Aktivis Senior Akui Joget Sound Horeg di Pragaan Tak Potensi Rusak Moral, Ulama Pesantren Madura Jelas Cederai Adat Keraton Sumenep 

- Redaksi

Rabu, 27 Agustus 2025 - 21:50 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

GOYANG: Peserta karnaval Agustusan dari Puskesmas Pragaan tengah asyik Joget Sound Horeg (SC: Video Viral)

GOYANG: Peserta karnaval Agustusan dari Puskesmas Pragaan tengah asyik Joget Sound Horeg (SC: Video Viral)

SUMENEP, Seputar Jatim – Aktivis Sumenep menilai aksi sejumlah perempuan yang berjoget Sound Horeg pada Karnaval Agustusan di Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, tidak berpotensi merusak moral masyarakat.

Aktivis Senior Asal Sumenep, Ainur Rahman, justru meminta banyak pihak untuk tidak terlalu membesar-besarkan persoalan joget tersebut.

Menurutnya, kegiatan itu jauh lebih positif dibandingkan fenomena hiburan lain yang jelas-jelas berpotensi merusak moral masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Di tengah euforia perayaan Agustusan, pemandangan ibu-ibu berjoget dengan pakaian sopan dan tertutup seharusnya dilihat sebagai contoh nyata kegiatan positif,” ucapnya, seperti dikutip dari media Liputan12.id, Rabu (27/8/2025).

Baca Juga :  Bakesbangpol Sumenep Minta Masyarakat Lapor Bila Ada Karnaval Agustusan yang Tak Patuh Aturan

“Ini bukan sekadar hiburan, tapi juga sarana edukasi dan promosi gaya hidup sehat. Ironisnya, hal yang begini justru dipermasalahkan,” ujarnya dengan santai.

Lanjut ia menegaskan, jika ingin mengkritisi, seharusnya lebih diarahkan pada aktivitas-aktivitas lain yang dinilai tidak selaras dengan nilai kesopanan.

“Kalau mau dibatasi, ya sebaiknya yang jelas-jelas mengganggu kesederhanaan dan akhlak masyarakat, misalnya joget di tempat karaoke bersama LC, atau jingkrak-jingkrak di diskotik lokalan di kabupaten ini. Itu yang lebih layak dikritisi. Jangan masalah kecil dibesar-besarkan, sementara masalah besar malah diam seribu bahasa,” jelasnya..

Sementara itu, Kepala Sekretaris Badan Silaturrohim Ulama Pesantren Madura, Sufyan Habsyi menegaskan, bahwa Joget Sound Horeg yang diduga dilakukan oleh peserta karnaval dari Puskesmas Pragaan, sangat menyalahi norma agama serta mencederai nilai budaya Sumenep.

Bahkan, aksi tersebut kurang pantas ditampilkan di ruang publik dan di lingkungan yang banyak pesantren besar. Aksi yang sangat vulgar kemarin itu, kata dia, sangat tidak mencerminkan adat Keraton Sumenep, yang dikenal halus dan mengedepankan tata krama.

“Jangankan sikap, perilaku dan bicara orang Sumenep punya ciri khas tersendiri yang tidak sama dengan daerah-daerah lain. Naudzubillahi min dzalik, semoga ini menjadi yang terakhir pada event-event berikutnya tidak terjadi kembali,” tandasnya.

Baca Juga :  Viral Aksi Sejumlah Perempuan Berbusana Ketat Joget Sound Horeg, Karnaval Agustusan di Pragaan Tuai Protes

“Terus terang saya sangat kecewa, saya sangat malu dengan karnaval kemarin itu. Sekarang viral dan sudah sudah mencoreng nama baik Pragaan,” pungkas Tokoh Masyarakat Pragaan itu. (EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam
Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi
Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB
Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026
Dua Kades Terjerat Kasus Narkoba, DPMD Sumenep Pilih Tegak Lurus pada Hukum
Geger! Bayi Laki-Laki Ditemukan di Atas Kursi Rusak di Pinggir Jalan Prenduan Sumenep
Dugaan Perusakan Rumah dan Teror Celurit di Pamekasan, Jaka Jatim Desak Polisi Usut Tuntas
Kuota Cuma 20 Grup, Jangan Lewatkan! Festival Banjari Al-Habsyi se-Sumenep Siapkan Hadiah Jutaan

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Dua Kades Terjerat Kasus Narkoba, DPMD Sumenep Pilih Tegak Lurus pada Hukum

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:58 WIB

Geger! Bayi Laki-Laki Ditemukan di Atas Kursi Rusak di Pinggir Jalan Prenduan Sumenep

Berita Terbaru