Bappeda Sumenep Matangkan Arah Pembangunan 2027 Lewat Forum Konsultasi Publik

- Redaksi

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAPAT: Pj. Sekda Sumenep Syahwan Effendy bersama Kepala Bappeda Arif Firmanto saat memimpin jalannya FKP RKPD 2027 di Aula Potre Koning Bappeda Sumenep (Doc. Jago Berita)

RAPAT: Pj. Sekda Sumenep Syahwan Effendy bersama Kepala Bappeda Arif Firmanto saat memimpin jalannya FKP RKPD 2027 di Aula Potre Koning Bappeda Sumenep (Doc. Jago Berita)

SUMENEP, Seputar Jatim – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Potre Koneng Bappeda Sumenep tersebut menjadi tahapan strategis dalam proses penyusunan RKPD sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 86 Tahun 2017.

Forum Konsultasi Publik ini bertujuan menghimpun masukan dan saran dari berbagai pemangku kepentingan guna menyempurnakan arah kebijakan, prioritas, serta target pembangunan daerah Kabupaten Sumenep.

FKP RKPD dipimpin oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Raden Achmad Syahwan Effendy.

Forum ini dihadiri para kepala perangkat daerah, camat se-Kabupaten Sumenep, perwakilan instansi vertikal, tim ahli Bupati, akademisi, organisasi profesi, organisasi kemasyarakatan, pelaku dunia usaha, serta insan media. Sejumlah peserta juga mengikuti kegiatan secara daring.

Baca Juga :  Uji Karakter hingga Etika, Seleksi Duta Kampus UNIBA Madura Masuki Fase Penentuan

Dalam sambutannya, Pj Sekretaris Daerah, Raden Achmad Syahwan Effendy menegaskan, bahwa Forum Konsultasi Publik merupakan ruang strategis untuk membangun kesepahaman bersama dalam merumuskan perencanaan pembangunan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Forum ini menjadi wadah untuk menyelaraskan kebijakan pembangunan daerah dengan aspirasi masyarakat, sehingga perencanaan yang dihasilkan benar-benar partisipatif dan berdampak,” ujarnya, Rabu (28/1/2026).

Ia menjelaskan, tema pembangunan Kabupaten Sumenep Tahun 2027, yang merupakan tahun ketiga pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, mengusung tema “Mendorong Sumber Daya Manusia yang Produktif dan Berdaya Saing untuk Pembangunan Ekonomi yang Berkualitas.”

Tema tersebut dijabarkan ke dalam sejumlah prioritas pembangunan, antara lain peningkatan kualitas dan pemerataan layanan pendidikan dan kesehatan, peningkatan produktivitas sektor unggulan daerah, penguatan infrastruktur dan konektivitas wilayah, peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan, serta penguatan harmonisasi sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, menyampaikan, bahwa Forum Konsultasi Publik merupakan fondasi awal dalam penyusunan dokumen RKPD 2027 yang selaras dengan visi pembangunan daerah, yakni “Sumenep Unggul, Mandiri, dan Sejahtera.”

Menurutnya, perencanaan pembangunan tidak semata berorientasi pada penyusunan dokumen, melainkan merupakan upaya kolektif untuk menjembatani kondisi riil daerah dengan cita-cita pembangunan yang ingin dicapai.

“Bappeda berperan sebagai teknokrat perencanaan yang memastikan kesinambungan pembangunan lintas tahun berbasis data, indikator, serta proyeksi yang terukur,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh masukan dan rekomendasi peserta forum akan dirumuskan dalam berita acara kesepakatan sebagai bahan penyempurnaan Rancangan Awal RKPD Kabupaten Sumenep Tahun 2027 sebelum memasuki tahapan perencanaan berikutnya.

“Masukan dari berbagai pihak sangat kami butuhkan untuk menyempurnakan rencana pembangunan daerah,” pungkasnya.

Dalam sesi diskusi, peserta forum secara aktif menyampaikan pandangan serta rekomendasi terkait berbagai isu strategis di sejumlah sektor pembangunan.

Baca Juga :  Perkuat Peran Strategis, BPRS Bhakti Sumekar Dorong UMKM Sumenep Naik Level

Pemerintah daerah berharap, melalui pelibatan lintas unsur tersebut, dokumen RKPD 2027 dapat menjadi landasan yang kuat bagi pembangunan Kabupaten Sumenep yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wabup Sumenep Kawal Diplomasi Pariwisata, Australia Bidik Wisata Kesehatan dan Budaya Dunia
Awal 2026, Bupati Sumenep Rombak OPD Inti, Gagal Capai Target Siap Dievaluasi
Investasi Sumenep Tembus Rp2 Triliun di Tengah Transisi Aturan Perizinan
Pelestarian atau Pemaksaan? Perbup Busana Budaya Sumenep Tuai Gelombang Kritik
Apel Perdana 2026, Wabup Sumenep Minta ASN Kerja Nyata, Bukan Sekadar Formalitas
Disnaker Sumenep Bangun Kepatuhan UMK Lewat Dialog, Dunia Usaha Diajak Jadi Mitra Kesejahteraan Pekerja
PAD Sumenep 2025 Lampaui Target, Digitalisasi Pajak Dorong Realisasi Tembus Rp94 Miliar
Serapan APBD Sumenep Masih 77 Persen, Rp612 Miliar Masih Tertahan

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:13 WIB

Bappeda Sumenep Matangkan Arah Pembangunan 2027 Lewat Forum Konsultasi Publik

Jumat, 23 Januari 2026 - 19:13 WIB

Wabup Sumenep Kawal Diplomasi Pariwisata, Australia Bidik Wisata Kesehatan dan Budaya Dunia

Rabu, 14 Januari 2026 - 19:25 WIB

Awal 2026, Bupati Sumenep Rombak OPD Inti, Gagal Capai Target Siap Dievaluasi

Selasa, 13 Januari 2026 - 11:54 WIB

Investasi Sumenep Tembus Rp2 Triliun di Tengah Transisi Aturan Perizinan

Sabtu, 10 Januari 2026 - 17:47 WIB

Pelestarian atau Pemaksaan? Perbup Busana Budaya Sumenep Tuai Gelombang Kritik

Berita Terbaru

ILUSTRASI: Menu MBG basi yang hampir dikonsumsi oleh siswa di sekolah (Doc. Seputar Jatim)

Peristiwa

Ayam Basi dalam Menu MBG, SPPG Marengan Daya Tuai Kecaman

Rabu, 28 Jan 2026 - 10:34 WIB