SUMENEP, Seputar Jatim – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali menggelar program mudik gratis bagi warga perantauan yang ingin pulang ke kampung halaman pada Idul Fitri 1447 Hijriah atau tahun 2026 Masehi.
Program ini disiapkan untuk membantu meringankan biaya transportasi masyarakat sekaligus memastikan perjalanan mudik berlangsung aman dan nyaman.
Antusiasme masyarakat terhadap program ini terbilang tinggi, terutama bagi warga kepulauan yang selama ini harus menempuh perjalanan panjang dan biaya cukup besar untuk pulang saat Lebaran.
Pelepasan rombongan pemudik dilakukan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Sumenep, Achmad Dzulkarnain, yang mewakili Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo.
Sebanyak delapan bus diberangkatkan dari Jakarta dengan membawa 390 pemudik menuju kampung halaman. Suasana pelepasan berlangsung penuh haru di tengah kegembiraan para perantau yang akhirnya bisa kembali berkumpul dengan keluarga.
“Mudik ini lebih dari sekadar perjalanan. Ini adalah bukti kepedulian pemerintah kepada masyarakat, terutama mereka yang tinggal jauh di wilayah kepulauan. Pemerintah hadir untuk mempermudah dan memastikan perjalanan warga berlangsung aman dan nyaman,” ujarnya, Minggu (15/3/2026).
Selain jalur darat dari Jakarta, Pemkab Sumenep juga menyiapkan transportasi laut untuk melayani pemudik menuju sejumlah wilayah kepulauan. Dari Pelabuhan Kalianget, beberapa kapal diberangkatkan dengan jumlah penumpang yang cukup besar.
KM Express Bahari 9C melayani rute menuju Kangean dengan membawa 401 penumpang, termasuk satu bayi. Kemudian KM Sabuk Nusantara 91 melayani rute Kangean–Sapeken dengan 156 penumpang, serta KMP Dharma Kartika menuju Raas–Jangkar yang mengangkut 309 penumpang.
Seluruh proses keberangkatan berjalan tertib dengan pengawasan pihak pelabuhan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang.
Data dari H-10 hingga H-7 Lebaran mencatat ribuan warga telah memanfaatkan layanan transportasi tersebut. Jumlah penumpang tujuan kepulauan mencapai 2.039 orang menuju Kangean, 637 orang ke Raas, 412 orang ke Masalembu, 280 orang ke Sapeken, 600 orang ke Sapudi, dan 155 orang ke Jangkar.
Khusus pada Minggu, 15 Maret 2026, kapal tujuan Sapudi tercatat mengangkut 136 penumpang dewasa dan empat bayi.
Program ini dinilai tidak hanya membantu meringankan biaya perjalanan warga, tetapi juga memperluas akses transportasi bagi masyarakat kepulauan yang selama ini memiliki keterbatasan pilihan moda transportasi.
Sementara itu, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa program mudik gratis merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap warganya yang merantau di luar daerah.
“Terkadang ada perantau yang ingin pulang, tetapi terkendala biaya sehingga tidak bisa berkumpul dengan keluarga saat Lebaran. Karena itu, program mudik gratis ini kami hadirkan agar mereka tetap bisa pulang kampung,” ujarnya.
Ia menambahkan, biaya transportasi yang cukup tinggi menjadi alasan utama pemerintah daerah menyediakan layanan tersebut.
“Dengan adanya program ini, warga perantauan bisa pulang ke Sumenep tanpa harus memikirkan biaya perjalanan. Kami ingin masyarakat bisa merayakan Idulfitri bersama keluarga dengan lebih tenang,” katanya.
Terkait jumlah armada, pemerintah daerah akan menyesuaikan dengan jumlah pendaftar yang mengikuti program tersebut.
“Pada Lebaran tahun lalu kami mengoperasikan enam bus. Tahun ini bisa saja lebih dari itu, karena jumlah armada akan disesuaikan dengan jumlah pendaftar,” pungkasnya.
Program Mudik Gratis Sumenep 2026 diharapkan menjadi solusi transportasi yang aman, terjangkau, dan terorganisir, sekaligus memperkuat kebersamaan keluarga masyarakat Sumenep saat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 H. (EM)
*
Penulis : EM
Sumber Berita: https://seputarjatim.com









