DPMD Sumenep Alokasikan 20 Persen Dana Desa untuk Sektor Ketahanan Pangan

- Redaksi

Jumat, 21 Maret 2025 - 16:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WIBAWA: Kepala DPMD Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya (SandiGT - Seputar Jatim)

WIBAWA: Kepala DPMD Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya (SandiGT - Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengalokasikan 20 persen dari Dana Desa (DD) untuk sektor ketahanan pangan.

Hal tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri Desa PDT Nomor 3 Tahun 2025 tentang Panduan Penggunaan Dana Desa untuk Ketahanan Pangan dalam Mendukung Swasembada Pangan.

Kepala DPMD Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf menegaskan, bahwa program ketahanan pangan harus dilaksanakan, sebagai bagian dari dukungan terhadap cita-cita pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

“Desa diwajibkan untuk mengalokasikan minimal 20 persen Dana Desa untuk program ketahanan pangan, sesuai dengan regulasi yang ada,” ujarnya. Jumat (21/3/2025).

Baca Juga :  DLH Sumenep Bakal Alokasikan APBD 2025 Sebesar Rp199 Juta untuk Perluasan RTH

Alokasi dana minimal 20 persen tersebut akan digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan ketahanan pangan, baik yang bersifat hewani maupun nabati.

Untuk sektor hewani, lanjut dia program ini mencakup peternakan sapi, ayam, kambing, gurami, teripang, kerapu, kakap, dan lainnya. Sedangkan untuk sektor nabati, program ini meliputi penanaman padi, jagung, kedelai, ubi-ubian, dan sayuran.

“Program ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa dan nasional,” jelasnya.

Pemerintah desa diminta untuk bekerja sama dalam mengoptimalkan program ketahanan pangan ini.

Semua pihak, termasuk pemerintah daerah melalui DPMD, DKPP, DKUPP, Dinas Perikanan, dan pemangku kepentingan lainnya, akan turut mendukung agar program ini dapat terlaksana dengan baik.

“Kami juga bekerja sama dengan akademisi dan pihak swasta untuk mengembangkan inovasi dalam bidang pertanian dan peternakan. Dengan kolaborasi ini, diharapkan ketahanan pangan desa semakin kuat dan mampu menjadi pilar utama perekonomian daerah,” bebernya.

“Mari kita bersama-sama berkomitmen untuk memaksimalkan program ketahanan pangan ini,” tukasnya. (Sand/EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PKDI Sumenep Apresiasi Langkah Kejari, Penahanan Kades Pragaan Daya Jadi Peringatan bagi Desa Lain
Kisruh Gadai Emas Rp200 Juta Lebih, BMT-UGT Nusantara Gayam Pilih Tak Respons Konfirmasi Media
Dana Desa Hak Masyarakat, Bupati Sumenep Tegaskan Kades Wajib Kelola Transparan
Ribuan Disabilitas di Madura Dibantu, BIP Foundation Hadirkan Harapan Baru
2 Tragedi Diduga Imbas BOSP, DPRD Sumenep Desak Disdik Evaluasi Total Mekanisme Pencairan
Pemkab Sumenep Perketat Penataan TPS, Sampah Pinggir Jalan Dilarang Keras
Pasca Penahanan Kades Pragaan Daya, Aktivis Ingatkan Bahaya Program Fiktif dan Kelalaian Administrasi
Harlah ke-92 PAC GP Ansor Pragaan, Perkuat Peran Pemuda dan Program Berdampak

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 17:14 WIB

PKDI Sumenep Apresiasi Langkah Kejari, Penahanan Kades Pragaan Daya Jadi Peringatan bagi Desa Lain

Selasa, 28 April 2026 - 19:38 WIB

Kisruh Gadai Emas Rp200 Juta Lebih, BMT-UGT Nusantara Gayam Pilih Tak Respons Konfirmasi Media

Selasa, 28 April 2026 - 18:43 WIB

Dana Desa Hak Masyarakat, Bupati Sumenep Tegaskan Kades Wajib Kelola Transparan

Senin, 27 April 2026 - 14:12 WIB

Ribuan Disabilitas di Madura Dibantu, BIP Foundation Hadirkan Harapan Baru

Senin, 27 April 2026 - 13:07 WIB

2 Tragedi Diduga Imbas BOSP, DPRD Sumenep Desak Disdik Evaluasi Total Mekanisme Pencairan

Berita Terbaru