Masalah Pendidikan di Sumenep Semakin Mengkhawatirkan, Kadisdik Dapat Rapor Merah

- Redaksi

Kamis, 25 Juli 2024 - 07:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep

Gedung Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep

SUMENEP, Seputar Jatim – Dunia pendidikan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kerap kali terjadi permasalahan, mulai dari dugaan penyelewengan tabungan siswa oleh oknum guru dan kasus perzinahan bahkan pemerataan pendidikan di beberapa pulau seperti pulau gili labak.

Ketua Pemuda Muhammadiyah Sumenep, Moh Andriansyah mengatakan, bahwa pendidikan itu adalah tulang punggung membangun sebuah peradaban. Hal ini, harusnya menjadi perhatian bagi Bupati Sumenep.

“Padahal pendidikan adalah pondasi awal membangun generasi penerus. Diciptakan di lembaga pendidikan,” katanya. Kamis (25/7/2024)

Baca Juga :  Victoria Mahadewa ke-7 Bakal Segera Digelar untuk Rebut Piala Bupati 2024

Bahkan, kata dia, jika masalah-masalah pendidikan ini terus dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, dampaknya akan mengimbas pada jangka panjang.

“Saya berharap Bupati Sumenep segera mengambil alih. Karena ini sudah bukan persoalan sederhana, melainkan hal yang serius. Bahkan kalau memang butuh asupan konsep dan masukan kami ajak dan persilahkan bupati sesekali hadir dalam kajian di Muhammadiyah,” bebernnya.

Sementara itu, Budayawan Sumenep, Ibnu Hajar, meminta agar Dinas Pendidikan membahas ulang penyusunan program kerja pendidikan di wilayah kepulauan. Dengan begitu, akan diketahui program prioritas dan non prioritas.

“Ini adalah sebuah distorsi kebudayaan. Bagaimana tidak, itu kan sangat nyata ada di depan mata kita. Sudah tampak jelas enggak ada sekolah,” tegas pria yang khas sering memakai topi itu.

Baca Juga :  Kemelut Kepengurusan PWI Pusat, Buat Marwah Organisasi Semakin Terpuruk

Lanjut ia mengatakan, kejadian itu rasanya tidak terpikirkan oleh dinas terkait. Kalau model pendidikan seperti ini, maka bisa kacau.

“Jangan justru sibuk rehabilitasi sekolah ini itu, lihat dulu itu, Pulau Gili Labak belum ada sekolah satu pun,” tukasnya.

Sementara sampai berita ini terbitkan, media ini sangat kesulitan untuk menghubungi Kepala Dinas Pendidikan, bahkan saat didatangi ke kantornya malah tidak ada batang hidungnya.* (Sand/EM)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Disdik Sumenep Perketat Pengelolaan BOSP 2026, Dorong PAUD Lebih Akuntabel dan Berdampak
Siswa SMP Binar Sumenep Raih Juara I Coding Speed Challenge FOSFAT 2026
Dispusip Sumenep Genjot Perpustakaan Ramah Anak, Sekolah Didorong Jadi Pusat Literasi Aktif
Achmad Fauzi Pantau TKA SMP 2026, Tekankan Kejujuran dan Kualitas Pendidikan di Sumenep
Dugaan Pungli dan Tebang Pilih Akademik di STIKES Husada Jombang Dikeluhkan Mahasiswa RPL S1 Kebidanan
41 Tahun UPI Sumenep, Dari Taneyan Lanjang Menuju Kampus Berdampak Global
Jalan Sehat Warnai Dies Natalis Ke 41, UPI Sumenep Dorong Kampus Lebih Inklusif
Uji Karakter hingga Etika, Seleksi Duta Kampus UNIBA Madura Masuki Fase Penentuan

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 13:06 WIB

Disdik Sumenep Perketat Pengelolaan BOSP 2026, Dorong PAUD Lebih Akuntabel dan Berdampak

Sabtu, 18 April 2026 - 22:08 WIB

Siswa SMP Binar Sumenep Raih Juara I Coding Speed Challenge FOSFAT 2026

Rabu, 15 April 2026 - 10:59 WIB

Dispusip Sumenep Genjot Perpustakaan Ramah Anak, Sekolah Didorong Jadi Pusat Literasi Aktif

Senin, 6 April 2026 - 17:29 WIB

Achmad Fauzi Pantau TKA SMP 2026, Tekankan Kejujuran dan Kualitas Pendidikan di Sumenep

Minggu, 8 Maret 2026 - 13:40 WIB

Dugaan Pungli dan Tebang Pilih Akademik di STIKES Husada Jombang Dikeluhkan Mahasiswa RPL S1 Kebidanan

Berita Terbaru