DLH Sumenep Bakal Alokasikan APBD 2025 Sebesar Rp199 Juta untuk Perluasan RTH

- Redaksi

Kamis, 20 Maret 2025 - 15:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERTOPI: Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kabupaten Sumenep, Hasinuddin Firdaus, saat diwawancarai di ruangannya (SandiGT - Seputar Jatim)

BERTOPI: Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kabupaten Sumenep, Hasinuddin Firdaus, saat diwawancarai di ruangannya (SandiGT - Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, berencana memanfaatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025 sebesar Rp199 juta untuk memperluas Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari strategi pemerintah dalam menyeimbangkan pembangunan dengan pelestarian lingkungan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.

Perluasan RTH di Sumenep akan dilaksanakan pada triwulan keempat 2025 yang bertepatan dengan musim hujan.

Kepala Bidang Tata Lingkungan Hidup DLH Sumenep, Mohammad Hasinuddin Firdaus mengatakan, anggaran perluasan RTH 2025 menyusut dari tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Izin Dicabut, Diskop UKM Perindag Sumenep Larang Pedagang Tak Jual MinyaKita

“Pada 2024, anggaran perluasan RTH sebesar Rp275 juta. Mungkin karena dampak efisiensi anggaran, tahun ini menyusut menjadi Rp199 juta,” ujarnya. Kamis (20/3/2025)

Anggaran Rp199 juta akan digunakan untuk pengadaan tanaman. Dan penanamannya akan  dilaksanakan pada triwulan keempat nanti.

“Karena bertepatan dengan awal musim hujan dan cocok untuk melakukan penanaman,” jelasnya.

DLH saat ini melakukan pendataan lahan-lahan kritis dan potensial untuk perluasan RTH.

Ia berkomitmen untuk terus mengembangkan kebijakan lingkungan yang berkelanjutan guna menciptakan kota yang lebih ramah lingkungan dan layak huni bagi generasi mendatang.

Dengan realisasi program ini, DLH berharap adanya peningkatan signifikan dalam kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.

“Penambahan RTH tidak hanya akan memperbaiki estetika kota, tetapi juga mendukung program mitigasi perubahan iklim yang tengah digalakkan di berbagai daerah,” harapnya.

“Tentunya, penanaman itu akan kami laksanakan di tanah milik negara. Karena, sulit kalau mau melakukan penanaman di tanah warga,” tukasnya. (Sand/EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Temuan IWO Soal SPPG Bermasalah, Satgas MBG Sumenep Siap Turun Sidak
Persoalan SPPG Dievaluasi Serius, Satgas dan IWO Sumenep Minta Perketat Pengawasan Menu MBG
‘Bismillah Melayani’ Dipertanyakan, Banjir Berulang di Sumenep Dinilai Minim Solusi
Polemik E-Katalog Memanas, IWO Sumenep Nilai Kebijakan Terlalu Dipaksakan
MBG Terhenti Bukan Sekadar Evaluasi, SPPG Pakamban Laok 2 Akui Disuspend BGN
BGN Suspend 17 SPPG di Jatim, SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Ikut Terseret
Ikon Kota Gelap Gulita, Lampu Tugu ‘Selamat Datang’ Sumenep Mati Total
Sumenep Berselawat 2026, Refleksi Setahun Kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo Perkuat Spirit Pembangunan

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 19:05 WIB

Temuan IWO Soal SPPG Bermasalah, Satgas MBG Sumenep Siap Turun Sidak

Rabu, 4 Maret 2026 - 16:48 WIB

Persoalan SPPG Dievaluasi Serius, Satgas dan IWO Sumenep Minta Perketat Pengawasan Menu MBG

Selasa, 3 Maret 2026 - 14:02 WIB

‘Bismillah Melayani’ Dipertanyakan, Banjir Berulang di Sumenep Dinilai Minim Solusi

Senin, 2 Maret 2026 - 14:24 WIB

Polemik E-Katalog Memanas, IWO Sumenep Nilai Kebijakan Terlalu Dipaksakan

Senin, 2 Maret 2026 - 12:12 WIB

MBG Terhenti Bukan Sekadar Evaluasi, SPPG Pakamban Laok 2 Akui Disuspend BGN

Berita Terbaru