SUMENEP, Seputar Jatim – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Madura, Jawa Tumur, terus berkomitmen mewujudkan proses rekrutmen pegawai yang bersih, profesional, dan bebas praktik titipan dalam seleksi pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) non-ASN tahun 2026.
Untuk memastikan seluruh tahapan berjalan transparan, rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Sumenep itu melibatkan aparat penegak hukum (APH), penyuluh antikorupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hingga tim seleksi independen dalam pengawasan proses penerimaan pegawai.
Seleksi dilaksanakan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) berbasis digital, sehingga seluruh peserta memperoleh kesempatan yang sama secara objektif dan terbuka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Erliyati, mengatakan pelibatan unsur eksternal tersebut merupakan bentuk keseriusan rumah sakit dalam menjaga integritas proses seleksi.
“Kami ingin memastikan rekrutmen ini berjalan profesional, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, pengawasannya melibatkan berbagai unsur independen agar seluruh proses benar-benar steril dari intervensi,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, penggunaan sistem CAT yang terintegrasi membuat hasil ujian peserta dapat diketahui langsung setelah tes selesai dilaksanakan. Sistem tersebut dinilai efektif meminimalkan potensi kecurangan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses penerimaan pegawai.
“Seluruh penilaian dilakukan oleh sistem. Jadi tidak ada ruang untuk permainan ataupun perlakuan khusus. Peserta bisa langsung melihat hasilnya setelah menyelesaikan ujian,” katanya.
Erliyati menegaskan, pihak rumah sakit tidak hanya membutuhkan pegawai dengan kemampuan akademik yang baik, tetapi juga sumber daya manusia yang berintegritas dan siap memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
“Kami ingin mendapatkan tenaga kesehatan dan tenaga teknis yang benar-benar kompeten di bidangnya, memiliki etos kerja yang baik, serta mampu mendukung peningkatan mutu pelayanan rumah sakit,” tegasnya.
Pelaksanaan tes CAT dipusatkan di kampus Universitas Bahaudin Mudhary Madura atau UNIBA Madura. Lokasi tersebut dipilih karena dinilai memiliki kesiapan sarana penunjang ujian berbasis komputer, mulai dari jaringan internet, perangkat komputer, hingga kapasitas ruang ujian.
Selain faktor fasilitas, lokasi kampus yang mudah dijangkau peserta juga menjadi pertimbangan utama pihak rumah sakit.
“Kami memilih tempat yang benar-benar siap mendukung pelaksanaan tes digital secara maksimal, sehingga peserta dapat mengikuti ujian dengan nyaman dan prosesnya berjalan tertib,” jelasnya.
Antusiasme masyarakat terhadap rekrutmen tahun ini disebut meningkat cukup signifikan. Banyaknya lulusan baru dari berbagai bidang kesehatan serta kebutuhan formasi yang beragam membuat jumlah pelamar bertambah dibanding pelaksanaan sebelumnya.
Dalam rekrutmen tahun ini, RSUD dr. H. Moh. Anwar membuka 14 formasi jabatan dengan total kebutuhan sebanyak 49 pegawai.
Seleksi berlangsung selama dua hari, yakni 20 hingga 21 Mei 2026, dengan empat sesi ujian setiap hari dan masing-masing sesi diikuti 46 peserta.
Ia berharap proses seleksi yang ketat dan transparan tersebut mampu menghasilkan pegawai berkualitas untuk memperkuat pelayanan kesehatan di Kabupaten Sumenep.
“Kepercayaan publik harus dijaga dengan proses yang jujur dan profesional. Karena itu kami berkomitmen menjalankan rekrutmen ini sebaik mungkin agar menghasilkan SDM yang benar-benar berkualitas dan berintegritas,” pungkasnya. (EM)
*
Penulis : EM
Sumber Berita: https://seputarjatim.com









