Guru Protes Kualitas MBG, Kepala SPPG Legung Barat Cukup Jawab ‘Sampun Pak’

- Redaksi

Rabu, 21 Januari 2026 - 15:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ILUSTRASI: Kepala SPPG Legung Barat bungkam saat dimintai klarifikasi terkait minimnya kualitas MBG (Doc. Seputar Jatim)

ILUSTRASI: Kepala SPPG Legung Barat bungkam saat dimintai klarifikasi terkait minimnya kualitas MBG (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Respons Kepala SPPG Legung Barat di bawah naungan Yayasan At-ta’awun, atas keluhan guru yang disampaikan secara resmi kini menuai sorotan tajam.

Alih-alih memberi klarifikasi substantif, pihak yang dimintai tanggapan justru menyampaikan jawaban singkat yang sama sekali tidak menyentuh inti persoalan.

Dalam percakapan pesan singkat yang diterima redaksi, Kepala SPPG Legung Barat, Adam Ramadhan Rifa’i, diminta secara langsung untuk memberikan tanggapan atas keluhan guru.

Permintaan tersebut disampaikan secara jelas dan sopan, dengan harapan adanya penjelasan resmi dari pimpinan satuan pelayanan tersebut.

Namun, jawaban yang diberikan terbilang minimalis dan terkesan menghindar. Kepala SPPG Legung Barat hanya membalas singkat.

“Sampun pak (Sudah pak, red),”, jawabnya saat dihubungi awak media, Rabu (21/1/2026).

Baca Juga :  Sertifikat Dapur Mitra Dinilai Tak Jelas, Kepala SPPG Rubaru Lempar Tanggung Jawab

Jawaban singkat itu langsung memantik tanda tanya serius di kalangan guru dan publik pendidikan.

Tidak adanya penjelasan lanjutan dinilai sebagai sikap abai terhadap tanggung jawab moral dan administratif, terlebih keluhan guru menyangkut persoalan internal yang berdampak langsung pada proses belajar-mengajar.

Sikap diam dan jawaban normatif dari pimpinan satuan pelayanan dinilai berpotensi memperkeruh situasi.

Publik menilai, seorang kepala satuan pendidikan seharusnya tampil di garda depan untuk menjelaskan duduk perkara secara terbuka, bukan sekadar melempar jawaban singkat yang membuka ruang tafsir dan kecurigaan.

Diberitakan sebelumnya, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola SPPG Legung Barat di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren At-Ta’awun menuai kritik keras dari kalangan guru di Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Kualitas menu yang disajikan kepada siswa dinilai tidak layak, monoton, dan diduga tidak memenuhi standar gizi serta tata kelola sebagaimana diatur pemerintah pusat.

Guru di Kecamatan Batang-Batang mengungkapkan, makanan MBG kerap diterima siswa dalam kondisi dingin, cita rasa kurang baik, bahkan pada beberapa kesempatan ditemukan lauk yang dinilai tidak segar.

Kondisi tersebut membuat banyak siswa enggan mengonsumsi makanan hingga akhirnya tidak dihabiskan, memperkuat kekhawatiran publik atas kualitas dan pengawasan program yang dijalankan. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MBG dari SPPG Pakamban Laok 2 Picu Diare Siswa, Wali Murid Takut Melapor
Klarifikasi Kepala SPPG Jambu Berbelit, Sertifikat Wajib MBG Terbukti Belum Lengkap
Achmad Fauzi Wongsojudo Lantik Lima Komisioner KI Sumenep Periode 2025–2029
MBG Ditemukan Asal-asalan, SPPG Legung Barat Akui Enam Sertifikat Wajib Belum Lengkap
SPPG Saronggi Klaim Sesuai SOP, Fakta Lapangan Justru MBG Tak Layak Dikonsumsi
Cuci Tangan di Tengah Polemik SPPG Rubaru, Pernyataan Anggota DPRD Sumenep Dinilai Lepas Tanggung Jawab
Menu Berjamur, Jawaban Kabur: Kepala SPPG Jambu Dinilai Gagal Jelaskan Standar Keamanan Pangan
Siswa Alami Diare Usai Santap MBG, SPPG Pakamban Laok 2 Dipertanyakan Pengawasannya

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 16:12 WIB

MBG dari SPPG Pakamban Laok 2 Picu Diare Siswa, Wali Murid Takut Melapor

Minggu, 25 Januari 2026 - 16:00 WIB

Klarifikasi Kepala SPPG Jambu Berbelit, Sertifikat Wajib MBG Terbukti Belum Lengkap

Sabtu, 24 Januari 2026 - 08:53 WIB

Achmad Fauzi Wongsojudo Lantik Lima Komisioner KI Sumenep Periode 2025–2029

Jumat, 23 Januari 2026 - 17:13 WIB

MBG Ditemukan Asal-asalan, SPPG Legung Barat Akui Enam Sertifikat Wajib Belum Lengkap

Jumat, 23 Januari 2026 - 17:05 WIB

SPPG Saronggi Klaim Sesuai SOP, Fakta Lapangan Justru MBG Tak Layak Dikonsumsi

Berita Terbaru