MMP Madura Kepulauan Gencarkan Edukasi Pelestarian Satwa di Pulau Saobi Sumenep

- Redaksi

Jumat, 1 Agustus 2025 - 13:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SOSIALISASI: Kegiatan sosialisasi pelestarian satwa langka, di Balai Desa Saobi, Pulau Kangean, Sumenep. (Doc. Seputar Jatim)

SOSIALISASI: Kegiatan sosialisasi pelestarian satwa langka, di Balai Desa Saobi, Pulau Kangean, Sumenep. (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Dalam rangka mendukung program Folu Net Sink 2030, Masyarakat Mitra Polhut (MMP) Madura Kepulauan menggencarkan edukasi pelestarian satwa langka di Pulau Saobi, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Kegiatan ini mengusung tema “Sosialisasi Pelestarian Satwa Terancam Punah di CA. Pulau Saobi”, dengan fokus utama pada dua spesies endemik Burung Gosong Kaki Merah (Megapodius reinwardt) dan Rusa Timor (Rusa timorensis).

Diketahui, Pulau Saobi sebuah kawasan sunyi di ujung utara Sumenep, memang menyimpan keajaiban ekologi.

Di balik kesenyapan hutannya, seekor burung unik hidup tanpa pola yang lazim. Burung Gosong Kaki Merah tidak mengerami telurnya, tetapi menimbun daun dan tanah, mempercayakan kelangsungan hidup anak-anaknya pada panas bumi dan waktu. Ia menjadi simbol kepercayaan penuh terhadap mekanisme alam.

Baca Juga :  Festival Sapi Sonok di Sumenep Bakal Digelar di Stadion A Yani Panglegur

“Burung gosong ini memberi pelajaran penting bagi kita semua: bahwa kadang, merawat berarti memberi ruang dan kepercayaan, bukan dominasi,” tutur, Ketua MMP Madura Kepulauan, Feri Kurniawan, dalam kegiatan sosialisasi di Balai Desa Saobi. Jumat (1/8/2025).

Di sisi lain, lanju dia, Rusa Timor hidup berdampingan dengan warga. Tidak jarang, rusa-rusa itu terlihat berkeliaran bebas di halaman rumah, hutan, bahkan di pinggir pantai.

Keberadaan mereka menjadi bukti harmonisasi alam dan manusia, suatu fenomena langka di tengah maraknya perburuan dan kerusakan habitat.

“Kegiatan ini kami fokuskan kepada masyarakat sekitar kawasan konservasi dan generasi muda. Kami ingin menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa satwa-satwa ini bukan sekadar hewan, tapi bagian dari identitas dan keseimbangan ekosistem lokal,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Saobi, Hosaini menyambutkan, baik kegiatan tersebut. Menurutnya, program edukasi ini membawa dampak positif terhadap pengetahuan masyarakat dalam menjaga satwa langka.

“Dengan bekal dari sosialisasi ini, masyarakat lebih memahami bagaimana berperan aktif dalam menjaga habitat satwa. Ini penting untuk keberlanjutan lingkungan kita di masa depan,” bebernya.

Ia menegaskan, Pulau Saobi sendiri merupakan satu-satunya kawasan konservasi resmi di wilayah Pulau Madura, dengan luas mencapai 436,826 hektare.

Baca Juga :  Revitalisasi Pasar Anom Baru Mulai Disiapkan, DKUPP Sumenep Lakukan Sosialisasi ke Para Pedagang

“Dikelola oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Jawa Timur, kawasan ini menjadi rumah alami bagi sejumlah spesies langka, termasuk burung gosong dan rusa Timor,” tegasnya.

Kebanggaan masyarakat Saobi terhadap satwa lokal semakin menguat sejak Burung Gosong Kaki Merah ditetapkan sebagai maskot resmi Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-757.

“Kami bangga, karena burung gosong yang selama ini hanya kami kenal sebagai satwa khas desa sekarang telah menjadi simbol kebesaran Kabupaten Sumenep. Ini kehormatan besar bagi desa kami,” ucapnya.

Ia berharap, pengakuan itu bisa menjadi pemicu kesadaran lebih besar untuk menjaga kekayaan alam Saobi.

“Mari kita jaga dan lestarikan satwa ini, bukan hanya untuk kita, tapi sebagai warisan penting bagi anak cucu kita,” pungkasnya. (Sand)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di Balik Pencitraan SPPG Rubaru, Anak Sekolah Diduga Dijadikan Uji Coba MBG
MBG dari SPPG Pakamban Laok 2 Picu Diare Siswa, Wali Murid Takut Melapor
Desa Meddelan Diguncang Dugaan Korupsi hingga Proyek Siluman, Tokoh Pemuda Ancam Audiensi Camat Lenteng
Klarifikasi Kepala SPPG Jambu Berbelit, Sertifikat Wajib MBG Terbukti Belum Lengkap
Proyek Jalan Gelap di Desa Meddelan, Camat Lenteng Pilih Diam
Achmad Fauzi Wongsojudo Lantik Lima Komisioner KI Sumenep Periode 2025–2029
Dugaan Korupsi BUMDes, Kades Meddelan Pilih Tutup Mulut dan Blokir WhatsApp Wartawan
Tumpahan CPO Cemari Laut Gili Iyang Sumenep, Minyak Tongkang Capai Bibir Pantai

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 17:27 WIB

Di Balik Pencitraan SPPG Rubaru, Anak Sekolah Diduga Dijadikan Uji Coba MBG

Selasa, 27 Januari 2026 - 16:12 WIB

MBG dari SPPG Pakamban Laok 2 Picu Diare Siswa, Wali Murid Takut Melapor

Senin, 26 Januari 2026 - 09:43 WIB

Desa Meddelan Diguncang Dugaan Korupsi hingga Proyek Siluman, Tokoh Pemuda Ancam Audiensi Camat Lenteng

Minggu, 25 Januari 2026 - 16:00 WIB

Klarifikasi Kepala SPPG Jambu Berbelit, Sertifikat Wajib MBG Terbukti Belum Lengkap

Sabtu, 24 Januari 2026 - 20:22 WIB

Proyek Jalan Gelap di Desa Meddelan, Camat Lenteng Pilih Diam

Berita Terbaru