Gubernur Khofifah Dikukuhkan Sebagai Warga Kehormatan Sedulur Sikep Samin Bojonegoro

- Redaksi

Minggu, 23 Februari 2020 - 19:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Khofifah terima gelar kehormatan dari Suku Samin di Bojonegoro, Minggu, 23/02/2020. (Fahmi/ SJ Foto)

Gubernur Khofifah terima gelar kehormatan dari Suku Samin di Bojonegoro, Minggu, 23/02/2020. (Fahmi/ SJ Foto)

BOJONEGORO, seputarjatim.com– Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dikukuhkan sebagai Warga Kehormatan Sedulur Sikep Samin Bojonegoro. Pengukuhan itu dilakukan langsung oleh Mbah Hardjo Kardi, generasi keempat penggagas ajaran Samin, Samin Surosentiko.

Pengukuhan itu dilakukan saat Khofifah bersilaturahmi dengan masyarakat Samin, di Desa Margomulyo Kecamatan Margomulyo, Minggu, 23/02/2020, siang.

Pengukuhan itu dilakukan dengan mengalungkan selendang dan juga memakaikan udeng khas masyarakat Samin oleh Mbah Hardjo Kardi. Hal tersebut sekaligus menjadi tanda bahwa kehadiran Khofifah diterima terbuka oleh masyarakat Samin.

Ajaran Samin dikatakan Khofifah memiliki nilai filosofi yang tinggi. Dari lima pitutur luhur yang secara turun temurun diwariskan, menurut mantan Menteri Sosial ini, ajarannya masih sangat relevan dan dibutuhkan menghadapi tantangan di era saat ini.

“Masyarakat Samin adalah kekayaan kearifan lokal yang dimiliki Jawa Timur, paling tidak ada 5 pitutur yang dalam sekali nilainya. Ada anti kekerasan, menjunjung tinggi nilai kejujuran, dan memberi perlakuan sama atau equal treatment serta berbicara yang bermakna ,” tutur Khofifah.

Baca Juga :  Gugah Semangat Nasionalisme, Ulama Launching Lagu Kebangsaan

Dari ajaran yang dilestarikan oleh masyarakat Samin ini, dikatakan Khofifah ada ajaran yang butuh diviralkan untuk menjawab pemasalahan di era digital.

Tepatnya yaitu ajaran ojo waton ngomong, tapi ngomongo sing maton. Disampaikan Khofifah ajaran tersebut cocok untuk menangkal hoaks yang saat ini menjadi masalah sosial kebangsaan kita.

“Hari ini kita harus melakukan penetrasi atas sering viralnya hoaks. Kalau dibiarkan, beredarnya hoaks bisa mengganggu persaudaraan dan persatuan nasional. Di ajaran masyarakat Samin yang mengajarkan ngomong sing maton, ojo waton ngomong maka paling tidak saat kita bicara harus jelas nasnya,” tegas Khofifah. “Ini sesuatu yang harus didesiminasikan ke berbagai lini dari kearifan lokal kita agar kita terjamin menerima info yang benar,” imbuhnya.

Ajaran tersebut juga sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW. Yang juga mengajarkan untuk berkata yang baik, dan jika tidak bisa berkata yang baik, maka lebih baik diam. Nilai-nilai itu menjadi hal yang butuh disyiarkan di setiap lini generasi saat ini.

Baca Juga :  Hujan, Awas Garam!

Selain itu, dalam silaturahmi dengan masyarakat Samin tersebut Khofifah juga menyerahkan sejumlah bantuan. Yaitu bantuan keuangan khusus (BKK) senilai Rp 230 juta pada Kepala Desa Margomulyo dan juga bantuan dua alat tenun tradisional.

Bantuan alat tenun tradisional tersebut diserahkan agar masyarakat Samin kian bersemangat melestarikan budaya menenun. Pasalnya menenun masih menjadi kebudayaan yang hingga kini dilestarikan di sana dan menjadi ciri khas masyarakat Samin.

“Kita ingin agar mereka terus menenun, desain-desain yang sudah mereka buat bisa digunakan untuk scarf atau untuk selendang. Ini akan jadi penguatan bagi masyarakat Samin, sebagai destinasi wisata budaya di Bojonegoro,” ucap Khofifah.

Dalam silaturahmi dengan warga masyarakat Samin ini, Khofifah juga menyempatkan diri untuk berkunjung ke rumah Mbah Hardjo Kardi. Di sini Khofifah ‘jagongan’ bersama masyarakat Samin menyerahkan gunungan sebagai tanda dimulainya wayang tengul. (mg6/red) 

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wabup Sumenep Kawal Diplomasi Pariwisata, Australia Bidik Wisata Kesehatan dan Budaya Dunia
Disbudporapar Sumenep Minta Pemdes Segera Bentuk Pokdarwis Pantai Galung 
Dibangun dari Teknologi Ramah Lingkungan, Pantai Galung Jadi Destinasi Wisata Baru di Sumenep
Disbudporapar Sumenep Targetkan 1,7 Juta Kunjungan Wisatawan di 2025
Demi Jaga Estetika, DLH Sumenep Bakal Percantik Taman Tajamara
Disbudporapar Sumenep Tergetkan 800 Kunjungan Wisatawan pada Liburan Idul Fitri 2025
Disbudporapar Sumenep Terus Kembangkan Pariwisata Demi Tingkatkan PAD 2025
4 Wisata Pantai di Sumenep Dapat Bantuan Motor ATV, Disbudporapar Larang Pengelola Minta Tarif Tambahan kepada Pengunjung

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 19:13 WIB

Wabup Sumenep Kawal Diplomasi Pariwisata, Australia Bidik Wisata Kesehatan dan Budaya Dunia

Kamis, 18 September 2025 - 11:42 WIB

Disbudporapar Sumenep Minta Pemdes Segera Bentuk Pokdarwis Pantai Galung 

Kamis, 18 September 2025 - 11:12 WIB

Dibangun dari Teknologi Ramah Lingkungan, Pantai Galung Jadi Destinasi Wisata Baru di Sumenep

Minggu, 29 Juni 2025 - 15:24 WIB

Disbudporapar Sumenep Targetkan 1,7 Juta Kunjungan Wisatawan di 2025

Jumat, 16 Mei 2025 - 20:52 WIB

Demi Jaga Estetika, DLH Sumenep Bakal Percantik Taman Tajamara

Berita Terbaru