Festival Sapi Sonok di Sumenep Bakal Digelar di Stadion A Yani Panglegur

- Redaksi

Jumat, 1 Agustus 2025 - 12:56 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

Flyer Festival Sapi Sonok (Doc. Seputar Jatim)

Flyer Festival Sapi Sonok (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Festival Sapi Sonok, di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, bakal kembali digelar.

Tradisi yang memadukan seni, estetika, dan kearifan lokal, akan digelar di Stadion A. Yani Panglegur, pada Sabtu, 2 Agustus 2025 besok.

Ajang ini bukan sekadar pertunjukan hewan ternak, melainkan perayaan keanggunan dan harmoni antara manusia dengan sapinya.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Puluhan sapi betina akan tampil dengan hiasan meriah, berlenggak-lenggok anggun mengikuti irama musik gamelan khas Madura.

Ketua Penyelenggara, Muhammad Tamyis, mengungkapkan, bahwa festival ini adalah warisan budaya yang telah hidup selama lebih dari 80 tahun.

“Untuk era ini, kami ingin mengenalkan kepada generasi muda sekaligus melestarikan. Agar sapi sonok ini ada penerus dari kalangan anak-anak muda,” ujarnya. Jumat (1/8/2025).

Baca Juga :  Dirut LKBN Antara Siap Ikut Kontestasi di Kongres Persatuan PWI Pusat

Lebih dari sekadar kompetisi, lanjut dia, sapi-sapi akan dinilai berdasarkan irama langkah, keelokan tubuh, kelengkapan aksesori, hingga keharmonisan gerak dengan pawangnya.

Semua itu adalah bentuk dedikasi dan cinta pemilik sapi yang selama berbulan-bulan merawat dan melatih ternaknya untuk tampil sempurna.

“Ini spirit pemilik sapi, berlomba-lomba mempersiapkan sapinya agar bisa ikut kalender event tahunan Sumenep. Harapan kami, event ini bisa menembus skala provinsi, nasional bahkan internasional,” jelasnya.

Selain memperkenalkan budaya, event ini juga memiliki potensi ekonomi besar. Menurutnya, geliat UMKM dan sektor pariwisata lokal akan terdampak positif jika gaung Sapi Sonok mampu menembus perhatian lebih luas.

Sementara itu, Kepala Disbudporapar Sumenep, Moh. Iksan menegaskan, bahwa Sapi Sonok bukan hanya tontonan eksotik, tapi manifestasi nilai-nilai luhur masyarakat Madura.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak hanya menonton, tetapi memahami filosofi di balik Sapi Sonok: kerja keras, kedekatan manusia dengan hewan ternaknya, dan kecintaan terhadap budaya sendiri,” tegasnya.

Ia juga mengajak keluarga untuk hadir menyaksikan langsung festival ini.

“Datang dan saksikan bersama famili, abadikan momen unik ini. Mari bersama-sama kita lestarikan budaya luhur yang menjadi identitas Sumenep dan Madura,” pungkasnya. (Sand)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Kali Tembus KEN, Bupati Andalkan Musik Tong-Tong untuk Promosikan Budaya Madura
Bupati Bawa Pesan Persatuan di Puncak Perayaan Hari Jadi ke-757 Sumenep
Musik Tongtong Sumenep Siap Menggema di MotoGP Mandalika 2026, Bawa Budaya Madura ke Panggung Dunia
Bukan Sekadar Hiburan, Bupati Sumenep Sebut Festival Tong-Tong Jadi Ruang Kreativitas Seniman
Rukun Karya Genap 50 Tahun, Komitmen Lestarikan Ludruk Madura Tak Pernah Pudar
Disbudporapar Sumenep Perkuat Identitas Budaya Lewat Festival Jeren Serek 2026
Pelestarian atau Pemaksaan? Perbup Busana Budaya Sumenep Tuai Gelombang Kritik
Puluhan Pasang Sapi Kerap Meriahkan HUT Perdana DRT di Lapangan Giling Sumenep

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 07:33 WIB

Dua Kali Tembus KEN, Bupati Andalkan Musik Tong-Tong untuk Promosikan Budaya Madura

Minggu, 18 Oktober 2026 - 07:19 WIB

Bupati Bawa Pesan Persatuan di Puncak Perayaan Hari Jadi ke-757 Sumenep

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Musik Tongtong Sumenep Siap Menggema di MotoGP Mandalika 2026, Bawa Budaya Madura ke Panggung Dunia

Senin, 7 September 2026 - 06:58 WIB

Bukan Sekadar Hiburan, Bupati Sumenep Sebut Festival Tong-Tong Jadi Ruang Kreativitas Seniman

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:44 WIB

Rukun Karya Genap 50 Tahun, Komitmen Lestarikan Ludruk Madura Tak Pernah Pudar

Berita Terbaru