SUMENEP, Seputar Jatim – Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar, terus memperkuat inklusi keuangan syariah di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, melalui tiga program prioritas di Tahun 2026.
Tiga agenda strategis tersebut meliputi perluasan literasi dan edukasi keuangan, percepatan transformasi layanan digital, serta penguatan dukungan pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi daerah.
Direktur Utama PT BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, menyatakan bahwa peningkatan literasi keuangan menjadi langkah fundamental dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan keuangan yang sehat dan berkelanjutan.
Menurutnya, rendahnya tingkat pemahaman keuangan masih menjadi tantangan di daerah. Karena itu, edukasi sejak usia sekolah dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk membentuk generasi yang mandiri secara ekonomi.
“Ke depan kami akan memperluas program literasi keuangan dengan menyasar puluhan lembaga pendidikan di Kabupaten Sumenep. Target kami, layanan dan edukasi perbankan digital dapat menjangkau sekitar 90 sekolah pada tahun 2026,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).
Lanjut ia menegaskan, program tersebut tidak sekadar memperkenalkan produk perbankan, tetapi juga membangun pola pikir pelajar tentang pentingnya perencanaan keuangan sejak dini.
“Anak-anak sekolah perlu memahami bagaimana mengelola uang, menabung, hingga mengenal sistem keuangan syariah. Jika kebiasaan ini dibangun sejak awal, maka mereka akan memiliki kesiapan ekonomi yang lebih baik ketika memasuki dunia kerja maupun usaha,” tegasnya.
Selain fokus pada edukasi, BPRS Bhakti Sumekar juga mempercepat transformasi digital untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan yang cepat dan praktis.
Melalui pengembangan aplikasi BBS Mobile, perseroan menghadirkan pembaruan fitur layanan, termasuk informasi lokasi ATM serta jaringan kantor pelayanan yang dapat diakses dengan mudah oleh nasabah.
Lebih jauh Hairil Fajar menuturkan, digitalisasi menjadi kebutuhan mutlak di tengah perubahan perilaku masyarakat yang semakin mengandalkan layanan berbasis teknologi.
“Kami ingin memastikan masyarakat dapat mengakses layanan perbankan kapan saja dan di mana saja. Transformasi digital ini bukan hanya soal teknologi, tetapi bagaimana menghadirkan layanan yang lebih efisien, aman, dan memberikan kenyamanan bagi nasabah,” tuturnya.
Di sektor ekonomi riil, BPRS Bhakti Sumekar juga menyiapkan produk simpanan baru dengan setoran awal mulai Rp1 juta guna memperluas akses layanan keuangan syariah bagi masyarakat.
Dengan produk tersebut diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, dalam memanfaatkan layanan perbankan formal.
Menurutnya, bahwa UMKM memegang peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, sehingga dukungan perbankan tidak cukup hanya melalui pembiayaan.
“Kami tidak ingin hadir hanya sebagai lembaga penyalur modal. Pendampingan usaha juga menjadi bagian penting agar pelaku UMKM mampu berkembang, meningkatkan kapasitas bisnis, serta memiliki daya saing yang lebih kuat,” bebernya.
Ia menambahkan, penguatan sektor UMKM menjadi bagian dari kontribusi BPRS Bhakti Sumekar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Melalui tiga fokus program ini, kami ingin memperkuat posisi BPRS Bhakti Sumekar sebagai lembaga keuangan syariah milik daerah yang adaptif, inovatif, dan benar-benar hadir menjawab kebutuhan masyarakat Sumenep,” pungkasnya. (EM)
*
Penulis : EM
Sumber Berita: https://seputarjatim.com









