Apel Perdana 2026, Wabup Sumenep Minta ASN Kerja Nyata, Bukan Sekadar Formalitas

- Redaksi

Senin, 5 Januari 2026 - 12:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

HORMAT: Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim, saat memimpin Apel Gabungan perdana pada awal tahun 2026 (SandiGT - Seputar Jatim)

HORMAT: Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim, saat memimpin Apel Gabungan perdana pada awal tahun 2026 (SandiGT - Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Wakil Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengirimkan sinyal tegas kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) agar meninggalkan pola kerja lama yang stagnan.

Pesan itu disampaikan saat memimpin Apel Gabungan perdana tahun 2026 di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Di hadapan ratusan ASN, Wakil Bupati (Wabup) Sumenep, Imam Hasyim, menegaskan bahwa pergantian tahun harus diikuti dengan peningkatan kualitas kinerja. Menurutnya, bekerja di tempat yang sama dengan capaian yang sama dari tahun ke tahun bukanlah prestasi, melainkan bentuk kemunduran birokrasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Barang siapa hari ini lebih baik dari kemarin, dialah orang yang beruntung. Ini bukan sekadar kutipan, tetapi ukuran kinerja ASN,” tegasnya, Senin (5/1/2026).

Baca Juga :  Dari Pamekasan untuk Jatim, Khofifah Sambut Kepulangan Valen DA7 Penuh Kehormatan

Ia menyoroti kebiasaan birokrasi yang kerap terjebak pada rutinitas administratif. Bagi Imam Hasyim, kepatuhan pada jam kerja dan prosedur saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan hasil nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Tahun 2026, lanjut dia, harus menjadi titik balik bagi ASN di Kabupaten Sumenep. Aparatur diminta berani keluar dari zona nyaman, bekerja dengan visi yang jelas, serta menghadirkan solusi atas persoalan riil masyarakat.

Pemerintah daerah, kata dia, juga akan memperketat evaluasi kinerja organisasi perangkat daerah (OPD). Penilaian tidak lagi berhenti pada laporan administratif, melainkan diukur dari dampak program dan kualitas layanan publik.

“Kami akan memantau langsung kinerja OPD. Yang bekerja sungguh-sungguh akan terlihat, yang hanya formalitas juga akan terbaca,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ia turut memaparkan capaian fiskal daerah sebagai indikator kesehatan birokrasi.

Ia menyebut pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2025 berada di angka sekitar 15,9 persen atau setara Rp48 miliar, dengan target peningkatan pada tahun 2026.

Sementara itu, realisasi anggaran daerah tercatat sebesar 88,30 persen. Namun, menurutnya, angka tersebut belum bermakna jika tidak disertai kualitas belanja dan kedisiplinan aparatur dalam pelaksanaannya.

Baca Juga :  Viral! Wanita Ngamuk Rusak Mobil di Pelabuhan Kalianget Sumenep, Diduga Milik Suami yang Selingkuh

Menariknya, Kiai Imam panggilannya, tidak hanya berbicara soal teknokrasi pemerintahan. Ia menekankan bahwa ASN juga memikul tanggung jawab moral di tengah masyarakat.

“ASN bukan hanya diawasi oleh pimpinan dan sistem, tetapi juga berada dalam pengawasan Allah SWT. Kesadaran inilah yang harus menjaga kita dari penyimpangan,” pungkasnya. (Sand/EM)

*

 

Penulis : Sand

Editor : EM

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pencairan PKH dan BPNT Tahap II 2026 Mulai Bergulir, Dinsos Sumenep Tegaskan Tak Ada Potongan Apa Pun
Jelang Idul Adha, Dinsos Sumenep Pastikan Daging Kurban Menjangkau Pelosok dan Kepulauan
Pansus DPRD Sumenep Fokus Raperda Aset, Dorong Pemanfaatan Lebih Maksimal
Jelang Idul Adha, DKPP Sumenep Pastikan Hewan Kurban Sehat dan Bebas Penyakit
Pansus II DPRD Sumenep Matangkan Raperda Penyertaan Modal BPRS Bhakti Sumekar
Utamakan Keselamatan Publik, DLH Pangkas Dahan Rawan di Gerbang Pemkab Sumenep
DKPP Sumenep Perketat Pengawasan Lapak Kurban, Pedagang Wajib Kantongi Rekomendasi
DPRD Sumenep Bahas LKPJ 2025, Dorong Penguatan PAD, Pemerataan hingga Layanan Kesehatan

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:38 WIB

Pencairan PKH dan BPNT Tahap II 2026 Mulai Bergulir, Dinsos Sumenep Tegaskan Tak Ada Potongan Apa Pun

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:31 WIB

Jelang Idul Adha, Dinsos Sumenep Pastikan Daging Kurban Menjangkau Pelosok dan Kepulauan

Rabu, 6 Mei 2026 - 19:08 WIB

Pansus DPRD Sumenep Fokus Raperda Aset, Dorong Pemanfaatan Lebih Maksimal

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:33 WIB

Jelang Idul Adha, DKPP Sumenep Pastikan Hewan Kurban Sehat dan Bebas Penyakit

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:33 WIB

Pansus II DPRD Sumenep Matangkan Raperda Penyertaan Modal BPRS Bhakti Sumekar

Berita Terbaru