SUMENEP, Jawa Timur – Pasokan gas elpiji 3 kg (LPG) di Kepulauan Kangean, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah beberapa minggu mengalami gangguan distribusi akibat cuaca buruk.
Konsumen Gas Elpiji 3 Kg, Hendri menyampaikan, bahwa kapal barang pengangkut gas elpiji telah kembali beroperasi secara bertahap, setelah beberapa minggu tertunda karena gelombang tinggi.
“Memang benar ada kelangkaan elpiji akibat cuaca buruk, sehingga pengiriman terlambat, tapi kalau stok tetap aman meskipun datangnya terlambat ke Kangean, harga tetap Rp26 ribu,” ucapnya, saat ditemui media ini, Rabu (28/1/2026).
Menurutnya, kelangkaan elpiji tersebut terjadi di beberapa titik tertentu dan tidak menyeluruh di Kecamatan Arjasa.
“Kelangkaan ini tidak semua wilayah habis stok, di beberapa daerah masih ada. Alhamdulillah, sekarang sudah mulai menerima suplai ulang. Itu sangat membantu kebutuhan rumah tangga dan usaha kecil di Arjasa,” beber warga Bilis-Bilis itu.
Selain dari sisi konsumen, keterangan serupa juga disampaikan oleh salah satu Pedagang Gas Elpiji di Kecamatan Arjasa.
Ia mengaku bahwa memang sempat terjadi kelangkaan elpiji 3 kg, karena akibat cuaca buruk, namun tidak sampai kosong total.
Selama kondisi kelangkaan itu, kata dia, harga elpiji 3 kg masih dijual sesuai harga yang berlaku, yakni Rp26 ribu per tabung.
Meski demikian, ia menyebutkan di beberapa tempat lain sempat terjadi kenaikan harga hingga Rp27.500 per tabung.
“Kelangkaan itu ada, tapi tidak sampai zonk (kosong, red). Harga tetap Rp26 ribu, meski di beberapa tempat ada yang jual Rp27.500. Itu berlangsung sekitar empat hari, sekarang harga sudah kembali normal,” pungkasnya.
Dengan kembali normalnya pasokan dan harga elpiji 3 kg di Kecamatan Arjasa, masyarakat diharapkan dapat kembali beraktivitas seperti biasa tanpa kekhawatiran kekurangan gas untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha kecil. (EM)
*
Penulis : EM
Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com









