Kepala MTsN 3 Saronggi Sumenep Nyatakan 4 Paket MBG Dikembalikan Usai Ditolak Siswa

- Redaksi

Senin, 15 Desember 2025 - 21:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

BERWIBAWA: Kepala MTsN 3 Saronggi, Didik Santoso, saat ditemui di ruang kerjanya (Mufti Che - Seputar Jatim)

BERWIBAWA: Kepala MTsN 3 Saronggi, Didik Santoso, saat ditemui di ruang kerjanya (Mufti Che - Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perhatian publik setelah muncul video, tampak seorang guru mengemas kembali nasi dan lauk MBG yang tidak dimakan oleh siswa MTsN 3 Saronggi Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Menanggapi hal tersebut, Kepala MTsN 3 Saronggi, Didik Santoso, buka suara. Ia menegaskan bahwa tidak semua siswa menolak MBG.

Dari total makanan yang dibagikan, hanya empat paket MBG yang dikembalikan karena tidak dikonsumsi oleh siswa penerima.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Yang dikembalikan hanya empat, bukan semuanya seperti yang video yang beredar,” ujarnya, saat ditemui di ruangannya, Senin (15/12/2025).

Baca Juga :  Banjir Bukan Lagi Sekadar Cuaca, Riset BRIDA dan ITS Bongkar Alarm Tata Kota Sumenep

Namun, fakta visual dalam video yang beredar justru menunjukkan gambaran berbeda. Terlihat jelas bahwa menu MBG yang tidak disentuh siswa jumlahnya lebih dari empat paket.

Dalam cuplikan tersebut, tampak tumpukan nasi dan telur yang masih utuh dikemas oleh salah satu guru, menandakan makanan itu benar-benar tidak dikonsumsi oleh para siswa.

Kondisi tersebut memperkuat dugaan bahwa penolakan menu MBG tidak bersifat insidental, melainkan terjadi secara cukup masif.

Fakta ini sekaligus memunculkan tanda tanya terhadap pernyataan Kepala MTsN 3 Saronggi, yang sebelumnya menyebut mengembalikan empat paket menu.

Sehingga pernyataan tersebut cenderung menghindar dan berupaya meredam situasi agar polemik tidak semakin meluas, di tengah sorotan publik yang kian menguat terhadap pelaksanaan program MBG di lingkungan sekolah tersebut.

Meski demikian, pihak sekolah tidak menutup mata terhadap kritik dan masukan yang muncul. Ia berharap agar polemik ini dapat dijadikan bahan evaluasi bersama oleh semua pihak terkait.

“Kami berharap polemik ini menjadi bahan evaluasi bersama. Tujuan utama program MBG adalah pemenuhan gizi anak-anak, sehingga ke depan kami berharap menu yang disajikan semakin variatif dan sesuai dengan selera siswa,” katanya.

Ia menegaskan, komitmen MTsN 3 Saronggi dalam mendukung penuh Program MBG sebagai program nasional yang bertujuan meningkatkan kesehatan dan kualitas gizi siswa.

“Kami mendukung penuh Program Makan Bergizi Gratis dan berharap semua pihak dapat melihat persoalan ini secara utuh, agar program ini terus berjalan lebih baik dan memberikan manfaat maksimal bagi peserta didik,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah sejumlah siswa di MTsN 3 Saronggi, Kabupaten Sumenep, menolak hidangan yang disajikan.

Penolakan itu terekam dalam sebuah video yang beredar luas, memperlihatkan salah satu guru tengah mengemas kembali nasi dan lauk MBG yang tidak disentuh oleh para siswa.

Dalam video tersebut, banyak menu MBG yang dikemas, terdiri dari nasi putih, olahan telur, tempe, potongan sayur, dan satu buah pisang.

Baca Juga :  Siswa MTsN Saronggi Diduga Tolak Menu MBG, Banyak Makanan Tak Tersentuh

Bahkan, ada sebagian besar makanan itu dibiarkan utuh oleh siswa. Hanya pisang yang terlihat dibawa atau dimakan oleh sebagian mereka.

“Kalau seperti ini, kan mubadzir. Ada yang hanya makan pisangnya, telurnya hambar,” imbuh seorang guru. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jaga Hak Korban, Kapolresta Sumenep Serahkan Kendaraan Barang Bukti untuk Dipinjam Pakai
IWO Gelar Seminar Jurnalistik di UPI Sumenep, Etika Pers Tak Boleh Kalah oleh AI
Puluhan Grup Ikuti Festival Banjari Al-Habsyi Piala DRT The Big Family, Majelis At-Taufiq Siap Guncang Malam Puncak
SKK Migas-KEI Perkuat Kompetensi Guru Non-PNS di Kepulauan Sumenep, Kemenag, DPRD dan Akademisi Beri Apresiasi
Realisasi Investasi Sumenep Lampaui Target Triwulan II, DPMPTSP Perkuat Pembinaan Pelaku Usaha
Kecewa Audiensi Tak Ditemui Kepala DKPP Pamekasan, JKP Siapkan Aksi Petani 13 Kecamatan
Warga Langsar Dilanda Kekeringan, Bupati Sumenep Turun Langsung Salurkan Air Bersih
Raker 2027, SMSI Sumenep Siapkan Strategi Tembus Pasar Nasional Lewat Penguatan Teknologi Digital

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Jaga Hak Korban, Kapolresta Sumenep Serahkan Kendaraan Barang Bukti untuk Dipinjam Pakai

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:59 WIB

IWO Gelar Seminar Jurnalistik di UPI Sumenep, Etika Pers Tak Boleh Kalah oleh AI

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:41 WIB

Puluhan Grup Ikuti Festival Banjari Al-Habsyi Piala DRT The Big Family, Majelis At-Taufiq Siap Guncang Malam Puncak

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:51 WIB

SKK Migas-KEI Perkuat Kompetensi Guru Non-PNS di Kepulauan Sumenep, Kemenag, DPRD dan Akademisi Beri Apresiasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Realisasi Investasi Sumenep Lampaui Target Triwulan II, DPMPTSP Perkuat Pembinaan Pelaku Usaha

Berita Terbaru