Dirut LKBN Antara Siap Ikut Kontestasi di Kongres Persatuan PWI Pusat

- Redaksi

Jumat, 1 Agustus 2025 - 12:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

Direktur Utama (Dirut) Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Akhmad Munir (Doc. Istimewa)

Direktur Utama (Dirut) Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Akhmad Munir (Doc. Istimewa)

NASIONAL, Seputar Jatim – Direktur Utama (Dirut) Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Akhmad Munir, menyatakan siap maju dalam kontestasi menuju kursi Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (Ketum PWI) Pusat periode 2025-2030.

“Bismillah, saya maju untuk membawa PWI kembali bersatu, dengan melakukan rekonsiliasi,” ujarnya, Jumat (1/8/2025).

Lanjut Cak Munir sapaan akrabnya menyatakan, bahwa pihaknya ingin menjadikan PWI sebagai komunitas yang berwibawa dengan harapan baru, membawa secara cepat adaptasi PWI menuju digitalisasi.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan semangat pemersatukan, Cak Munir optimis bisa membawa kebaikan untuk PWI ke depan.

Sebagai bentuk keseriusannya ikut dalam ‘kongres persatuan’ yang digelar akhir Agustus 2025 mendatang, Cak Munir mulai intensif melakukan komunikasi dengan berbagai pihak.

Semua ini, kata dia  dilakukan untuk meminta masukan, nasehat kepada para wartawan senior, dan menambah jaringan serta masukan-masukan dari daerah.

“Berbagai masukan dan saran dari daerah-daerah seluruh Indonesia nantinya bisa dijadikan bekal demi kemajuan PWI ke depan,” bebernya.

Selain itu, Cak Munir juga berdiskusi secara daring dengan para wartawan senior di berbagai provinsi, untuk mendapatkan masukan-masukan serta saran, untuk PWI ke depan lebih baik.

Apalagi, Cak Munir sangat memiliki darah PWI. Pasalnya, Cak Munir telah bergabung dalam PWI sejak mengawali karier sebagai wartawan.

Ia pun menyampaikan, alasan kuat untuk berkontestasi, yakni demi mengembalikan muruah dan martabat PWI sebagai organisasi pers terbesar di Indonesia.

“Darah saya PWI, sepanjang karier jadi wartawan sejak 1991 sampai sekarang (tahun 2025) menjadi pengurus PWI,” ucap mantan Ketua PWI Jatim dua periode ini.

Diketahui sebelumnya, menjelang ‘Kongres Persatuan’, sejumlah nama muncul. Tercatat ada tujuh nama yang dinilai layak untuk memimpin organisasi kewartawanan tertua dan terbesar di Indonesia.

Selain nama Akhmad Munir, juga muncul Atal Sembiring Depari (Ketum PWI Pusat periode 2018-2023), Hendry Ch Bangun (Ketum PWI Pusat hasil Kongres Bandung 2023), dan Zulmansyah Sekedang (Ketum PWI Pusat versi KLB).

Baca Juga :  DKUPP Sumenep Maksimalkan DBHCHT Rp 4,4 Miliar untuk Bangkitkan Industri Tembakau Lokal

Sementara, Teguh Santosa, Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Pusat. Teguh Santoso pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Luar Negeri PWI periode 2013–2018 dan menjadi anggota Dewan Kehormatan (DK) dari 2018 hingga 2020.

Ada juga nama Johnny Hardjojo yang masuk dalam bursa kandidat Ketum PWI Pusat. Johnny lahir di Jakarta pada 14 Maret 1959 dan memulai karier jurnalistiknya sejak akhir 1970-an di PT Metro Pos Jakarta.

Johnny pernah menjabat sebagai Ketua Departemen Pertahanan PWI Pusat (2003–2008), Anggota Dewan Penasihat PWI Pusat (2008–2013), dan saat ini menjadi Ketua Dewan Penasihat PWI Jaya (2024-2029) serta Ketua Dewan Kehormatan Forum Pemred Media Siber Indonesia. Nama lain ada Ketua PWI Depok, Rusdy Nurdiansyah.

Informasi lain menyebut, meski sudah tercatat tujuh kandidat, bukan tidak mungkin akan muncul sosok kandidat lain. Yang terbaru, muncul nama Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim, yang dinilai mampu menjadi penengah.

Menurut wartawan senior Sholahuddin, pihaknya meyakini, tokoh seperti Ahmad Munir atau Lutfil Hakim bisa menjadi bagian dari jalan tengah tersebut.

“Beliau-beliau ini memiliki kapasitas kepemimpinan, integritas, dan kemampuan komunikasi yang diperlukan untuk membawa PWI ke depan,” kata mantan wartawan Jawa Pos ini.

Menurut Hud, panggilan akrab Sholahuddin, tentu saja, proses pemilihan di Kongres Persatuan PWI itu masih dinamis.

Namun, tambah Hud, dengan semakin kencangnya tarik-menarik di antara kubu-kubu yang ada, opsi untuk mencari figur penengah dari luar lingkaran konflik utama tampaknya bisa menjadi pertimbangan serius bagi para pemangku kepentingan di PWI. (EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polemik Toko Kelontong Madura di Yogyakarta Memanas, KMY Kawal Pemeriksaan dan Tempuh Jalur Hukum
Dari Ponsel Sederhana ke Gerakan Sosial, Abdul Aziz di Purbalingga Angkat Martabat Kaum Pekerja
Produk UMKM Sumenep Dibawa KEI ke Yogyakarta, Buka Peluang Pasar Baru
Kena Tipu Saat Kirim Barang, Ketum IWO Desak Pertanggungjawaban PT Indah Logistik
Al-Quran Diduga Jadi Materi Promosi Alkohol, Wamenag: Harus Ada Konsekuensi Tegas
Jelang HUT ke 14, IWO Berbagi Kebahagiaan di SD Muhammadiyah 16 
Jelang Pemeliharaan Oprit Jembatan, Hutama Karya Uji Skema Contraflow di Tol Binjai-Langsa
Harvick Hasnul Qolbi Disebut Sosok Ideal Jadi Mendag di Tengah Gejolak Perdagangan Global

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:14 WIB

Polemik Toko Kelontong Madura di Yogyakarta Memanas, KMY Kawal Pemeriksaan dan Tempuh Jalur Hukum

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:32 WIB

Dari Ponsel Sederhana ke Gerakan Sosial, Abdul Aziz di Purbalingga Angkat Martabat Kaum Pekerja

Sabtu, 19 September 2026 - 09:40 WIB

Produk UMKM Sumenep Dibawa KEI ke Yogyakarta, Buka Peluang Pasar Baru

Rabu, 16 September 2026 - 16:38 WIB

Kena Tipu Saat Kirim Barang, Ketum IWO Desak Pertanggungjawaban PT Indah Logistik

Selasa, 11 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Al-Quran Diduga Jadi Materi Promosi Alkohol, Wamenag: Harus Ada Konsekuensi Tegas

Berita Terbaru