Dana Desa Meddelan Diduga Tak Sesuai Peruntukan, Inspektorat Sumenep Didesak Turun Tangan

- Redaksi

Senin, 18 Mei 2026 - 12:41 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

GAGAH: Praktisi hukum Sumenep, Pathor Rahman (Foto Istimewa)

GAGAH: Praktisi hukum Sumenep, Pathor Rahman (Foto Istimewa)

SUMENEP, Seputar Jatim – Desa Meddelan, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali menjadi sorotan publik.

Bukan karena prestasi pembangunan, melainkan akibat sederet dugaan penyimpangan penggunaan Dana Desa (DD), mulai dari proyek tembok penahan tanah (TPT), pengaspalan jalan hingga pengadaan kambing yang diduga bermasalah.

Ironisnya, berbagai dugaan penyimpangan tersebut dinilai belum mendapat tindakan serius dari instansi terkait.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mulai dari Pemerintah Kecamatan Lenteng, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), hingga Inspektorat Kabupaten Sumenep disebut belum menunjukkan langkah konkret untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.

Kasus pengadaan kambing tahun 2025 lalu, menjadi salah satu yang paling ramai diperbincangkan. Proyek yang diduga bersumber dari anggaran BUMDes itu disebut menelan dana ratusan juta rupiah, namun realisasi di lapangan dinilai tidak sesuai.

Baca Juga :  Kejari Sumenep Perpanjang Penahanan Kades Pragaan Daya, Dugaan Kasus Korupsi Rp585 Juta Siap Masuk Meja Hijau

“Mana Pak Camat Lenteng? Mana Pak Inspektur Sumenep kok diam?,” kritik sejumlah pihak yang menyoroti lemahnya pengawasan terhadap penggunaan DD di Meddelan, Senin (18/5/2025).

Praktisi Hukum Sumenep, Pathor Rahman, mengaku heran dengan minimnya tindakan dari aparat maupun pemerintah yang memiliki kewenangan pengawasan.

Menurutnya, dugaan penyimpangan tersebut sudah menjadi konsumsi publik setelah ramai diberitakan media.

“Terutama Inspektorat, benar diaudit tidak soal realisasi keuangan Dana Desa. Masalahnya ini ada temuan dari insan pers bahwa pengadaan kambing yang nilainya fantastis mencapai ratusan juta, ternyata kambingnya diduga hanya bernilai belasan juta,” katanya.

Mantan aktivis Malang Corruption Watch itu menjelaskan, berdasarkan hasil investigasi di pasar tradisional, harga kambing ditaksir hanya berkisar Rp1 juta hingga Rp2 juta per ekor.

Karena itu, ia menilai Inspektorat seharusnya tidak hanya menunggu laporan masyarakat, melainkan turun langsung melakukan pengecekan lapangan.

“Segera lakukan inspeksi mendadak ke lokasi. Lalu lakukan audit investigasi. Benar tidak ada pelanggaran hukum. Jika ada, masuk kategori pelanggaran administrasi atau ada unsur dugaan tindak pidana korupsinya. Kalau ada tindak pidana korupsi, laporkan kerugian negaranya ke Polri atau Kejaksaan. Seret pelakunya,” tegas pria yang akrab disapa Paong itu.

Sementara itu, Camat Lenteng, Supardi, disebut belum memberikan tanggapan meski telah dihubungi berulang kali oleh sejumlah wartawan untuk dimintai klarifikasi terkait persoalan tersebut. Kondisi itu memunculkan kritik terkait keterbukaan informasi publik di lingkungan pemerintahan kecamatan.

Padahal, keterbukaan informasi kepada masyarakat menjadi bagian dari semangat pelayanan publik yang selama ini digaungkan Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui slogan “Bismillah Melayani”. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dituding Pelakor, Perempuan di Sampang Lapor Polisi Usai Alat Kelaminnya Diolesi Cabai
SMSI Kecam Dugaan Pengusiran Wartawan, Tolak Hadiri Undangan Polresta Sumenep
Hari Jadi ke-758 Sumenep, Logo Baru Jadi Simbol Sejarah dan Semangat Kemajuan
Aroma Dugaan Penyelewengan DD Meddelan Terungkap, Inspektorat Sumenep Dinilai Kecolongan
Inspektorat Sumenep Periksa Dana Desa Meddelan, Warga Mulai Bertanya?
Rambu Minim, Proyek Jembatan di Pakandangan Dikeluhkan Warga karena Rawan Kecelakaan
Inspektorat Sumenep Siap Telusuri Dugaan Penyimpangan Dana BUMDes Meddelan
Suarakan Semangat Nasionalisme, IWO Sumenep Kembali Hadirkan Lomba Baca Puisi dan Pidato Bung Karno 2026 se-Madura

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Dituding Pelakor, Perempuan di Sampang Lapor Polisi Usai Alat Kelaminnya Diolesi Cabai

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:54 WIB

SMSI Kecam Dugaan Pengusiran Wartawan, Tolak Hadiri Undangan Polresta Sumenep

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:02 WIB

Hari Jadi ke-758 Sumenep, Logo Baru Jadi Simbol Sejarah dan Semangat Kemajuan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:40 WIB

Aroma Dugaan Penyelewengan DD Meddelan Terungkap, Inspektorat Sumenep Dinilai Kecolongan

Kamis, 28 Mei 2026 - 05:08 WIB

Inspektorat Sumenep Periksa Dana Desa Meddelan, Warga Mulai Bertanya?

Berita Terbaru

ILUSTRASI: 
Sejumlah batang kayu jati yang telah ditebang ditemukan di kawasan hutan Desa Nonggunong, Kecamatan Nonggunong, Sumenep (Dok. Seputar Jatim)

Hukum & Kriminal

Tiga Tersangka Dugaan Pencurian Kayu di Nonggunong Belum Ditahan Polisi

Jumat, 14 Agu 2026 - 20:04 WIB