Pemeriksaan Dugaan Ijazah Palsu, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan selama 2 Jam Lebih

- Redaksi

Jumat, 13 Februari 2026 - 08:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANTAI: Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), usai menjalani pemeriksaan penyidik Polda Metro Jaya di Polresta Solo (Foto Istimewa)

SANTAI: Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), usai menjalani pemeriksaan penyidik Polda Metro Jaya di Polresta Solo (Foto Istimewa)

NASIONAL, Seputar Jatim – Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), menjalani pemeriksaan selama sekitar dua setengah jam terkait laporan tudingan ijazah palsu.

Pemeriksaan tersebut dilakukan oleh penyidik Polda Metro Jaya di Polresta Solo, Rabu (11/2) kemarin.

Dalam pemeriksaan tersebut, Jokowi mendapat sekitar 10 pertanyaan oleh penyidik.

“Tadi totalnya sekitar 10 pertanyaan, tentu dengan banyak sub-pertanyaan. Pengembangannya juga cukup lumayan, sehingga pemeriksaan berlangsung sekitar dua setengah jam,” kata kuasa hukum Jokowi, Yakup Hasibuan, Jumat (13/2/2026).

“Jadi sifatnya hanya pendalaman dari seluruh keterangan yang sudah diberikan sebelumnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Anggaran Pusat Dipangkas, DPRD Sumenep Minta Desa Perkuat Kemandirian Fiskal

Menurutnya, substansi pertanyaan antara lain terkait proses penyusunan skripsi dan alur perkuliahan Jokowi, yang nantinya akan digunakan penyidik sebagai bahan untuk proses selanjutnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, mengatakan pemeriksaan tersebut berkaitan dengan instruksi jaksa untuk melengkapi berkas perkara. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026
Percepat Akses Listrik di Kepulauan, Pemkab Sumenep Terima Hibah PLTS 2 MW
BGN Kembali Suspend Puluhan SPPG di Sumenep, Tak Punya SLHS dan IPAL
Kemenag RI Resmi Tetapkan 1 Ramadan 1447 H pada 19 Februari 2025
Pemerintah dan NU Kompak Prediksi 1 Ramadan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026
SPPG Bermasalah Diancam Ditutup Total, Pemerintah Tak Ingin Program MBG Dikelola Asal-asalan
Rakernas III Resmi Ditutup, IWO Mantapkan Peran sebagai Penjaga Moral Informasi Bangsa di Era Digital
PP IWO Minta Media Online Tetap Berpegang Teguh pada Prinsip Kode Etik Jurnalistik di Tengah Arus Disrupsi Digital

Berita Terkait

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:58 WIB

Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026

Sabtu, 14 Maret 2026 - 19:06 WIB

Percepat Akses Listrik di Kepulauan, Pemkab Sumenep Terima Hibah PLTS 2 MW

Rabu, 11 Maret 2026 - 17:48 WIB

BGN Kembali Suspend Puluhan SPPG di Sumenep, Tak Punya SLHS dan IPAL

Rabu, 18 Februari 2026 - 02:06 WIB

Kemenag RI Resmi Tetapkan 1 Ramadan 1447 H pada 19 Februari 2025

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:32 WIB

Pemerintah dan NU Kompak Prediksi 1 Ramadan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026

Berita Terbaru

TERSENYUM: Wabup Sumenep, Imam Hasyim, saat bersalaman dengan seluruh ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep pasca Lebaran (Doc. Seputar Jatim)

Pemerintahan

Wabup Sumenep Dorong ASN Tingkatkan Kinerja Pasca Libur Lebaran

Senin, 30 Mar 2026 - 19:18 WIB