Dari Sumenep untuk Dunia, DLH Gencarkan Proyek RDF

- Redaksi

Kamis, 5 Juni 2025 - 15:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAPI: Kepala UPTD Pengelolaan Sampah DLH Sumenep, Achmad Junaidi, saat ditemui di kantornya (SandiGT - Seputar Jatim)

RAPI: Kepala UPTD Pengelolaan Sampah DLH Sumenep, Achmad Junaidi, saat ditemui di kantornya (SandiGT - Seputar Jatim)

RAPI: Kepala UPTD Pengelolaan Sampah DLH Sumenep, Achmad

SUMENEP, Seputar Jatim – Jalan Joko Tole Lingkar Barat di Sumenep, Madura, Jawa Timur, tak hanya dipenuhi deretan sampah plastik yang siap dibersihkan, tetapi juga semangat masyarakat dan pemerintah yang menyatu dalam satu tujuan untuk menjaga bumi dari krisis plastik.

Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 dengan tema ‘Hentikan Polusi Plastik’, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep memusatkan kegiatan bersih-bersih sampah plastik di ruas jalan strategis kota.

Namun, di balik aksi sederhana ini tersimpan pesan besar tentang perubahan harus dimulai dari diri sendiri, dan dari tempat kita berpijak.

“Gerakan ini adalah simbol. Tapi maknanya dalam. Kita ingin membangun budaya sadar sampah sejak dari rumah tangga,” kata Achmad Junaidi, Kepala UPTD Pengelolaan Sampah DLH Sumenep. Kamis (5/6/2025).

Baca Juga :  DPRD dan Pemkab Sumenep Lakukan Penandatanganan Naskah Persetujuan Dua Raperda

Menurutnya, mengurangi volume sampah plastik dari sumbernya adalah langkah pertama yang paling vital.

“Kalau rumah tangga sudah memilah dan mengurangi, maka TPA tidak akan lagi jadi tempat penumpukan masalah,” ujarnya.

Namun, lanjut dia, Sumenep tidak berhenti di situ. Saat banyak daerah masih berkutat pada penanganan konvensional, Kabupaten paling timur Pulau Madura ini melangkah ke arah yang lebih futuristik, mengubah sampah menjadi energi.

Lanjut ia menegaskan, melalui proyek Refuse Derived Fuel (RDF) yang tengah dikembangkan di TPA Batuan, sampah-sampah yang sulit terurai akan diolah menjadi bahan bakar alternatif untuk industri semen.

“Kalau tidak ada kendala, bulan ini kerja sama dengan PT SBI akan dimulai,” tegasnya.

“Proyek RDF ini menjadi bukti bahwa daerah pun bisa mengambil bagian dalam transisi energi. Lingkungan adalah tanggung jawab kolektif, sedang Pemerintah hanya fasilitator, kunci utamanya ada di masyarakat,” imbuhnya.

Sumenep mungkin bukan kota besar, tapi langkah-langkahnya mencerminkan kesadaran global yang tumbuh dari akar lokal.

“Di tengah krisis iklim dan darurat plastik, pendekatan seperti inilah yang membawa harbesa bahwa perubahan bisa dimulai dari kota kecil dengan tekad besar,” tukasnya (Sand/EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Video Asusila 4 Menit 27 Detik Viral, Pelajar SMP di Pamekasan Diamankan Polisi
Keselamatan Siswa Jadi Prioritas, Kepsek SDN Juluk II Siap Tolak MBG Tak Layak Konsumsi
HDDAP Jadi Motor Transformasi Pertanian Lahan Kering di Sumenep
DPRD Sumenep Bahas Tiga Raperda 2026 Lewat Pandangan Umum Fraksi
SPPG Talang Diduga Suap Jurnalis dengan ‘Uang Bensin’ Saat Usut Keracunan MBG
Kepsek SDN Juluk II Sulit Ditemui Media, Curiga Ada yang Ditutup-tutupi Soal Keracunan MBG
Dinsos P3A Sumenep Perluas Satgas PPA ke Desa, Strategi Progresif Tekan Kekerasan Perempuan dan Anak
SPPG Karangnangka Rubaru Raih Predikat Dapur Terbaik, Bukti Komitmen Jaga Kualitas MBG di Sumenep

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 09:30 WIB

Video Asusila 4 Menit 27 Detik Viral, Pelajar SMP di Pamekasan Diamankan Polisi

Jumat, 17 April 2026 - 17:57 WIB

Keselamatan Siswa Jadi Prioritas, Kepsek SDN Juluk II Siap Tolak MBG Tak Layak Konsumsi

Jumat, 17 April 2026 - 10:39 WIB

HDDAP Jadi Motor Transformasi Pertanian Lahan Kering di Sumenep

Rabu, 15 April 2026 - 23:27 WIB

SPPG Talang Diduga Suap Jurnalis dengan ‘Uang Bensin’ Saat Usut Keracunan MBG

Rabu, 15 April 2026 - 21:24 WIB

Kepsek SDN Juluk II Sulit Ditemui Media, Curiga Ada yang Ditutup-tutupi Soal Keracunan MBG

Berita Terbaru

FOKUS: Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid (kiri), bersama Wakil Bupati Sumenep, Imam Hasyim (dua kiri), saat rapat koordinasi terkait HDDAP (Doc. Seputar Jatim)

Pemerintahan

HDDAP Jadi Motor Transformasi Pertanian Lahan Kering di Sumenep

Jumat, 17 Apr 2026 - 10:39 WIB