BRIDA Siapkan Peta Jalan Riset Pertanian untuk Masa Depan Pangan Sumenep

- Redaksi

Kamis, 21 Agustus 2025 - 12:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MENJELASKAN: Kepala Brida Sumenep, Beny Irawan saat ditemui di kantornya (SandiGT - Seputar Jatim)

MENJELASKAN: Kepala Brida Sumenep, Beny Irawan saat ditemui di kantornya (SandiGT - Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Sumenep, Madura, Jawa Timur, mulai menyusun peta jalan (roadmap) riset pertanian jangka panjang sebagai dasar kebijakan pembangunan daerah.

Langkah ini dipandang penting untuk memastikan kemandirian pangan sekaligus memperkuat daya tahan ekonomi desa di tengah perubahan iklim dan krisis global.

Peta jalan tersebut mencakup tiga fokus utama yaitu tentang inovasi teknologi pertanian, pengelolaan sumber daya air, serta diversifikasi pangan lokal.

“Kami ingin riset tidak berhenti pada penemuan, tetapi menjadi rujukan kebijakan daerah. Dengan begitu, pembangunan pertanian Sumenep memiliki arah yang jelas, berkelanjutan, dan berbasis bukti ilmiah,” ungkap Kepala Brida Sumenep, Beny Irawan, Kamis (21/8/2025).

Baca Juga :  Disdukcapil Sumenep Buka Akses Cepat di Kepulauan Lewat Program Kangmas Setia

Dalam tahap awal, lanju Beny, BRIDA telah memetakan potensi lahan kritis yang selama ini sulit digarap petani. Dengan pendekatan riset, lahan tersebut akan diuji coba untuk pengembangan varietas tanaman tahan kering.

“Selain itu, riset diarahkan pada pengolahan hasil pertanian agar memiliki nilai tambah, seperti produksi tepung jagung lokal, beras analog, hingga pakan ternak berbasis limbah pertanian,” tegasnya.B

Saat ini BRIDA juga melibatkan ahli sosial untuk melihat pola distribusi pangan dan daya beli masyarakat. Hal ini diyakini bisa membantu pemerintah daerah menyiapkan strategi ketahanan pangan yang tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga akses dan pemerataan.

“Kami sedang mengkaji bagaimana potensi pangan lokal seperti sorgum, singkong, dan jagung bisa masuk ke rantai pasok modern. Jika ini berhasil, petani tidak hanya aman dari ancaman gagal panen, tetapi juga memiliki pasar yang lebih luas,” imbuhnya.

Dengan peta jalan ini, ia menargetkan, dalam lima tahun ke depan, Sumenep mampu mengurangi ketergantungan pada pasokan pangan luar daerah.

“Riset pertanian tidak lagi dianggap sekadar eksperimen, melainkan fondasi pembangunan daerah yang berorientasi pada masa depan,” tukasnya. (Sand/EM)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di Balik Pencitraan SPPG Rubaru, Anak Sekolah Diduga Dijadikan Uji Coba MBG
MBG dari SPPG Pakamban Laok 2 Picu Diare Siswa, Wali Murid Takut Melapor
Desa Meddelan Diguncang Dugaan Korupsi hingga Proyek Siluman, Tokoh Pemuda Ancam Audiensi Camat Lenteng
Klarifikasi Kepala SPPG Jambu Berbelit, Sertifikat Wajib MBG Terbukti Belum Lengkap
Proyek Jalan Gelap di Desa Meddelan, Camat Lenteng Pilih Diam
Achmad Fauzi Wongsojudo Lantik Lima Komisioner KI Sumenep Periode 2025–2029
Dugaan Korupsi BUMDes, Kades Meddelan Pilih Tutup Mulut dan Blokir WhatsApp Wartawan
Tumpahan CPO Cemari Laut Gili Iyang Sumenep, Minyak Tongkang Capai Bibir Pantai

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 17:27 WIB

Di Balik Pencitraan SPPG Rubaru, Anak Sekolah Diduga Dijadikan Uji Coba MBG

Selasa, 27 Januari 2026 - 16:12 WIB

MBG dari SPPG Pakamban Laok 2 Picu Diare Siswa, Wali Murid Takut Melapor

Senin, 26 Januari 2026 - 09:43 WIB

Desa Meddelan Diguncang Dugaan Korupsi hingga Proyek Siluman, Tokoh Pemuda Ancam Audiensi Camat Lenteng

Minggu, 25 Januari 2026 - 16:00 WIB

Klarifikasi Kepala SPPG Jambu Berbelit, Sertifikat Wajib MBG Terbukti Belum Lengkap

Sabtu, 24 Januari 2026 - 20:22 WIB

Proyek Jalan Gelap di Desa Meddelan, Camat Lenteng Pilih Diam

Berita Terbaru