Catatan Dosa Oknum Pejabat Pemkab Sumenep

Oleh: Fauzi As

- Redaksi

Senin, 11 Desember 2023 - 21:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Fauzi As (ist)

Fauzi As (ist)

Sumenep, seputarjatim.com- Ini cerita berisi fakta, saya akan tulis dengan narasi sarkasme dan sedikit memaki. Oknum pejabat dan mantan pejabat brengsek ini adalah petinggi yang sebagian, masih aktif dalam pemerintahan.

Bulan lalu saya mendapat sejumlah dokumen yang berisi catatan nama-nama oknum pejabat dan mantan Pejabat Sumenep yang diduga menerima gratifikasi dari pengusaha.

Ada juga sebagian yang masuk pada dugaan pemerasan, ya catatan dugaan gratifikasi itu bernilai fantastis. Bila catatan ini saya tulis dengan detail, bau amisnya dapat menyengat di dalam Kantor Pemerintah Daerah Sumenep.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saya menduga pejabat dan mantan pejabat ini tidak akan bisa tidur nyenyak menikmati gemerlap kembang api pada tahun baru nanti. Meski Kabupaten Sumenep dianggap sebagai kota sakti, kota yang melahirkan para pendekar, tidak selamanya kesaktian itu mampu beradaptasi dengan cuaca yang seketika berubah.

Baca Juga :  Kasus Penganiayaan di Lenteng Naik Status, Keluarga Korban Akhirnya Dapat Titik Terang

Rasanya ingin saya tulis nama oknum pejabat itu dengan nama terang. Hanya khawatir saja mereka tiba-tiba pingsan.

Tidak ada kejahatan yang mampu dipoles dengan sempurna, bekasnya susah menghilang. Mungkin hari ini masih sakti, meski tindakannya banyak menyakiti.

Seperti yang dilakukan oleh “MRML” Salah satu pejabat yang datanya masuk kesaya, tidak kurang dari 4 Sertifikat tanah yang dipoles dengan kuitansi abal-abal. Dan dengan beraninya tanah itu diatas namakan istrinya. Kata teman saya di Kejagung, ini bukan kebodohan mas, tapi kecerdasan yang tenggelam dalam lautan alkohol “ungkapnya.”

Selain “MRML” ada juga pejabat dengan inisial “ADP”. Dia pejabat yang masih aktif mengemban jabatan strategis dalam lingkungan pemerintah daerah. Dalam catatan yang saya peroleh, dia menitipkan tambahan harga tanah pada tahun 2021. Pengadaan tanah seharga 7 milyar lebih ini diduga menjadi bancakan dalam gelap terangnya pasar malam.

Baca Juga :  Ketua Tim Pembuat Logo Sumenep Pentahelix: Kami Jalan Terus

Titipan nilai keuntungan yang diduga masuk pada kantong pribadinya sungguh diluar nalar, jika saya hitung bisa untuk membeli seratus ekor sapi kampung.

Selain itu “ADP” juga meminta jatah tanah dari seorang pengusaha, dia beralasan jatah dia waktu menjadi ajudan pada tahun 1997. Baru baru ini tanah itu diatasnamakan oknum yang lain yang pernah menjabat sebagai camat dalam lingkungan taman bunga. Pejabat itu berinisial “HS”. Entahlah mungkin “HS” sedang tidak dalam keadaan sehat jasmani dan rohaninya.

Tulisan ini bukan hasil investigasi media Tempo. Ya, anggap saja data ini uraian investigasi media Tempe, seperti tempe yang sebenarnya hanya bisa dinikmati saat panas setelah digoreng.

Diakhir kata, meski ini masih akan bersambung. Saya ingin mengutip kata-kata becek, Upeti Hanya Uang dalam Peti, Gratifikasi Adalah Tanah Gratis Sertifikasi.

Sumenep, 11 Desember 2023

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sidang Korupsi BSPS di Sumenep Masuk Babak Penentuan, 6 Terdakwa Siap Diperiksa
Polemik Kades Meddelan, Camat Lenteng Terkesan Biarkan Sejumlah Pelanggaran
Kasus Penganiayaan di Lenteng Naik Status, Keluarga Korban Akhirnya Dapat Titik Terang
Polisi Tetapkan H sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penganiayaan Pemuda di Lenteng
Kasus Dugaan Penganiayaan di Lenteng Belum Tuntas, Jurnalis Pertanyakan Kinerja Polisi
Kejari Sumenep Perpanjang Penahanan Kades Pragaan Daya, Dugaan Kasus Korupsi Rp585 Juta Siap Masuk Meja Hijau
Kasus Pemukulan Warga Lenteng Sumenep Naik Sidik, Polisi Kantongi Bukti dan Hasil Visum
Kabur Usai Rudapaksa Cucu Saat Rumah Sepi, Kakek di Sumenep Ditangkap Polisi di Cirebon

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 11:05 WIB

Sidang Korupsi BSPS di Sumenep Masuk Babak Penentuan, 6 Terdakwa Siap Diperiksa

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:16 WIB

Polemik Kades Meddelan, Camat Lenteng Terkesan Biarkan Sejumlah Pelanggaran

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:19 WIB

Kasus Penganiayaan di Lenteng Naik Status, Keluarga Korban Akhirnya Dapat Titik Terang

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:58 WIB

Polisi Tetapkan H sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penganiayaan Pemuda di Lenteng

Senin, 25 Mei 2026 - 21:28 WIB

Kasus Dugaan Penganiayaan di Lenteng Belum Tuntas, Jurnalis Pertanyakan Kinerja Polisi

Berita Terbaru

BERBATIK: Ketua DPRD Sumenep, Zainal Arifin, menegaskan komitmen lembaganya dalam menerapkan keterbukaan informasi publik dan memperluas partisipasi masyarakat dalam proses legislasi daerah (Foto Istimewa)

Pemerintahan

Ketua DPRD Sumenep Buka Suara, Bantah Tudingan Lembaganya Tertutup

Selasa, 23 Jun 2026 - 13:43 WIB

BERDISKUSI: GMNI Sumenep saat melakukan audiensi di Kantor Inspektorat Sumenep, terkait dugaan korupsi BUMDes Meddelan (Doc. Seputar Jatim)

Peristiwa

GMNI Sumenep Desak Inspektorat Tuntaskan Audit BUMDes Meddelan

Jumat, 19 Jun 2026 - 15:56 WIB