Home / Tak Berkategori

Cuaca Buruk, Nelayan Pulau Masalembu Berhenti Melaut

- Redaksi

Sabtu, 29 Juni 2019 - 12:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perahu milik nelayan Pulau Masalembu ditambatkan di pesisir Desa Sukajeruk, Sabtu (29/06/2019). (istimewa)

Perahu milik nelayan Pulau Masalembu ditambatkan di pesisir Desa Sukajeruk, Sabtu (29/06/2019). (istimewa)

Sumenep, seputarjatim.com- Cuaca buruk membuat ratusan nelayan Pulau Masalembu, di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, berhenti melaut, Sabtu (29/06/2019). Mereka memilih untuk menambatkan perahu sementara waktu, sambil menunggu cuaca laut kondusif. Untuk mengisi waktu para nelayan terlihat memperbaiki jaring dan membenahi perahu.

Rahman, salah seorang nelayan mengaku cuaca buruk berupa angin kencang dan ombak besar ini terjadi sejak Jumat kemarin. Cuaca buruk ini menurutnya masih berlanjut hingga Sabtu pagi, (29/06/2019).

Baca Juga :  Berkunjung Ke Sumenep, Staf Khusus Wapres Diterima Langsung Bupati Fauzi

“ Ya bahaya kalau tetap nyari ikan. Anginnya kencang, apalagi disini perahu nelayan kecil-kecil,” terang Rahman.

Hal yang sama juga terjadi di Pulau Karamian, Kecamatan Masalembu. Para nelayan disana juga tidak berani melaut. “Berhenti dulu kami, sambil nunggu cuacanya reda,” tutur Hamdi, nelayan setempat.

Sementara berdasarkan data yang dirilis Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak, Surabaya, Sabtu (29/06/2019, potensi gelombang tinggi terjadi beberapa wilayah di Jawa Timur. Peringatan cuaca buruk ini dikeluarkan BMKG untuk wilayah antara lain: laut Jawa bagian timur, perairan Pulau Bawean, Pulau Masalembu, Pulau Kangean, dan perairan utara Jawa Timur. Tinggi gelombang bervariasi mulai dari 2,5 meter hingga mencapai 5 meter. (dik/red)

Baca Juga :  Potret Masalembu, Keindahan Pulau Terjauh

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PKDI Sumenep Apresiasi Langkah Kejari, Penahanan Kades Pragaan Daya Jadi Peringatan bagi Desa Lain
Kisruh Gadai Emas Rp200 Juta Lebih, BMT-UGT Nusantara Gayam Pilih Tak Respons Konfirmasi Media
Dana Desa Hak Masyarakat, Bupati Sumenep Tegaskan Kades Wajib Kelola Transparan
Ribuan Disabilitas di Madura Dibantu, BIP Foundation Hadirkan Harapan Baru
2 Tragedi Diduga Imbas BOSP, DPRD Sumenep Desak Disdik Evaluasi Total Mekanisme Pencairan
Musancab PDI Perjuangan Sumenep, Said Abdullah Tekankan Penguatan NU dan Solidaritas Sosial
Musancab PDIP Sumenep Jadi Titik Awal Konsolidasi Besar Menuju Pemilu 2029
Pemkab Sumenep Perketat Penataan TPS, Sampah Pinggir Jalan Dilarang Keras

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 17:14 WIB

PKDI Sumenep Apresiasi Langkah Kejari, Penahanan Kades Pragaan Daya Jadi Peringatan bagi Desa Lain

Selasa, 28 April 2026 - 19:38 WIB

Kisruh Gadai Emas Rp200 Juta Lebih, BMT-UGT Nusantara Gayam Pilih Tak Respons Konfirmasi Media

Selasa, 28 April 2026 - 18:43 WIB

Dana Desa Hak Masyarakat, Bupati Sumenep Tegaskan Kades Wajib Kelola Transparan

Senin, 27 April 2026 - 14:12 WIB

Ribuan Disabilitas di Madura Dibantu, BIP Foundation Hadirkan Harapan Baru

Senin, 27 April 2026 - 13:07 WIB

2 Tragedi Diduga Imbas BOSP, DPRD Sumenep Desak Disdik Evaluasi Total Mekanisme Pencairan

Berita Terbaru