mensupport, dan menghargai karya putra daerahnya dalam berkarya dan membatik, karena produk batik sumenep saat ini sudah mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional,” tegasnya.

Lanjut pencetus banyak karya desain motif batik tradisional modern asal Kabupaten Sumenep sejak tahun 2011 silam itu, mengaku bahwa saat ini telah dikenal di kancah Nasional bahkan Internasional juga menyampaikan, bahwa pihaknya telah berbuat banyak dalam dunia perbatikan.

Tidak hanya memberikan edukasi, pelatihan, pembinaan lanjutan tentang batik itu di sumenep saja, bahkan ia juga getol memberikan pembinaan diluar Kabupaten Sumenep, seperti di Lapas Banyuwangi, Jember, Lapas Mataram, Jogja, Lapas Malang, dan lain sebagainya dan semua aktif hingga saat ini.

Dengan begitu, ia kembali menegaskan, kepada seluruh elemen pemerintah agar terus memberikan perhatian terhadap pengrajin batik khususnya para pemula yang ada di Sumenep, pada umumnya di seluruh penjuru Indonesia.

“Supaya apa yang sudah kita bina dan kita latih terus berkembang dan mempunyai semangat juang yang lebih dan maju seperti Canteng Koneng saat ini,” harap Didik Cako itu.

Selain itu, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wonsojudo, sangat mengapresiasi para pembatik di Sumenep yang masih muda-muda, Mereka terus berkarya dan terus semangat untuk meningkatkan karya seninya.

Ia menyampaikan bahwa, pengrajin batik tulis di Sumenep saat ini rata-rata anak muda, dan hal itu menurutnya perlu mendapatkan support penuh, lantaran karya batiknya saat ini telah dipakai oleh kalangan pejabat tingkat daerah, Provinsi hingga dipakai Presiden Republik Indonesia (RI).

“Batik pola yang seperti ini sudah banyak di pakai oleh para menteri, Pejabat BUMN, Pengusaha, Gubernur dan Wakil Gubernur, di beberapa daerah di indonesia, bahkan Presiden. Ini batik generasi muda dan rata-rata yang membatik kalangan pemuda,” tandasnya.

Baca Juga :  Tahun 2024, Diskoperindag Bakal Wujudkan Halal Hub Bagi Pelaku UKM dan IKM di Sumenep

Politisi PDI Perjuangan ini juga menjelaskan, bahwa ada dua generasi pengrajin batik tulis khas Sumenep.

“Kita ada dua generasi pembatik, pertama pembatik pola di Pakandangan generasi tua generasi legendaris, dan kita ada batik pola yang membatik adalah generasi-generasi muda semua,” tuturmua.

Untuk itu, ia mengajak seluruh awak media untuk memberitahukan kepada khalayak ramai bahwa di Sumenep ada mahakarya Batik Tulis dan yang pembatiknya rata-rata adalah pemuda.

“Ini yang teman-teman media perlu sampaikan ke publik, biar semua tahu bahwa di Sumenep ini ada karya batik yang pembatiknya rata-rata usianya 25 tahun ke bawah,” pungkas Suami Nia Kurnia Fauzi ini.***

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPRS Bhakti Sumekar Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah di Sumenep
Perkuat Ekonomi Daerah, Pemkab Sumenep Kucurkan Rp3,2 Miliar ke BPRS Bhakti Sumekar
BPRS Bhakti Sumekar Jadi Pelopor Bike to Work, Dorong Gerakan Hemat BBM di Sumenep
THR Jangan Terkuras Usai Lebaran, BPRS Bhakti Sumekar Ajak Warga Sumenep Lebih Cermat Atur Keuangan
DP 0 Rupiah! BPRS Bhakti Sumekar Permudah Warga Miliki Motor Lewat Pembiayaan Syariah
Tebar Kepedulian di Bulan Ramadan, BPRS Bhakti Sumekar Santuni Puluhan Lansia di Sumenep
Cabe Jamu Masuk Inventarisasi Indikasi Geografis, Pemkab Sumenep Perkuat Perlindungan Produk Lokal
Perluas Akses Investasi Halal, BPRS Bhakti Sumekar Hadirkan Deposito Syariah Mulai Rp1 Juta

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 18:12 WIB

BPRS Bhakti Sumekar Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah di Sumenep

Selasa, 14 April 2026 - 11:13 WIB

Perkuat Ekonomi Daerah, Pemkab Sumenep Kucurkan Rp3,2 Miliar ke BPRS Bhakti Sumekar

Kamis, 9 April 2026 - 18:08 WIB

BPRS Bhakti Sumekar Jadi Pelopor Bike to Work, Dorong Gerakan Hemat BBM di Sumenep

Selasa, 31 Maret 2026 - 08:48 WIB

THR Jangan Terkuras Usai Lebaran, BPRS Bhakti Sumekar Ajak Warga Sumenep Lebih Cermat Atur Keuangan

Selasa, 10 Maret 2026 - 11:23 WIB

DP 0 Rupiah! BPRS Bhakti Sumekar Permudah Warga Miliki Motor Lewat Pembiayaan Syariah

Berita Terbaru

FOKUS: Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid (kiri), bersama Wakil Bupati Sumenep, Imam Hasyim (dua kiri), saat rapat koordinasi terkait HDDAP (Doc. Seputar Jatim)

Pemerintahan

HDDAP Jadi Motor Transformasi Pertanian Lahan Kering di Sumenep

Jumat, 17 Apr 2026 - 10:39 WIB

BERDIRI: DPRD Sumenep saat membuka rapat paripurna membahas Raperda 2026 (Doc. Seputar Jatim)

Pemerintahan

DPRD Sumenep Bahas Tiga Raperda 2026 Lewat Pandangan Umum Fraksi

Kamis, 16 Apr 2026 - 10:56 WIB