4 Dapur MBG Disuspend BGN, Tokoh Pemuda Pragaan Sumenep: SPPG Pakamban Laok 2 Jangan Dibuka Jika Berisiko bagi Siswa

- Redaksi

Sabtu, 7 Maret 2026 - 13:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

OMPRENG: Program MBG mendapat perhatian serius di kalangan masyarakat Sumenep (Foto Istimewa)

OMPRENG: Program MBG mendapat perhatian serius di kalangan masyarakat Sumenep (Foto Istimewa)

SUMENEP, Seputar Jatim – Penangguhan operasional empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, oleh Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi perhatian serius dalam pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah tersebut dinilai menunjukkan adanya persoalan di lapangan sehingga pengawasan terhadap pelaksanaan program strategis nasional tersebut perlu diperketat demi menjamin keamanan dan kesehatan para siswa.

Diketahui, terdapat empat SPPG di Kabupaten Sumenep yang saat ini berstatus suspend oleh BGN, yakni SPPG Batang-Batang Daya 2, SPPG Pakamban Laok 2, SPPG Lenteng Timur 2, dan SPPG Dungkek Jadung.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah persoalan sebelumnya sempat muncul dalam proses penyaluran MBG di lapangan, khususnya di SPPG Pakamban Laok 2.

Sejak awal pelaksanaan program, beberapa keluhan dari masyarakat dan pihak sekolah mulai bermunculan terkait kualitas menu MBG yang dibagikan kepada siswa.

Di antaranya, terdapat laporan mengenai menu MBG yang dinilai tidak layak konsumsi. Selain itu, juga sempat muncul informasi mengenai siswa dan guru yang mengalami gangguan kesehatan seperti diare setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut.

Persoalan tersebut kemudian memicu reaksi dari sebagian wali murid yang menyampaikan keberatan terhadap penyaluran makanan MBG di sekolah anak mereka.

Selain itu, dalam salah satu temuan di lapangan, terdapat menu MBG berupa roti yang dilaporkan dalam kondisi berjamur saat dibagikan kepada siswa.

Temuan tersebut semakin menimbulkan kekhawatiran masyarakat terkait standar keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG.

Dalam pelaksanaan program MBG di daerah, pengawasan operasional SPPG juga menjadi bagian dari kewenangan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) sebagai perpanjangan tangan BGN di wilayah.

KPPG memiliki peran melakukan monitoring dan evaluasi operasional SPPG, memastikan pemenuhan standar layanan pemenuhan gizi, serta melakukan pembinaan dan pelaporan apabila ditemukan pelanggaran dalam pelaksanaan program.

KPPG juga berwenang melakukan pengawasan terhadap aspek administrasi, kualitas menu, keamanan pangan, hingga kepatuhan terhadap standar operasional yang telah ditetapkan dalam tata kelola Program MBG.

Menanggapi hal tersebut, Salah Satu Tokoh Pemuda Kecamatan Pragaan, Bisrie Gie, menilai keputusan BGN menjatuhkan sanksi suspend tidak mungkin dilakukan tanpa adanya temuan pelanggaran serius.

“Ini menandakan pengawasan yang lemah. Tidak mungkin BGN mensuspend SPPG apabila tidak ada temuan yang sangat fatal,” tegasnya, Sabtu (7/3/2026).

Baca Juga :  Genangan di Jalan Trunojoyo, Kadis PUTR Sumenep Pastikan Penanganan Segera Dilakukan

Ia menduga terdapat sejumlah ketidaksesuaian dalam pelaksanaan program MBG di lapangan, mulai dari indikasi mark up anggaran menu hingga menu yang dibagikan kepada siswa tidak sesuai standar.

Menurutnya, persoalan tersebut bukan hanya berpotensi merugikan keuangan negara, tetapi juga bisa membahayakan kesehatan para peserta didik jika tidak melihat kualitas menu yang diberikan.

Karena itu, ia mendesak BGN untuk melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh SPPG yang beroperasi di Kabupaten Sumenep.

“Saya minta BGN untuk mengaudit seluruh SPPG di Sumenep. Saya berharap tidak hanya empat SPPG yang di suspend, karena banyak temuan di lapangan yang perlu diaudit oleh BGN. Jika ini dibiarkan, akan menjadi ancaman bagi anak didik bahkan juga merugikan negara,” ujar Ketua Umum Mahasurya tersebut.

Bahkan, ia meminta KPPG agar tidak ragu mengambil langkah tegas terhadap SPPG yang terbukti melakukan pelanggaran serius.

“KPPG harus bertindak tegas kepada SPPG yang melakukan pelanggaran fatal dan segera memberikan sanksi sebagai kepanjangan tangan BGN,” tegasnya.

Ia berharap SPPI dapat memperketat pengawasan terhadap operasional SPPG di daerah, termasuk memastikan seluruh persyaratan administratif dan sertifikat telah dipenuhi.

“Dengan begitu saya harap SPPI diminta memperketat pengawasan SPPG yang bermasalah, termasuk memastikan sertifikat mereka sudah lengkap,” harapnya.

Tak hanya itu, Bisrie Gie juga secara khusus menyoroti SPPG Pakamban Laok 2 yang menurutnya selama ini banyak menuai keluhan dari masyarakat hingga berujung suspend.

“Permasalahan ini sudah sangat fatal, saya harap SPPG Pakamban Laok 2 jangan dibuka kalau akan membahayakan siswa. Sebelum di suspend, keluhan dari masyarakat sudah banyak, tapi pengelola masih saja asal-asalan memberikan menu MBG,” beber pria kelahiran Kecamatan Pragaan tersebut.

Baca Juga :  IWO Sumenep Dukung Langkah Bupati Keliling SPPG, Dapur Nakal Siap Dilaporkan ke BGN

Ia juga mengaku hingga kini masyarakat belum mendapatkan penjelasan terbuka terkait penindakan suspend dari BGN terhadap SPPG tersebut.

“Sampai saat ini informasi yang saya terima, SPPG Pakamban Laok 2 belum terbuka terkait penindakan suspend dari BGN. Bahkan, ada juga siswa yang kebingungan karena tidak menerima MBG, sebab di sekolah lain menerima MBG,” tambahnya.

Selain itu, Bisrie menilai pengelola SPPG Pakamban Laok 2 harus lebih transparan kepada publik terkait pelaksanaan program yang mengacu pada kebijakan BGN.

Sementara itu, Ketua Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Sumenep, M. Khalilurrahman Hidayatullah, membenarkan adanya empat SPPG yang di suspend BGN.

Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawasan terhadap operasional SPPG di wilayah tersebut.

“Siap, senantiasa selalu kami awasi,” singkatnya. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Sumenep Hadir di Kerja Bakti LDII, 200 Peserta Bersihkan Lingkungan Paberasan
Madura Night Vaganza 2026 Dibuka, 200 Stan Ramaikan Panggung Promosi Sumenep
APSI Minta Industri Rokok Buka Pasar Lebih Luas, Petani Madura Tak Boleh Kesulitan Menjual
Lakpesdam dan LPBH NU Temui Kapolresta Sumenep, Desak THM yang Langgar Aturan Ditutup Permanen
Warga Kepulauan Sumringah, Jalan Jathe Lanjheng Kangean Kini Mulus
Semarak HUT ke-81 RI, DWP RSUDMA Sumenep Sabet Gold Lomba Lagu Daerah Nusantara
Santri PP Mathla’ul Anwar Gelar Refleksi Kemerdekaan RI ke 81, Ibnu Hajar: Belajar adalah Perjuangan
Jelang HUT RI ke 81, Paskibraka Sumenep 2026 Dikukuhkan di Pendopo Keraton

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:09 WIB

Madura Night Vaganza 2026 Dibuka, 200 Stan Ramaikan Panggung Promosi Sumenep

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:58 WIB

APSI Minta Industri Rokok Buka Pasar Lebih Luas, Petani Madura Tak Boleh Kesulitan Menjual

Selasa, 25 Agustus 2026 - 09:06 WIB

Lakpesdam dan LPBH NU Temui Kapolresta Sumenep, Desak THM yang Langgar Aturan Ditutup Permanen

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:31 WIB

Warga Kepulauan Sumringah, Jalan Jathe Lanjheng Kangean Kini Mulus

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Semarak HUT ke-81 RI, DWP RSUDMA Sumenep Sabet Gold Lomba Lagu Daerah Nusantara

Berita Terbaru

BERBATIK: Anggota Komisi I DPRD Sumenep, Ahmad Juhairi (Foto Istimewa)

Pemerintahan

Cegah Kecurangan, DPRD Sumenep Dorong Pilkades Gunakan E-Voting

Kamis, 3 Sep 2026 - 09:13 WIB