Cerpen: Pak Apel mau buat COVER BUKU

Oleh: Didik Setia Budi. Suka nulis gak pernah dibukukan

- Redaksi

Senin, 26 Desember 2022 - 08:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seputarjatim.com- Pak Apel mondar mandir didepan studio foto. Ingin masuk, ragu. Mau pulang, pun enggan. Yang pasti hari ini pak Apel tampil parlente. Pakai kemeja merah, dibalut jas sewarna. Celana merah, kopyah merah. Tak ketinggalan, dasi nya pun berwarna merah. Motif kupu-kupu.

“Mau ngapain pak Apel?” Tiba-tiba Addul dan Asnan muncul. Pak Apel tampak grogi.

“Mau foto kedalam. Hasil fotonya nanti mau saya pakai untuk bikin cover buku. Tentang saya. Biografi Pak Apel. Keren kan Dul, Nan?” Pak Apel nyengir.

Menurut Pak Apel, sekarang sedang trend orang membuat buku. Tapi khusus pejabat. Mulai dari level kadus hingga Bupati.

“Didalam buku itu, nanti mau ditulis semua prestasi dan pencapaian saya selama jadi Kepala Dusun,” sambung Pak Apel.

Baca Juga :  Rawat Budaya, Pemkab Sumenep Gelar Festival Klenengan Dolanan di Pendopo Agung Keraton

Addul dan Asnan saling pandang. Keduanya menahan tawa. Pak Apel berhenti nyengir.

“Kok diam sih?” Pak Apel balik bertanya.

“Pak Apel, buku biografi itu gak penting. Prestasi sampean itu gak usah dicatat. Pencapaian sampean itu gak usah diingat. Biarkan warga Dusun yang mengingatnya dalam pikiran,” sahut Addul. Pak Apel diam.

“Kalau ada orang yang menulis prestasinya di buku, berarti itu ingin riya’. Dan bisa jadi justru dia tak berprestasi. Kayak lirik lagunya Slank: kerja sedikit maunya kelihatan,” sambung Addul berdalih.

Pak Apel tampak berpikir.

Baca Juga :  Ketua Tim Pembuat Logo Sumenep Pentahelix: Kami Jalan Terus

Tiba-tiba dia melepas jas Merahnya. Kopyah dan dasi ikut dilepas. Matanya menatap wajah Addul-Asnan.

“Benar kamu Dul, Nan. Apa pentingnya ya bikin buku biografi. Mending saya bekerja tulus dan tanpa pamrih. Tanpa dicatat. Ada Tuhan yang mencatat,” kata Pak Apel.

Addul-Asnan kompak mengacungkan jempol pada pak Apel.

“Ya udah kalau gitu ayo pulang,” ajak Pak Apel.

Ketiganya berjalan meninggalkan studio foto. Pak Apel jalan didepan.

Di tengah jalan Asnan bertanya. “Rencana mau buat buku berjudul apa Pak Apel?” Tanya Addul.

“Menyayangi tanpa disayangi,” ujar Pak Apel Mantap.

“Masa pakaian serba merah, judul bukunya lebay gitu. Hahahahahaha…!” Ketiganya tertawa sambil terus berjalan. (red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelestarian atau Pemaksaan? Perbup Busana Budaya Sumenep Tuai Gelombang Kritik
Puluhan Pasang Sapi Kerap Meriahkan HUT Perdana DRT di Lapangan Giling Sumenep
Festival Kucing Busok Raas 2025: Ajang Konservasi Ras Langka yang Jadi Magnet Wisata
Hari Jadi Sumenep ke-756, 1000 Penari Topeng Meriahkan Puncak Prosesi Arya Wiraraja
Disbudporapar Sumenep Perjuangkan 5 Warisan Budaya Lokar Agar Ditetapkan sebagai WBTB Indonesia 2025
Daftar Juara Festival Musik Tong-Tong 2025 di Sumenep
Festival Musik Tong-Tong Masuk KEN 2025, Disbudporapar Sumenep Siap Tampilkan Budaya Sumenep Tingkat Nasional
38 Grup Meriahkan Festival Musik Tong Tong se-Madura 2025

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 17:47 WIB

Pelestarian atau Pemaksaan? Perbup Busana Budaya Sumenep Tuai Gelombang Kritik

Sabtu, 13 Desember 2025 - 21:00 WIB

Puluhan Pasang Sapi Kerap Meriahkan HUT Perdana DRT di Lapangan Giling Sumenep

Rabu, 19 November 2025 - 14:25 WIB

Festival Kucing Busok Raas 2025: Ajang Konservasi Ras Langka yang Jadi Magnet Wisata

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 23:53 WIB

Hari Jadi Sumenep ke-756, 1000 Penari Topeng Meriahkan Puncak Prosesi Arya Wiraraja

Selasa, 21 Oktober 2025 - 10:02 WIB

Disbudporapar Sumenep Perjuangkan 5 Warisan Budaya Lokar Agar Ditetapkan sebagai WBTB Indonesia 2025

Berita Terbaru

ILUSTRASI: Menu MBG basi yang hampir dikonsumsi oleh siswa di sekolah (Doc. Seputar Jatim)

Peristiwa

Ayam Basi dalam Menu MBG, SPPG Marengan Daya Tuai Kecaman

Rabu, 28 Jan 2026 - 10:34 WIB

ILUSTRASI: Beberapa siswa membuang menu MBG karena tidak enak (Doc. Seputar Jatim)

Peristiwa

MBG Berakhir Dibuang, Wali Murid Nilai SPPG Saronggi Gagal

Rabu, 28 Jan 2026 - 10:09 WIB

ILUSTRASI : Kepala SPPG Saronggi memilih bungkam saat ada MBG  yang bau (Doc. Seputar Jatim)

Peristiwa

MBG Tak Aman, Siswa Terancam, Kepala SPPG Saronggi Bungkam

Selasa, 27 Jan 2026 - 22:20 WIB