Cendet Madura, Langka dan Jadi Buruan

- Redaksi

Rabu, 19 Agustus 2020 - 15:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Burung Cendet banyak ditemui di Kecamatan Sepudi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. (SJ Foto)

Burung Cendet banyak ditemui di Kecamatan Sepudi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. (SJ Foto)

SUMENEP, seputarjatim.com- Siapa tak mengenal burung Cendet, Pentet, atau Toet? Ya, burung fighter ini memang sangat digandrungi kicaumania. Sejak lama, burung peniru berbagai macam suara ini bahkan telah dinobatkan sebagai ikon burung peliharaan yang paling sering dilombakan dalam even lomba burung berkicau.

Sekilas burung Cendet Madura memang tampak memiliki fisik yang sama. Namun bila diperhatikan lebih jauh, burung Cendet Madura memiliki ekor yang lebih panjang dari jenis Cendet lainnya. Ciri khas lainnya adalah warna bulu kepala yang hampir seluruhnya berwarna hitam legam. Inilah mengapa Cendet Madura juga memiliki sebutan lain, Cendet Blangkon.

Baca Juga :  Puluhan Komunitas Seni Siap Ambil Bagian pada Pagelaran MEC 2025 di Sumenep

Berbeda dengan jenis burung cendet lainnya, Cendet Madura memiliki perbedaan pada warna bagian dada yang menyerupai kapas. Walaupun memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil, namun Cendet Madura dikenal sebagai rajanya Burung Cendet yang ada di Indonesia.

Saat ini persebaran alami burung cendet Madura mulai terancam. Di Pulau Sepudi, Kabupaten Sumenep misalnya. Pihak Desa bahkan menerbitkan peraturan tentang larangan mengambil Burung Cendet di alam. Arif, salah seorang pemuda menuturkan jika aturan ini berlaku di seluruh Pulau. “Warga yang melanggar akan dikenai sanksi dari Desa. Yang melanggar juga bisa dilaporkan ke pihak berwajib,” tegasnya.

Baca Juga :  Burung Cendet Madura, Burung Petarung Yang Mulai Langka

Wilayah persebaran lain burung Cendet Madura juga berada di wilayah pesisir utara Kabupaten Sumenep, tepatnya di kecamatan Ambunten dan batang-Batang. Namun di wilayah ini, burung Cendet hanya dapat ditemui di wilayah-wilayah ketinggian dan jauh dari permukiman penduduk. “Burung Cendet sekarang sudah mulai langka, gak seperti dulu lagi,” pungkas Arif. (dik/red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelestarian atau Pemaksaan? Perbup Busana Budaya Sumenep Tuai Gelombang Kritik
Puluhan Pasang Sapi Kerap Meriahkan HUT Perdana DRT di Lapangan Giling Sumenep
Festival Kucing Busok Raas 2025: Ajang Konservasi Ras Langka yang Jadi Magnet Wisata
Hari Jadi Sumenep ke-756, 1000 Penari Topeng Meriahkan Puncak Prosesi Arya Wiraraja
Disbudporapar Sumenep Perjuangkan 5 Warisan Budaya Lokar Agar Ditetapkan sebagai WBTB Indonesia 2025
Daftar Juara Festival Musik Tong-Tong 2025 di Sumenep
Festival Musik Tong-Tong Masuk KEN 2025, Disbudporapar Sumenep Siap Tampilkan Budaya Sumenep Tingkat Nasional
38 Grup Meriahkan Festival Musik Tong Tong se-Madura 2025

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 17:47 WIB

Pelestarian atau Pemaksaan? Perbup Busana Budaya Sumenep Tuai Gelombang Kritik

Sabtu, 13 Desember 2025 - 21:00 WIB

Puluhan Pasang Sapi Kerap Meriahkan HUT Perdana DRT di Lapangan Giling Sumenep

Rabu, 19 November 2025 - 14:25 WIB

Festival Kucing Busok Raas 2025: Ajang Konservasi Ras Langka yang Jadi Magnet Wisata

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 23:53 WIB

Hari Jadi Sumenep ke-756, 1000 Penari Topeng Meriahkan Puncak Prosesi Arya Wiraraja

Selasa, 21 Oktober 2025 - 10:02 WIB

Disbudporapar Sumenep Perjuangkan 5 Warisan Budaya Lokar Agar Ditetapkan sebagai WBTB Indonesia 2025

Berita Terbaru