Guru di Pragaan Tolak MBG, Hanya Dijadikan Bisnis Cari Keuntangan Tanpa Memperhatikan Gizi Seimbang

- Redaksi

Rabu, 1 Oktober 2025 - 14:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

MAKANAN: Menu MBG yang diterima siswa yanc diduga tidak memenuhi gizi seimbang (Foto Istimewa)

MAKANAN: Menu MBG yang diterima siswa yanc diduga tidak memenuhi gizi seimbang (Foto Istimewa)

SUMENEP, Seputar Jatim – Anggaran untuk makan bergizi gratis (MBG) 2025 dipatok sebesar Rp71 triliun, untuk memberi makan 82,9 juta orang anak sekolah dan ibu hamil.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto, menargetkan setiap anak berhak menerima MBG senilai Rp15 ribu per porsi.

Namun, kemudian presiden memangkasnya menjadi hanya Rp10 ribu per porsi yang diberikan setiap hari, kecuali hari libur.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan fakta dilapangan tidak semua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyajikan MBG sesuai aturan pemerintah.

Baca Juga :  Hari Kesaktian Pancasila 2025, Kepala Bakesbangpol Ingatkan Generasi Muda Tak Terjebak Seremonial

Salah satunya, Dapur MBG di Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, diduga menyajikan MBG tidak sesuai standar menu, karena terbukti gagal memenuhi hak anak atas pangan bergizi dan sehat.

“Dari kemarin, memang kami pantau terus MBG ini, sudah hampir dua minggu menu makanan yang diberikan tidak sesuai. Seperti yang terjadi hari ini, lauknya hanya tahu saja. Dan porsi nasi dan buah malah minim, kadang ada buah yang busuk,” ucap salah satu Guru di Kecamatan Pragaan, berinisial HN, Rabu (1/10/2025).

Ia pun menilai standar gizi yang diberikan kepada siswa tidak ideal. Untuk itu, pihaknya menolak dengan adanya MBG apabila menu yang dipilih tidak memenuhi kriteria pemenuhan gizi yang seimbang.

Bahkan, pihaknya juga mendesak pemerintah agar pengelolaan menu harus memperhatikan kombinasi gizi yang seimbang, bukan sekadar memenuhi selera anak.

“Tentu, saya sebagai guru harus berani menolak dengan makanan yang tidak memenuhi gizi yang seimbang,” tandasnya.

“Saya takut ada oknum yang menjalankan Program MBG ini hanya dijadikan bisnis untuk mencari keuntangan, tanpa memperhatikan gizi dan kesehatan anak,” pungkasnya. (EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam
Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi
Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB
Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026
Dua Kades Terjerat Kasus Narkoba, DPMD Sumenep Pilih Tegak Lurus pada Hukum
Geger! Bayi Laki-Laki Ditemukan di Atas Kursi Rusak di Pinggir Jalan Prenduan Sumenep
Dugaan Perusakan Rumah dan Teror Celurit di Pamekasan, Jaka Jatim Desak Polisi Usut Tuntas
Kuota Cuma 20 Grup, Jangan Lewatkan! Festival Banjari Al-Habsyi se-Sumenep Siapkan Hadiah Jutaan

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:44 WIB

Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Dua Kades Terjerat Kasus Narkoba, DPMD Sumenep Pilih Tegak Lurus pada Hukum

Berita Terbaru