Pasokan Elpiji 3 Kg Mulai Membaik di Arjasa Sumenep, Pendistribusian Kembali Normal

- Redaksi

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

GAGAH: Konsumen, Hendri, saat memberikan keterangan tentang kondisi gas elpiji 3 kg di Arjasa (Mufti Che - Seputar Jatim)

GAGAH: Konsumen, Hendri, saat memberikan keterangan tentang kondisi gas elpiji 3 kg di Arjasa (Mufti Che - Seputar Jatim)

SUMENEP, Jawa Timur – Pasokan gas elpiji 3 kg (LPG) di Kepulauan Kangean, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah beberapa minggu mengalami gangguan distribusi akibat cuaca buruk.

Konsumen Gas Elpiji 3 Kg, Hendri menyampaikan, bahwa kapal barang pengangkut gas elpiji telah kembali beroperasi secara bertahap, setelah beberapa minggu tertunda karena gelombang tinggi.

“Memang benar ada kelangkaan elpiji akibat cuaca buruk, sehingga pengiriman terlambat, tapi kalau stok tetap aman meskipun datangnya terlambat ke Kangean, harga tetap Rp26 ribu,” ucapnya, saat ditemui media ini, Rabu (28/1/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Uji Karakter hingga Etika, Seleksi Duta Kampus UNIBA Madura Masuki Fase Penentuan

Menurutnya, kelangkaan elpiji tersebut terjadi di beberapa titik tertentu dan tidak menyeluruh di Kecamatan Arjasa.

“Kelangkaan ini tidak semua wilayah habis stok, di beberapa daerah masih ada. Alhamdulillah, sekarang sudah mulai menerima suplai ulang. Itu sangat membantu kebutuhan rumah tangga dan usaha kecil di Arjasa,” beber warga Bilis-Bilis itu.

Selain dari sisi konsumen, keterangan serupa juga disampaikan oleh salah satu Pedagang Gas Elpiji di Kecamatan Arjasa.

Ia mengaku bahwa memang sempat terjadi kelangkaan elpiji 3 kg, karena akibat cuaca buruk, namun tidak sampai kosong total.

Selama kondisi kelangkaan itu, kata dia, harga elpiji 3 kg masih dijual sesuai harga yang berlaku, yakni Rp26 ribu per tabung.

Meski demikian, ia menyebutkan di beberapa tempat lain sempat terjadi kenaikan harga hingga Rp27.500 per tabung.

“Kelangkaan itu ada, tapi tidak sampai zonk (kosong, red). Harga tetap Rp26 ribu, meski di beberapa tempat ada yang jual Rp27.500. Itu berlangsung sekitar empat hari, sekarang harga sudah kembali normal,” pungkasnya.

Dengan kembali normalnya pasokan dan harga elpiji 3 kg di Kecamatan Arjasa, masyarakat diharapkan dapat kembali beraktivitas seperti biasa tanpa kekhawatiran kekurangan gas untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha kecil. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dana Desa Meddelan Diduga Tak Sesuai Peruntukan, Inspektorat Sumenep Didesak Turun Tangan
Suarakan Semangat Nasionalisme, IWO Sumenep Kembali Hadirkan Lomba Baca Puisi dan Pidato Bung Karno 2026 se-Madura
Nasib 5.224 PPPK Paruh Waktu Jadi Prioritas, Pemkab Sumenep Siapkan Langkah Strategis
Video Asusila 4 Menit 27 Detik Viral, Pelajar SMP di Pamekasan Diamankan Polisi
Dikejar Permintaan Pasar, PR Makayasa Siapkan Pabrik Baru dan Rekrut Ribuan Karyawan
Diduga Jadi Sarang Miras, Mr. Ball di Sumenep Tetap Buka Seolah Kebal Hukum
Aksi Pemilik SPPG di Pamekasan Joget Sambil Hamburkan Uang di Konser Valen Viral
Viral! Pantai Slopeng Diprotes Wisatawan, Tiket Mahal Hanya Disuguhi Sampah

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 12:41 WIB

Dana Desa Meddelan Diduga Tak Sesuai Peruntukan, Inspektorat Sumenep Didesak Turun Tangan

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:21 WIB

Suarakan Semangat Nasionalisme, IWO Sumenep Kembali Hadirkan Lomba Baca Puisi dan Pidato Bung Karno 2026 se-Madura

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:43 WIB

Nasib 5.224 PPPK Paruh Waktu Jadi Prioritas, Pemkab Sumenep Siapkan Langkah Strategis

Sabtu, 18 April 2026 - 09:30 WIB

Video Asusila 4 Menit 27 Detik Viral, Pelajar SMP di Pamekasan Diamankan Polisi

Rabu, 8 April 2026 - 16:20 WIB

Dikejar Permintaan Pasar, PR Makayasa Siapkan Pabrik Baru dan Rekrut Ribuan Karyawan

Berita Terbaru