Rumah Korban Gempa di Pulau Sapudi Mulai Diperbaiki, Bupati Sumenep Ajak Warga Kembali Bangkit

- Redaksi

Rabu, 8 Oktober 2025 - 20:29 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

GOTONG ROYONG: Anggota TNI semangat memberbaiki rumah korban gempa di Pulau Sapudi (Doc. Seputar Jatim)

GOTONG ROYONG: Anggota TNI semangat memberbaiki rumah korban gempa di Pulau Sapudi (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, telah melakukan rehabilitasi rumah-rumah yang rusak akibat gempa bumi berkekuatan 6,5 magnitudo di Pulau Sapudi.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, terdapat 519 bangunan yang terdampak. Rinciannya meliputi 192 rumah rusak ringan, 165 rusak sedang, 107 rusak berat, dan 10 rusak sangat berat.

Selain rumah warga, sejumlah fasilitas umum juga rusak, di antaranya 33 tempat ibadah, 9 sarana pendidikan, serta 2 fasilitas kesehatan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, bahwa pemerintah daerah harus hadir sepenuhnya untuk membantu warga yang menjadi korban bencana.

Lanjut ia menegaskan, rehabilitasi rumah yang masuk kategori rusak ringan dan sedang telah mulai dikerjakan secara bertahap.

Baca Juga :  RSUD Moh Anwar Sumenep Resmi Buka Layanan Bedah Digestif, Ini Jadwalnya

“Mulai kemarin, perbaikan rumah warga yang rusak sedang maupun ringan sudah berjalan. Kami ingin masyarakat segera bisa kembali menempati rumahnya dengan layak dan aman,” ujarnya, Rabu (8/10/2025).

Program rehabilitasi ini tidak hanya sekadar membangun fisik rumah, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab pemerintah untuk memulihkan kehidupan sosial warga terdampak.

“Pemerintah tidak hanya memperbaiki bangunan, tetapi juga memulihkan semangat masyarakat agar kembali bangkit. Kami ingin mereka merasakan bahwa pemerintah benar-benar hadir di tengah mereka,” tuturnya.

Sementara, untuk menjamin ketepatan sasaran, pihaknya telah menurunkan tim teknis dan relawan lapangan guna melakukan pendataan ulang dan verifikasi kondisi bangunan.

Pendampingan juga dilakukan agar proses rehabilitasi berjalan transparan dan sesuai kebutuhan warga.

Meski fokus awal diarahkan pada rumah rusak ringan dan sedang, ia juga memastikan rumah dengan tingkat kerusakan berat dan sangat berat juga akan ditangani, hanya saja membutuhkan waktu dan anggaran yang lebih besar.

“Tahap berikutnya kita akan menyentuh rumah-rumah yang rusak berat dan sangat berat. Pemerintah tetap memperhatikan semuanya, karena tidak boleh ada warga yang tertinggal dalam proses pemulihan ini,” tandasnya.

Langkah cepat pemerintah daerah ini disambut positif oleh warga Sapudi. Mereka mengaku bersyukur atas kehadiran tim rehabilitasi yang mulai memperbaiki rumah-rumah mereka.

Salah satu warga terdampak, Samsul Hadi, merasa sangat bersyukur ketika melihat rumahnya mulai diperbaiki.

“Waktu gempa itu kami hanya bisa pasrah. Rumah retak, atapnya roboh. Tapi sekarang sudah mulai diperbaiki. Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada pemerintah yang cepat turun tangan,” ujar  warga Desa Prambanan, Kecamatan Gayam itu.

Baca Juga :  DPRD Terima Nota Keuangan APBD 2026 dari Bupati Sumenep

Hal senada disampaikan warga Desa Kalowang, yang rumahnya rusak sedang akibat gempa.

“Kami merasa diperhatikan. Bantuan ini sangat berarti, karena kami tidak punya kemampuan untuk memperbaiki sendiri. Mudah-mudahan semua rumah bisa segera selesai dan kami bisa hidup tenang lagi,” tutur Rohaniyah.

Dengan dimulainya proses rehabilitasi ini, masyarakat Pulau Sapudi kini dapat menatap masa depan dengan lebih tenang. (EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral! Avanza Putih Muat Jeriken Diduga Isi Pertalite di SPBU Kolor Sumenep
Kabel WiFi Semrawut di Jalan Pakondang Picu Warga Terjatuh, Pemuda: Haruskah Menunggu Korban Lagi?
Geger! Warga Batang-Batang Daya Sumenep Temukan Mayat Diduga Bakar Diri
Dituding Pelakor, Perempuan di Sampang Lapor Polisi Usai Alat Kelaminnya Diolesi Cabai
SMSI Kecam Dugaan Pengusiran Wartawan, Tolak Hadiri Undangan Polresta Sumenep
Hari Jadi ke-758 Sumenep, Logo Baru Jadi Simbol Sejarah dan Semangat Kemajuan
Aroma Dugaan Penyelewengan DD Meddelan Terungkap, Inspektorat Sumenep Dinilai Kecolongan
Inspektorat Sumenep Periksa Dana Desa Meddelan, Warga Mulai Bertanya?

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 11:20 WIB

Viral! Avanza Putih Muat Jeriken Diduga Isi Pertalite di SPBU Kolor Sumenep

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:57 WIB

Kabel WiFi Semrawut di Jalan Pakondang Picu Warga Terjatuh, Pemuda: Haruskah Menunggu Korban Lagi?

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:14 WIB

Geger! Warga Batang-Batang Daya Sumenep Temukan Mayat Diduga Bakar Diri

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Dituding Pelakor, Perempuan di Sampang Lapor Polisi Usai Alat Kelaminnya Diolesi Cabai

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:54 WIB

SMSI Kecam Dugaan Pengusiran Wartawan, Tolak Hadiri Undangan Polresta Sumenep

Berita Terbaru

Pengamat Kebijakan Publik, Fauzi As (Doc. Seputar Jatim)

Opini Publik

TEMPO BERJUDI DI MADURA

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:18 WIB

PAKAIAN: Polresta Sumenep, mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kasus persetubuhan pelajar (Dok. Seputar Jatim)

Hukum & Kriminal

Terbongkar! Pria di Sumenep Diduga Setubuhi Pelajar 17 Tahun Dua Kali

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:11 WIB