Diskominfo Sumenep Buka Wawasan Baru Bagi Generasi Muda Melalui Workshop dan Kompetisi Film Pendek 2025

- Redaksi

Senin, 13 Oktober 2025 - 10:06 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

FOKUS: Diskominfo Sumenep, saat menggelar Workshop dan Kompetisi Film Pendek tingkat pelajar dan mahasiswa 2025 di Aula setempat (Foto Istimewa)

FOKUS: Diskominfo Sumenep, saat menggelar Workshop dan Kompetisi Film Pendek tingkat pelajar dan mahasiswa 2025 di Aula setempat (Foto Istimewa)

SUMENEP, Seputar Jatim – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar Workshop dan Kompetisi Film Pendek Tingkat Pelajar dan Mahasiswa 2025, dengan mengusung tema “Dari Akar Tradisi Menuju Layar Digital”.

Acara ini digelar di Aula Diskominfo Sumenep, yang diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai sekolah dan kampus di wilayah daratan maupun kepulauan.

Tak hanya itu, kegiatan tersebut juga menghadirkan sejumlah praktisi profesional di dunia perfilman sebagai narasumber, di antaranya Hariono Putra (Director of Photography), Badruz Zeman (Filmmaker, Animator, dan Founder 50 Feet Cinema), serta Asri Nai’ Mollah (Film Scriptwriter).

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sehingga para peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan teknis sinematografi, tetapi juga pembekalan tentang ide cerita dan penyusunan naskah film.

Salah satu peserta, mahasiswi dari Universitas Wiraraja Sumenep, Riska Maulidya, mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Baca Juga :  Demi Terhindar Bencana Alam, Pemkab Sumenep Lakukan Doa Bersama di Pendopo Agung Keraton

Ia menilai, workshop ini membuka wawasan baru tentang bagaimana tradisi lokal bisa dikemas dalam karya film yang menarik dan relevan dengan masa kini.

“Kami jadi tahu bagaimana mengubah cerita sederhana dari kampung sendiri menjadi film yang punya makna besar. Ini bukan cuma soal teknik, tapi soal cara kita menghargai budaya dan memperkenalkan Sumenep lewat layar,” katanya, Senin (13/10/2025).

Peserta lainnya pelajar dari SMA Negeri di Sumenep, Miftahul Huda, juga mengungkapkan semangatnya untuk ikut berkompetisi.

“Dulu saya hanya suka nonton film, sekarang saya ingin belajar membuatnya. Lewat kegiatan ini saya termotivasi untuk bercerita tentang kehidupan masyarakat Sumenep dari sudut pandang anak muda,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kabupaten Sumenep, Indra Wahyudi mengatakan, bahwa kegiatan ini menjadi ruang ekspresi bagi anak muda untuk mengenal dan mengangkat nilai-nilai budaya daerah melalui karya film.

“Kabupaten Sumenep menyimpan banyak cerita, nilai, dan tradisi yang membentuk jati diri kita hari ini. Melalui film, kami ingin generasi muda menuturkan kembali kisah itu dengan cara baru yang dekat dengan dunia mereka,” tuturnya.

Menurutnya, kekayaan budaya dan kearifan lokal Sumenep akan semakin bermakna bila diceritakan oleh generasi muda yang kreatif dan melek digital.

Untuk itu, kegiatan ini diharapkan menjadi wadah lahirnya kreator muda yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap akar tradisi.

“Tema Dari Akar Tradisi Menuju Layar Digital mengingatkan kita agar tidak melupakan akar budaya yang menumbuhkan kita, sekaligus berani menapaki dunia digital sebagai ruang baru untuk berkarya dan berinovasi,” bebernya.

Lebih lanjut ia menuturkan, bahwa ajang tersebut bukan semata kompetisi, melainkan juga sarana belajar dan membangun keberanian untuk berkarya.

Baca Juga :  Rumah Korban Gempa di Pulau Sapudi Mulai Diperbaiki, Bupati Sumenep Ajak Warga Kembali Bangkit

Ia pun berharap, para peserta mampu menampilkan potret kehidupan masyarakat Sumenep secara jujur, segar, dan inspiratif.

“Kami ingin melihat bagaimana anak-anak muda Sumenep memaknai kehidupan di sekitar mereka, tentang perjuangan, persahabatan, dan impian. Melalui film, kita belajar memandang Sumenep dari sudut yang lebih indah,” pungkasnya.

Melalui workshop dan kompetisi ini, Diskominfo berharap dapat melahirkan lebih banyak generasi kreatif yang mampu membawa nilai-nilai budaya daerah ke dunia digital dengan cara yang inspiratif, berkarakter, dan membanggakan Kabupaten Sumenep. (EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam
Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi
Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB
Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026
Dua Kades Terjerat Kasus Narkoba, DPMD Sumenep Pilih Tegak Lurus pada Hukum
Geger! Bayi Laki-Laki Ditemukan di Atas Kursi Rusak di Pinggir Jalan Prenduan Sumenep
Dugaan Perusakan Rumah dan Teror Celurit di Pamekasan, Jaka Jatim Desak Polisi Usut Tuntas
Kuota Cuma 20 Grup, Jangan Lewatkan! Festival Banjari Al-Habsyi se-Sumenep Siapkan Hadiah Jutaan

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:44 WIB

Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Dua Kades Terjerat Kasus Narkoba, DPMD Sumenep Pilih Tegak Lurus pada Hukum

Berita Terbaru