Bupati Sumenep Semprot PT Garam, Masyarakat Jangan Jadikan Korban Banjir

- Redaksi

Sabtu, 24 Mei 2025 - 14:54 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

TERSENYUM: Bupati Sumenep, Ahmad Fauzi Wongsojudo (Foto Istimewa)

TERSENYUM: Bupati Sumenep, Ahmad Fauzi Wongsojudo (Foto Istimewa)

SUMENEP, Seputar Jatim – Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, melontarkan kritikan keras kepada PT Garam yang dinilainya tidak menunjukkan sikap kooperatif dalam upaya penanggulangan banjir di jalur vital Sumenep–Pamekasan.

Perusahaan BUMN itu dianggap terlalu kaku dalam memanfaatkan lahannya yang justru berada di titik krusial penanganan banjir.

“PT Garam itu harus sadar diri. Kalau menyangkut keselamatan masyarakat, jangan terlalu kaku. Lahan itu bukan benda pusaka yang hanya dipandangi. Saat rakyat jadi korban, tak bisa lagi alasan administratif jadi tameng,” kata Bupati Sumenep, Ahmad Fauzi Wongsojudo. Sabtu (24/5/2025).

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Ulama, Bupati dan DPRD Bakal Temui Presiden Parabowo Subianto untuk Percepatan Provinsi Madura

Banjir yang melanda kawasan tersebut, lanjut dia, beberapa waktu lalu bukan sekadar genangan biasa. Tinggi air yang mencapai lutut orang dewasa melumpuhkan aktivitas warga, memutus akses vital antarwilayah, dan menambah daftar panjang keluhan publik terhadap lemahnya mitigasi bencana di titik rawan.

Ironisnya, salah satu solusi teknis yang telah disiapkan pemerintah daerah yakni pelebaran saluran pembuangan dan pembangunan jalur bypass air terhambat karena lahan yang masuk wilayah kelola PT Garam belum bisa dimanfaatkan.

“Jangan sampai karena merasa punya stempel BUMN, lalu seolah-olah kebal terhadap tanggung jawab sosial. Di saat masyarakat basah kuyup dan aktivitas ekonomi lumpuh, mereka tidak bisa hanya berdalih menunggu izin pusat atau takut soal aset,” tegas Fauzi.

Menurutnya, pemkab telah berulang kali mengajak PT Garam duduk bersama. Namun, hingga kini, langkah konkret yang diharapkan tak kunjung terwujud.

“Bukan hanya soal hadir dalam rapat. Kami butuh komitmen nyata. Jangan datang, duduk, lalu pulang tanpa jejak. Apa artinya pembahasan kalau realisasinya nol?,” ujarnya.

Politisi PDI Perjuangan itu menekankan  bahwa penanganan banjir bukanlah isu sektoral, melainkan persoalan kemanusiaan. Maka dari itu, semua pemangku kepentingan, terutama yang menguasai wilayah terdampak, wajib terlibat aktif.

Tak hanya itu, Pemkab Sumenep terus menggenjot program mitigasi banjir dengan berbagai cara, dari pembangunan saluran drainase utama hingga pengerukan sungai. Namun, tanpa dukungan dari PT Garam, Fauzi menyebut bahwa hasilnya tidak akan optimal.

“Kita ini sedang bicara nyawa, akses, dan kelangsungan hidup masyarakat. Jika PT Garam tetap bertahan pada cara pandang administratif, maka mereka sedang menempatkan birokrasi di atas keselamatan rakyat. Itu keliru besar,” pungkasnya. (Sand/EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SMSI Kecam Dugaan Pengusiran Wartawan, Tolak Hadiri Undangan Polresta Sumenep
Hari Jadi ke-758 Sumenep, Logo Baru Jadi Simbol Sejarah dan Semangat Kemajuan
Aroma Dugaan Penyelewengan DD Meddelan Terungkap, Inspektorat Sumenep Dinilai Kecolongan
Inspektorat Sumenep Periksa Dana Desa Meddelan, Warga Mulai Bertanya?
Rambu Minim, Proyek Jembatan di Pakandangan Dikeluhkan Warga karena Rawan Kecelakaan
Inspektorat Sumenep Siap Telusuri Dugaan Penyimpangan Dana BUMDes Meddelan
Dana Desa Meddelan Diduga Tak Sesuai Peruntukan, Inspektorat Sumenep Didesak Turun Tangan
Suarakan Semangat Nasionalisme, IWO Sumenep Kembali Hadirkan Lomba Baca Puisi dan Pidato Bung Karno 2026 se-Madura

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:54 WIB

SMSI Kecam Dugaan Pengusiran Wartawan, Tolak Hadiri Undangan Polresta Sumenep

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:02 WIB

Hari Jadi ke-758 Sumenep, Logo Baru Jadi Simbol Sejarah dan Semangat Kemajuan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:40 WIB

Aroma Dugaan Penyelewengan DD Meddelan Terungkap, Inspektorat Sumenep Dinilai Kecolongan

Kamis, 28 Mei 2026 - 05:08 WIB

Inspektorat Sumenep Periksa Dana Desa Meddelan, Warga Mulai Bertanya?

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:35 WIB

Rambu Minim, Proyek Jembatan di Pakandangan Dikeluhkan Warga karena Rawan Kecelakaan

Berita Terbaru

Pengamat Kebijakan Publik, Fauzi As (Doc. Seputar Jatim)

Opini Publik

Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?

Senin, 3 Agu 2026 - 20:27 WIB