Ritual Jamasan Keris Pusaka di Taman Sare

- Redaksi

Selasa, 3 September 2019 - 09:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

Dua Tokoh Desa Aeng Tong-Tong memimpin acara jamasan keris pusaka di Taman Sare, Keraton Sumenep, Jawa Timur, 02/09/2019. (Farin/ SJ foto)

Dua Tokoh Desa Aeng Tong-Tong memimpin acara jamasan keris pusaka di Taman Sare, Keraton Sumenep, Jawa Timur, 02/09/2019. (Farin/ SJ foto)

SUMENEP, seputarjatim.com Tradisi penjamasan keris lazim dilakukan oleh tokoh -tokoh adat Desa Aeng Tong-Tong, Kecamatan Bluto, Sumenep, Jawa Timur, setiap tahunnya di Taman Sare Keraton Sumenep.

Prosesi penjasaman tidak dilakukan sembarangan. Air-air diambil dari beberapa titik saja, lebih tepatnya di tujuh titik, salah satunya di Taman Sare Keraton Sumenep.

“Ritual untuk air dari jaman dulu diambil dari tujuh sumur dan tujuh mata air gunung”, terang Empu Sanamo, Senin, 02/09/2019.

Empu Sanamo juga menuturkan bahwa angka tujuh memiliki beberapa alasan jika segala sesuatunya dimuka bumi memiliki makna tujuh. Seperti halnya langit yang memiliki tujuh lapis, terciptanya bumi yang berlapis tujuh, dan juga bilangan hari yang berjumlah tujuh.

“Karena alasan itu para sesepuh sudah memutuskan bahwa penjamasan juga dilakukan pada hari ketujuh,” ujar Empu Sanamo

Baca Juga :  Disbudporapar Sumenep akan Gelar Event Ojung di Pantai Badur

Menurut Empu Sanamo, air pertama diambil di Taman Sare Keraton Sumenep, kedua di Desa Lembung, ketiga di Desa Langsar, keempat di Tanah Merah, kelima di Desa Talang, keenam di Desa Sera, dan ketujuh di Desa Aeng Tong-Tong. Puncak dari acara penjasaman pusaka bertempat di Bujuk Agung Desa Aeng Tong-Tong, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep. (far/red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Sekadar Hiburan, Bupati Sumenep Sebut Festival Tong-Tong Jadi Ruang Kreativitas Seniman
Rukun Karya Genap 50 Tahun, Komitmen Lestarikan Ludruk Madura Tak Pernah Pudar
Disbudporapar Sumenep Perkuat Identitas Budaya Lewat Festival Jeren Serek 2026
Pelestarian atau Pemaksaan? Perbup Busana Budaya Sumenep Tuai Gelombang Kritik
Puluhan Pasang Sapi Kerap Meriahkan HUT Perdana DRT di Lapangan Giling Sumenep
Festival Kucing Busok Raas 2025: Ajang Konservasi Ras Langka yang Jadi Magnet Wisata
Hari Jadi Sumenep ke-756, 1000 Penari Topeng Meriahkan Puncak Prosesi Arya Wiraraja
Disbudporapar Sumenep Perjuangkan 5 Warisan Budaya Lokar Agar Ditetapkan sebagai WBTB Indonesia 2025

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 06:58 WIB

Bukan Sekadar Hiburan, Bupati Sumenep Sebut Festival Tong-Tong Jadi Ruang Kreativitas Seniman

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:44 WIB

Rukun Karya Genap 50 Tahun, Komitmen Lestarikan Ludruk Madura Tak Pernah Pudar

Senin, 11 Mei 2026 - 09:47 WIB

Disbudporapar Sumenep Perkuat Identitas Budaya Lewat Festival Jeren Serek 2026

Sabtu, 10 Januari 2026 - 17:47 WIB

Pelestarian atau Pemaksaan? Perbup Busana Budaya Sumenep Tuai Gelombang Kritik

Sabtu, 13 Desember 2025 - 21:00 WIB

Puluhan Pasang Sapi Kerap Meriahkan HUT Perdana DRT di Lapangan Giling Sumenep

Berita Terbaru

Pengamat Kebijakan Publik, Fauzi As (Doc. Seputar Jatim)

Opini Publik

TEMPO BERJUDI DI MADURA

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:18 WIB

PAKAIAN: Polresta Sumenep, mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kasus persetubuhan pelajar (Dok. Seputar Jatim)

Hukum & Kriminal

Terbongkar! Pria di Sumenep Diduga Setubuhi Pelajar 17 Tahun Dua Kali

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:11 WIB

Pamflet ekspansi pasar Rokok Makayasa (Dok. Seputar Jatim)

Ekonomi

Rokok Makayasa Bangun Jaringan Besar hingga Luar Jawa

Kamis, 10 Sep 2026 - 09:03 WIB