SUMENEP, Seputar Jatim – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur kembali menuai sorotan keras.
Sejumlah wali murid mengeluhkan kualitas menu MBG yang dinilai tidak layak saji dan berpotensi membahayakan kesehatan siswa.
Keluhan itu mencuat setelah beberapa orang tua siswa mendapati makanan yang dibagikan kepada anak-anak mereka dalam kondisi tidak segar.
Bahkan, sebagian menu disebut berbau, teksturnya berubah, dan jauh dari standar makanan sehat yang seharusnya dikonsumsi pelajar.
“Saya kaget saat anak saya pulang, nasinya sudah dingin dan lauknya berbau. Ini jelas bukan makanan yang layak dimakan anak sekolah,” ungkap salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya, Senin (27/1/2026).
Kekhawatiran para wali murid kian meningkat mengingat MBG merupakan program yang digadang-gadang untuk meningkatkan gizi dan kesehatan siswa.
Namun, kondisi makanan yang diterima justru dinilai bertolak belakang dengan tujuan mulia program tersebut.
“Kalau seperti ini terus, kami takut anak-anak malah sakit. Harusnya ada pengawasan ketat, bukan asal dibagikan,” tambah wali murid lainnya.
Ironisnya, saat dikonfirmasi terkait berbagai keluhan tersebut, Kepala SPPG Saronggi Sumenep, terkesan memilih bungkam.
Upaya untuk meminta klarifikasi, baik melalui sambungan telepon maupun pesan singkat, tidak mendapat respons hingga berita ini diterbitkan.
Sikap diam tersebut memicu kekecewaan publik dan menimbulkan tanda tanya besar terkait transparansi serta tanggung jawab pengelola SPPG dalam menjalankan program MBG. (Che)
*
Penulis : EM
Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com









