Home / Tak Berkategori

Masyarakat Tidak Mau Divaksin, Camat Batang-Batang: Kecok Sapena

- Redaksi

Minggu, 15 Agustus 2021 - 20:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

Foto: tangkapan layar vidio camat Batang-Batang saat menggelar rapat kordinasi dengan kepala desa, di dampingi Kapolsek Batang-Batang dan Danramil Batang-Batang

Foto: tangkapan layar vidio camat Batang-Batang saat menggelar rapat kordinasi dengan kepala desa, di dampingi Kapolsek Batang-Batang dan Danramil Batang-Batang

Sumenep,Seputarjatim.com,-Dalam beberapa hari ini masyarakat Kecamatan Batang-Batang,Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa timur dibuat resah dengan beredarnya sebuah vidio yang diduga disampaikan oleh camat Batang-Batang dalam rapat kordinasi kecamatan Batang-Batang.

Vidio yang berdurasi 2.50 menit tersebut kini viral di platform media sosial WhatsApp, dalam cuplikan vidio tersebut orang yang diduga camat Batang-Batang menyampaikan,” kalebunnya takut dengan masyarakat karena takok  tak epele pole (takut tidak dipilih lagi) tahun 2025 atau 2026, itukan masih lama, kalebun (kades) punya kartu AS, kecok sapena mun oreng setak endek e vaksin (curi sapinya bagi orang yang tidak mau di vaksin).

Dalam dalam vidio itu, orang yang diduga camat Batang-Batang tersebut dengan jelas menyebut nama Bupati Sumenep, seolah-olah intruksi tersebut berasal dari Bupati Sumenep yakni Achmad Fauzi.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jadi kemungkinan besar kepala desa dari 16 ini akan dipanggil oleh bapak Bupati, nanti minta penjelasan paling tidak tolong yang mewakili sampaikan kepada bu kalebun dan pak kalebunnya agar sewaktu-waktu nanti bapak bupati memanggil pak kalebun dan bu kalebun sudah siap, alasannya apa kok sampai masyarakatnya rendah vaksin.

Bahkan dalam vidio yang ramai diperbincangkan saat ini menyebutkan bahwa di kecamatan Batang-Batang ada kepala desa yang belum di vaksin sama sekali, “,, ada kalebun (kades) yang sudah di vaksin 1kali, tidak mau divaksin yang kedua, inilah yang membuat dampak masyarakat kita khususnya di kecamatan batang-batang total keseluruhan 9% kabupaten Sumenep baru terserap dibandingkan dengan jawa.

Sementara itu, dikutip dari media matamaduranews.com Camat Batang-Batang, Joko Suwarno mengakui orang dalam video tersebut adalah dirinya yang sedang memimpin rapat koordinasi terkait vaksinasi di Batang-Batang pada Jumat (13/8/2021) sekira pukul 13.00 WIB.

Baca Juga :  Kunjungi Sumenep, Slamet Ariyadi Adakan Bimtek Budidaya Ternak Sapi Potong

Menurutnya, video yang tersebar itu hanya merekam sebagian dari rangkaian rapat koordinasi yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Batang-Batang.

“Sebenarnya itu hanya guyon. Semua itu saya sampaikan mengingat vaksinasi di Kecamatan Batang-Batang masih rendah,” terang Camat Joko.

“Alasan yang disampaikan beberapa kepala desa kenapa banyak masyarakat yang enggan untuk divaksin, karena sebagian dari mereka termakan hoax tentang vaksin,” imbuhnya.

Baca Juga :  Dibangun dari Teknologi Ramah Lingkungan, Pantai Galung Jadi Destinasi Wisata Baru di Sumenep

Terkait ‘Perintah Bupati’, lanjut Camat Joko, yang dimaksud bukan perintah untuk nyuri sapi warga. Akan tetapi perintah Bupati yang dimaksud dalam pernyataan itu adalah memaksimalkan vaksinasi agar pandemi Covi-19 segera berlalu.

“Hanya saja, diksinya nyambung dengan kata ‘keco’ sapena muntak endha’ evaksin, sehingga wajar yang tidak ikut rapat atau hanya berdasar potongan video itu mengira Bapak Bupati menyuruh para Kades nyuri sapi warga yang menolak divaksin,” paparnya.

Camat Joko juga meminta maaf kepada Bupati dan masyarakat Sumenep, apabila guyonannya itu telah membuat resah.

“Saya mohon maaf, sekali lagi tidak ada maksud untuk membuat resah masyarakat,” ujarnya.

Terakhir, Camat Joko meminta pemilik video agar tidak menyebarnya lagi. Sebab, itu merekam kejadian tidak utuh.

“Saya berharap agar video tersebut tidak usah disebar ulang, karena itu tidak menyampaikan secara utuh tentang jalannya rapat koordinasi yang kami ikuti,” pungkasnya. (Bam)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terbaru! Perkara Pencurian Kayu di Nonggunong Dicabut, Tiga Tersangka Dipulangkan
Kasus Pencurian Kayu di Nonggunong Belum P21, Tiga Tersangka Masih dalam Penahanan Polresta Sumenep
Dugaan Investasi MBG di Madura Tembus Rp7 Miliar, Istri Anggota DPR RI Jadi Terlapor
Produk UMKM Sumenep Dibawa KEI ke Yogyakarta, Buka Peluang Pasar Baru
Wabup Sumenep Lantik Pejabat Baru, Amanah Jabatan Harus Dibuktikan Lewat Pelayanan
Sumenep dan Blitar Resmi Perkuat Kemitraan, Program Konkret Jadi Target Berikutnya
Bupati Sumenep Siapkan 30 Hektare untuk Pengembangan KEK Tembakau Madura
Angka Kemiskinan Turun, Bappeda Sumenep Dorong Penguatan Ekonomi hingga Tingkat Desa
Tag :

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 09:30 WIB

Terbaru! Perkara Pencurian Kayu di Nonggunong Dicabut, Tiga Tersangka Dipulangkan

Minggu, 20 September 2026 - 21:28 WIB

Kasus Pencurian Kayu di Nonggunong Belum P21, Tiga Tersangka Masih dalam Penahanan Polresta Sumenep

Minggu, 20 September 2026 - 12:44 WIB

Dugaan Investasi MBG di Madura Tembus Rp7 Miliar, Istri Anggota DPR RI Jadi Terlapor

Sabtu, 19 September 2026 - 09:40 WIB

Produk UMKM Sumenep Dibawa KEI ke Yogyakarta, Buka Peluang Pasar Baru

Jumat, 18 September 2026 - 17:43 WIB

Wabup Sumenep Lantik Pejabat Baru, Amanah Jabatan Harus Dibuktikan Lewat Pelayanan

Berita Terbaru