Disdukcapil Sumenep Pakai Program Jebol Demi Permudah Pelajar Rekam KTP

- Redaksi

Jumat, 2 Mei 2025 - 13:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEREKAM: Disdukcapil Sumenep saat melakukan program jemput bola (Jebol) di SMAN 1 Kalianget (SandiGT - Seputar Jatim)

MEREKAM: Disdukcapil Sumenep saat melakukan program jemput bola (Jebol) di SMAN 1 Kalianget (SandiGT - Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, gencar melakukan program Jemput Bola (Jebol).

Hal tersebut sebagai strategi aktif untuk menjangkau sekolah-sekolah menengah atas dan kejuruan di Wilayah Sumenep.

Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk, Wahasah mengatakan, bahwa lngkah ini tak sekadar inovasi layanan, melainkan strategi penting dalam memastikan seluruh masyarakat Sumenep wajib KTP, masuk ke dalam sistem identitas digital nasional secara sah dan terverifikasi.

“Setiap warga negara berhak atas identitas hukum. Namun, kita tak bisa menunggu mereka datang. Pelayanan harus hadir di tempat di mana kebutuhan itu nyata,” tegasnya. Jumat (2/5/2025).

Baca Juga :  Penyelesaian Dugaan Penyimpangan P2TL PLN Sumenep Kembali Disorot, Nama Benny dan Iksan Dihilangkan

Melalui program jemput bola, lanjut dia, Disdukcapil telah turun ke berbagai sekolah dalam tiga bulan terakhir. Tidak hanya melakukan perekaman data, juga mensosialisasikan pentingnya legalitas identitas dalam konteks hak dan kewajiban sipil.

“Sedang untuk masyarakat, hal ini supaya tidak menghambat akses terhadap layanan bantuan sosial dan lainnya,” ucapnya.

“Inisiatif ini menjadi gambaran nyata bagaimana pelayanan publik tak hanya soal birokrasi, tetapi tentang kehadiran Disdukcapil yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat Sumenep,” tukasnya.

Sementara itu, Kadis Disdukcapil Sumenep, R. Achmad Syahwan Effendy mengucapkan, bahwa program ini tidak hanya difokuskan pada pelayanan, tetapi juga bagian dari upaya menyelesaikan permasalahan laten dalam pendataan penduduk, khususnya kelompok usia muda yang rawan luput dari pencatatan formal.

“kita lakukan program ini karena banyak pelajar yang karena keterbatasan waktu, biaya transportasi, atau kurangnya informasi, belum sempat mengurus e-KTP,” ucapnya.

Lanjut ia menyampaikan, ini berimplikasi serius, karena mereka menganggap ini akses terhadap layanan publik atau masyarakat yang nyaman, termasuk nanti saat mau melakukan pendaftaran di pendidikan tinggi bagi siswa yang mau lulus.

“Program jemput bola menjadi bukti nyata bahwa layanan publik bisa menjangkau lebih banyak warga jika dilakukan secara proaktif dan berorientasi pada kebutuhan lapangan,” pungkasnya. (Sand/EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MBG Tak Aman, Siswa Terancam, Kepala SPPG Saronggi Bungkam
Di Balik Pencitraan SPPG Rubaru, Anak Sekolah Diduga Dijadikan Uji Coba MBG
MBG dari SPPG Pakamban Laok 2 Picu Diare Siswa, Wali Murid Takut Melapor
Desa Meddelan Diguncang Dugaan Korupsi hingga Proyek Siluman, Tokoh Pemuda Ancam Audiensi Camat Lenteng
Klarifikasi Kepala SPPG Jambu Berbelit, Sertifikat Wajib MBG Terbukti Belum Lengkap
Proyek Jalan Gelap di Desa Meddelan, Camat Lenteng Pilih Diam
Achmad Fauzi Wongsojudo Lantik Lima Komisioner KI Sumenep Periode 2025–2029
Dugaan Korupsi BUMDes, Kades Meddelan Pilih Tutup Mulut dan Blokir WhatsApp Wartawan

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 22:20 WIB

MBG Tak Aman, Siswa Terancam, Kepala SPPG Saronggi Bungkam

Selasa, 27 Januari 2026 - 17:27 WIB

Di Balik Pencitraan SPPG Rubaru, Anak Sekolah Diduga Dijadikan Uji Coba MBG

Selasa, 27 Januari 2026 - 16:12 WIB

MBG dari SPPG Pakamban Laok 2 Picu Diare Siswa, Wali Murid Takut Melapor

Senin, 26 Januari 2026 - 09:43 WIB

Desa Meddelan Diguncang Dugaan Korupsi hingga Proyek Siluman, Tokoh Pemuda Ancam Audiensi Camat Lenteng

Minggu, 25 Januari 2026 - 16:00 WIB

Klarifikasi Kepala SPPG Jambu Berbelit, Sertifikat Wajib MBG Terbukti Belum Lengkap

Berita Terbaru

ILUSTRASI : Kepala SPPG Saronggi memilih bungkam saat ada MBG  yang bau (Doc. Seputar Jatim)

Peristiwa

MBG Tak Aman, Siswa Terancam, Kepala SPPG Saronggi Bungkam

Selasa, 27 Jan 2026 - 22:20 WIB