Serius Tangani Stunting, Pemkab Sumenep Gandeng SKK Migas dan KEI Turun ke Kepulauan

- Redaksi

Kamis, 15 Januari 2026 - 17:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOKUS: Pemkab Sumenep Gandeng SKK Migas dan KEI turun saat ke Kepulauan untuk menangani stunting (Doc. Seputar Jatim)

FOKUS: Pemkab Sumenep Gandeng SKK Migas dan KEI turun saat ke Kepulauan untuk menangani stunting (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, bersama SKK Migas dan Kangean Energy Indonesia memperkuat komitmen penanganan stunting melalui program Sumenep Asupan Pangan Ceria Indah Merata (Suapan Cinta) di Desa Pagerungan Kecil dan Desa Pagerungan Besar.

Program ini menjadi wujud kolaborasi lintas sektor antara Pemerintah Kabupaten Sumenep, industri migas, dan pemerintah desa untuk menjangkau wilayah kepulauan yang selama ini menghadapi tantangan geografis serta keterbatasan akses layanan kesehatan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf menegaskan, bahwa Suapan Cinta tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga edukasi dan pendampingan langsung kepada keluarga sasaran.

“Penanganan stunting tidak cukup dengan distribusi bantuan. Melalui Suapan Cinta, kami melakukan edukasi gizi, pemberian makanan tambahan (PMT), serta penyaluran susu bagi balita dan ibu hamil secara terpadu,” ujarnya, Rabu (14/1).

Baca Juga :  Demokrasi Dijual Murah, Pilkada Langsung dalam Cengkeraman Politik Uang

Menurutnya, pendekatan langsung menjadi kunci agar program berdampak berkelanjutan. Selain pemenuhan gizi, edukasi diharapkan menumbuhkan kesadaran jangka panjang tentang kesehatan ibu dan anak.

“Kami ingin ada sentuhan psikologis dan motivasi. Dengan dialog langsung, pesan lebih mudah dipahami dan diterapkan,” tambahnya.

Kepala Desa Pagerungan Kecil, Halilurahman, mengapresiasi keterlibatan Pemkab Sumenep dan KEI yang turun langsung ke lapangan. Ia menilai pendekatan ini berbeda karena tidak sekadar administratif.

“Kali ini ada sosialisasi, dialog, dan pendampingan langsung kepada warga sasaran. Ini sangat membantu desa,” katanya, Kamis (15/1/2026).

Ia berharap program serupa berlanjut dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan agar pencegahan stunting di wilayah kepulauan berjalan berkesinambungan.

“Dengan dukungan semua pihak, stunting di pulau kami bisa ditekan bahkan dihilangkan,” ujarnya.

Sementara itu, Manager PGA KEI, Kampoi Naibaho, menyatakan komitmen perusahaan untuk terlibat aktif dalam pemantauan dan pendampingan Suapan Cinta di wilayah kerja KEI.

“Kami berdialog langsung dengan warga sasaran, kader posyandu, dan tenaga kesehatan untuk memastikan program berjalan efektif,” ungkapnya.

Ia menegaskan pentingnya menjaga sinergi agar program penanganan stunting tidak bersifat seremonial, melainkan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

“Program ini membutuhkan dukungan bersama agar manfaatnya benar-benar dirasakan,” pungkasnya. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MBG dari SPPG Pakamban Laok 2 Picu Diare Siswa, Wali Murid Takut Melapor
Klarifikasi Kepala SPPG Jambu Berbelit, Sertifikat Wajib MBG Terbukti Belum Lengkap
Achmad Fauzi Wongsojudo Lantik Lima Komisioner KI Sumenep Periode 2025–2029
MBG Ditemukan Asal-asalan, SPPG Legung Barat Akui Enam Sertifikat Wajib Belum Lengkap
SPPG Saronggi Klaim Sesuai SOP, Fakta Lapangan Justru MBG Tak Layak Dikonsumsi
Cuci Tangan di Tengah Polemik SPPG Rubaru, Pernyataan Anggota DPRD Sumenep Dinilai Lepas Tanggung Jawab
Menu Berjamur, Jawaban Kabur: Kepala SPPG Jambu Dinilai Gagal Jelaskan Standar Keamanan Pangan
Siswa Alami Diare Usai Santap MBG, SPPG Pakamban Laok 2 Dipertanyakan Pengawasannya

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 16:12 WIB

MBG dari SPPG Pakamban Laok 2 Picu Diare Siswa, Wali Murid Takut Melapor

Minggu, 25 Januari 2026 - 16:00 WIB

Klarifikasi Kepala SPPG Jambu Berbelit, Sertifikat Wajib MBG Terbukti Belum Lengkap

Sabtu, 24 Januari 2026 - 08:53 WIB

Achmad Fauzi Wongsojudo Lantik Lima Komisioner KI Sumenep Periode 2025–2029

Jumat, 23 Januari 2026 - 17:13 WIB

MBG Ditemukan Asal-asalan, SPPG Legung Barat Akui Enam Sertifikat Wajib Belum Lengkap

Jumat, 23 Januari 2026 - 17:05 WIB

SPPG Saronggi Klaim Sesuai SOP, Fakta Lapangan Justru MBG Tak Layak Dikonsumsi

Berita Terbaru