EDITORIAL: Rusuh Bola Yang Dewasa, Persebaya-Madura

- Redaksi

Kamis, 20 Juni 2019 - 22:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya, seputarjatim.com- Penuh flare. Panas. Dan Rusuh. Demikian ungkap kebanyakan, setelah menonton leg pertama babak 8 besar Piala Indonesia, Persebaya VS Madura United, Rabu (19/06/2019). Memang, derby Jawa Timur ini menyedot perhatian masyarakat bola.

Laga yang berakhir dengan skor imbang 1-1 ini dihentikan 3 menit lebih cepat, dari waktu yang semestinya. Apa sebab? Segerombolan bonek tiba-tiba masuk sambil bentangkan kain bertulis: Jangan Bikin Malu Surabaya!

Bonek kecewa. Di musim ini Persebaya tak sekalipun meraih kemenangan. Selain bentangkan poster, oknum bonek jg merusak sejumlah fasilitas stadion.

Sekali lagi, di akhir laga memang penuh flare. Memang panas. Dan memang rusuh.

Namun ada sejumlah catatan yang harus kita apresiasi. Walau sejatinya tak elok, bila sebuah rusuh diapresiasi. Catatan positif, bahwa rusuh ini tidak menimbulkan korban jiwa. Tidak terlihat aksi saling lempar batu atau keramik antara kedua suporter; seperti pada  kasus rusuh umumnya. Disaat rusuh justru muncul pemandangan unik. Kedua suporter justru duduk dan berada di tribun yang sama. Bahkan, sejumlah suporter Madura ikut berteriak menuntut dan mendesak, Persebaya segera berbenah. Unik memang. Rusuh ini.

Baca Juga :  Valdo-Lizio Siap Turun Lawan Barito

Memang rusuh, laga di Stadion GBT Rabu lalu. Bonek menuntut perbaikan prestasi Tim. Rusuh yang dilampiaskan dengan bentangan poster. Tanpa melukai satu pun suporter tim lawan, yang jelas jelas saat itu membuat tim Persebaya harus berbagi angka.

Rabu malam, saat laga telah usai. Penonton keluar silih berganti dari stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Bonek dan kacong jalan beriringan. Bonek dan Kacong saling boncengan motor bahkan. Unik memang. Rusuh ini. (*)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rakernas III Resmi Ditutup, IWO Mantapkan Peran sebagai Penjaga Moral Informasi Bangsa di Era Digital
PP IWO Minta Media Online Tetap Berpegang Teguh pada Prinsip Kode Etik Jurnalistik di Tengah Arus Disrupsi Digital
Said Abdullah Akui Ratusan Pesantren di Indonesia Jadi Motor Ekonomi Kreatif
Said Abdullah Sebut Pertahanan Semesta Bukan Hanya TNI dan Polri, Tapi Seluruh Elemen Bangsa
Istana Cabut Kartu Pers Jurnalis CNN Indonesia Lantaran Tanya MBG, Ketum IWO: Tindakan Itu Sangat Berlebihan
Mahmud MD Bersedia Gabung Tim Komite Reformasi Polri yang Dibentuk Prabowo Subianto
Said Abdullah Pastikan Dana Rp200 Triliun ke Bank Himbara Sah Secara Hukum
600 Ribu Rekening Penerima Bansos Diduga Bermasalah, Ada yang Digunakan Transaksi Judi Online

Berita Terkait

Kamis, 30 Oktober 2025 - 07:40 WIB

Rakernas III Resmi Ditutup, IWO Mantapkan Peran sebagai Penjaga Moral Informasi Bangsa di Era Digital

Selasa, 28 Oktober 2025 - 21:20 WIB

PP IWO Minta Media Online Tetap Berpegang Teguh pada Prinsip Kode Etik Jurnalistik di Tengah Arus Disrupsi Digital

Kamis, 23 Oktober 2025 - 11:18 WIB

Said Abdullah Akui Ratusan Pesantren di Indonesia Jadi Motor Ekonomi Kreatif

Selasa, 7 Oktober 2025 - 09:38 WIB

Said Abdullah Sebut Pertahanan Semesta Bukan Hanya TNI dan Polri, Tapi Seluruh Elemen Bangsa

Senin, 29 September 2025 - 18:37 WIB

Istana Cabut Kartu Pers Jurnalis CNN Indonesia Lantaran Tanya MBG, Ketum IWO: Tindakan Itu Sangat Berlebihan

Berita Terbaru