SUMENEP, Seputar Jatim – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mulai mematangkan skema pendistribusian daging hewan kurban bagi masyarakat rentan di berbagai wilayah, termasuk kawasan kepulauan dan desa terpencil yang selama ini kerap menghadapi keterbatasan akses bantuan sosial.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan semangat berbagi dan kebahagiaan Iduladha dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya keluarga prasejahtera, lansia sebatang kara, penyandang disabilitas, anak yatim, hingga warga kategori kemiskinan ekstrem.
Kepala Dinsos Kabupaten Sumenep, Rahman Riadi, mengatakan Iduladha bukan sekadar momentum ibadah dan seremoni tahunan, melainkan juga ruang memperkuat solidaritas sosial di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Setiap tahun masih ada warga yang kesulitan menikmati daging kurban saat Iduladha. Karena itu, kami berupaya memastikan bantuan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).
Menurutnya, Dinsos mulai melakukan pemutakhiran data penerima manfaat dengan melibatkan pemerintah desa, kecamatan, pendamping sosial, serta jaringan relawan sosial agar distribusi bantuan berjalan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.
Selain mengandalkan dukungan pemerintah daerah, Dinsos juga membuka ruang kolaborasi dengan organisasi sosial, komunitas kemanusiaan, lembaga zakat, hingga para dermawan di Kabupaten Sumenep guna memperluas cakupan distribusi hewan kurban.
Rahman menuturkan perhatian khusus diberikan kepada masyarakat kepulauan yang selama ini kerap menghadapi hambatan distribusi akibat faktor geografis dan keterbatasan transportasi.
“Kami ingin semangat berbagi saat Iduladha benar-benar dirasakan seluruh masyarakat, termasuk warga di wilayah kepulauan dan daerah terpencil,” katanya.
Sebagai daerah dengan karakter geografis kepulauan, tantangan distribusi bantuan di Sumenep memang tidak sederhana. Karena itu, Dinsos mulai memetakan wilayah dengan tingkat kerentanan sosial tinggi guna mempercepat penyaluran bantuan dan mengantisipasi keterlambatan distribusi menjelang hari raya.
Ia menegaskan, persoalan jarak dan kondisi geografis tidak boleh menjadi alasan lambannya pelayanan sosial kepada masyarakat.
“Kami terus memperkuat koordinasi dengan kecamatan dan pemerintah desa agar distribusi bantuan tetap menjangkau masyarakat di wilayah terpencil,” tegasnya.
Selain fokus pada distribusi daging kurban, Dinsos Sumenep juga mendorong gerakan kepedulian sosial melalui santunan anak yatim, bantuan bagi lansia yang hidup sendiri, hingga ajakan kepada masyarakat mampu untuk ikut berbagi kepada warga sekitar yang membutuhkan.
Di sisi lain, aktivitas pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) turut diintensifkan menyusul masih ditemukannya warga miskin yang layak menerima bantuan namun belum tercatat dalam sistem.
Karena itu, masyarakat diminta aktif melapor melalui pemerintah desa apabila menemukan warga rentan yang membutuhkan intervensi sosial menjelang Idul Adha.
Melalui langkah tersebut, Rahman berharap perayaan Iduladha tahun ini tidak hanya menjadi simbol ibadah kurban, tetapi juga momentum memperkuat nilai gotong royong, kepedulian sosial, dan kehadiran negara bagi masyarakat kecil hingga pelosok kepulauan Sumenep. (Sand/EM)
*
Penulis : Sand
Editor : EM
Sumber Berita: https://seputarjatim.com









