Sumenep Kembali Diguncang Gempa 5,0 Magnitudo, Bupati Minta Warga Tetap Tenang dan Berdoa

- Redaksi

Senin, 13 Oktober 2025 - 01:19 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

TEGAS: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, saat diwawncarai media (Foto Istimewa)

TEGAS: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, saat diwawncarai media (Foto Istimewa)

 

SUMENEP, Seputar Jatim – Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali diguncang gempa bumi berkekuatan 5,0 magnitudo mengguncang pada Senin (13/10/2025) sekitar pukul 14.10 WIB.

Meski tidak berpotensi tsunami, namun getarannya cukup terasa di beberapa kecamatan, membuat sebagian warga panik dan berhamburan keluar rumah.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Atas kejadian itu, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, meminta masyarakat untuk tetap tenang, memperbanyak doa, dan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan.

“Kita harus tetap tenang dan banyak berdoa. Jangan panik, tapi tetap waspada. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Ia juga meminta masyarakat untuk menghindari bangunan yang mengalami kerusakan akibat guncangan.

Baca Juga :  Diskominfo Sumenep Buka Wawasan Baru Bagi Generasi Muda Melalui Workshop dan Kompetisi Film Pendek 2025

Lanjut Fauzi menuturkan, bahwa pemerintah daerah terus memantau kondisi di lapangan dan menyiagakan seluruh tim tanggap darurat untuk memastikan keselamatan warga.

“Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD dan pihak terkait. Pemerintah akan hadir secepat mungkin untuk membantu masyarakat yang terdampak,” tuturnya.

Selain mengimbau kewaspadaan, ia menekankan pentingnya solidaritas sosial dan gotong royong antarwarga di tengah situasi pascagempa.

“Doa dan kebersamaan menjadi kekuatan kita menghadapi setiap musibah. Dengan saling membantu, penanganan dampak gempa akan lebih cepat dan ringan,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep Ahmad Laili Maulidi menyampaikan, adanya beberapa laporan kerusakan ringan akibat gempa tersebut.

“Dari hasil pendataan sementara, terdapat dua rumah warga yang mengalami retakan pada dinding dan satu bangunan sekolah yang terdampak di bagian atap,” ungkapnya.

BPBD juga mengimbau masyarakat, terutama di wilayah Pulau Sapudi dan sekitarnya, untuk tetap siaga dan tidak mudah termakan isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga :  Gaungkan Semangat Digital, Bapenda Sumenep Buka Lomba Video Pendek VIRALSUMENEP

“Kami terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan aparat desa. Masyarakat diharapkan tetap tenang, namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan,” pesannya.

Sementara itu, Salah seorang warga Kecamatan Dungkek, Siti Rahmah, mengaku kaget saat merasakan getaran gempa yang cukup kuat.

“Saya sedang memasak, tiba-tiba lantai terasa bergetar dan perabotan berguncang. Kami langsung keluar rumah bersama anak-anak,” pungkasnya.

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada 47 kilometer di tenggara Sumenep dengan kedalaman 14 kilometer.

Guncangan ini dirasakan hingga ke sejumlah wilayah daratan, namun dipastikan tidak menimbulkan potensi tsunami.

Hingga kini, tidak ada laporan korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama BPBD terus memantau situasi dan menyiapkan langkah-langkah cepat untuk mengantisipasi dampak lanjutan. (EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jaga Hak Korban, Kapolresta Sumenep Serahkan Kendaraan Barang Bukti untuk Dipinjam Pakai
Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam
Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi
IWO Gelar Seminar Jurnalistik di UPI Sumenep, Etika Pers Tak Boleh Kalah oleh AI
Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB
Gandeng Kepolisian, Disperkimhub Sumenep Perketat Penertiban Jukir Liar
Disperkimhub Sumenep Terapkan Tarif Parkir Nonberlangganan bagi Kendaraan Pelat Luar
Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Jaga Hak Korban, Kapolresta Sumenep Serahkan Kendaraan Barang Bukti untuk Dipinjam Pakai

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:44 WIB

Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:59 WIB

IWO Gelar Seminar Jurnalistik di UPI Sumenep, Etika Pers Tak Boleh Kalah oleh AI

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB

Berita Terbaru