PAMEKASAN, Seputar Jatim – Upaya mengukur efektivitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mulai mendapat perhatian serius.
Tim peneliti Academic and Social Studies (ACCESS) menggandeng Dinas Kesehatan dan DPRD Pamekasan, untuk melakukan penelitian terkait kondisi tumbuh kembang anak sebelum dan sesudah program MBG dijalankan.
Rencana penelitian tersebut dibahas dalam pertemuan strategis antara Tim ACCESS dan Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan, Saifudin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam audiensi itu, Tim ACCESS yang diwakili Mashud, Imam Ghazali, serta Moh Efendi, memaparkan konsep penelitian yang akan difokuskan pada pengukuran status gizi dan tumbuh kembang anak penerima manfaat program MBG.
Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan, dr. Saifudin, menyatakan dukungan penuh terhadap penelitian tersebut. Menurutnya, evaluasi berbasis data sangat penting untuk memastikan program MBG benar-benar memberikan dampak positif bagi kesehatan anak.
“Kami mendukung penuh penelitian ini karena program MBG harus dapat diukur efektivitasnya. Dengan evaluasi yang terstruktur, pemerintah bisa mengetahui sejauh mana dampak program terhadap kondisi gizi dan kesehatan anak,” ungkapnya, di Kantor Dinas setempat, Rabu (13/5/2026).
Tak hanya memberikan dukungan moril, Dinas Kesehatan juga siap membantu penyediaan data kesehatan yang dibutuhkan tim peneliti selama proses riset berlangsung.
Penelitian ini nantinya akan dilakukan di sejumlah Posyandu penerima program MBG di Kabupaten Pamekasan. Sasaran utama penelitian adalah anak usia 1 hingga 5 tahun yang berada pada masa emas pertumbuhan atau golden age.
Dukungan terhadap riset tersebut juga datang dari kalangan legislatif. Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan, Abd Rasyid Fansori, menilai penelitian independen semacam ini penting untuk memperkuat fungsi pengawasan terhadap program pemerintah.
Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Pamekasan sekaligus Ketua Paguyuban Mitra MBG, Mohammad Saedy Romli, menegaskan pentingnya kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan mitra pelaksana program.
Menurutnya, hasil penelitian nantinya dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus rekomendasi strategis bagi keberlanjutan program MBG agar semakin tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui sinergi tersebut, hasil penelitian diharapkan mampu menjadi rujukan ilmiah bagi Pemerintah Kabupaten Pamekasan dalam menyusun kebijakan kesehatan dan peningkatan kualitas gizi anak di masa mendatang. (EM)
*
Penulis : EM
Sumber Berita: https://seputarjatim.com









