Jalan Rusak 10 Tahun Dibiarkan, Warga Pragaan Laok Terpaksa Gantikan Peran Pemerintah Desa

Selasa, 6 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAK: Dua warga sedang live TikTok meminta donasi untuk memperbaiki jalan yang rusak di Desa Pragaan Laok (Doc. Seputar Jatim)

KOMPAK: Dua warga sedang live TikTok meminta donasi untuk memperbaiki jalan yang rusak di Desa Pragaan Laok (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Potret kelalaian pemerintah desa kembali dipertontonkan di Desa Pragaan Laok, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Warga setempat terpaksa memperbaiki sendiri jalan poros desa sepanjang kurang lebih 250 meter secara swadaya, setelah kerusakan parah dibiarkan menahun tanpa sentuhan pembangunan dari Pemerintah Desa Pragaan Laok.

Jalan yang berada di wilayah Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep itu diketahui telah rusak selama lebih dari satu dekade.

Namun ironisnya, hingga kini tidak pernah masuk skala prioritas pembangunan, baik dalam program pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten.

“Jalan ini rusak bukan setahun dua tahun, tapi sudah sangat lama. Tidak pernah ada tindakan nyata. Akhirnya kami sepakat bergerak sendiri,” ujar Koordinator Warga, Abusairi, Selasa (6/1/2026).

Baca Juga :  Apel Perdana 2026, Wabup Sumenep Minta ASN Kerja Nyata, Bukan Sekadar Formalitas

Menurutnya, jalan poros tersebut merupakan akses vital aktivitas warga. Setiap hari dilalui pelajar, petani, pedagang, hingga kendaraan pengangkut hasil pertanian.

Saat musim hujan, kata dia, jalan berubah menjadi kubangan lumpur licin, sementara di musim kemarau dipenuhi lubang dan debu tebal.

“Kondisi ini sering menyebabkan kecelakaan ringan dan jelas menghambat aktivitas ekonomi masyarakat. Tapi anehnya, kerusakan ini seolah dianggap biasa dan dibiarkan bertahun-tahun,” tegasnya.

Merasa terus menjadi korban pembiaran, warga kemudian menggalang dana secara mandiri. Biaya perbaikan dihimpun dari iuran masyarakat serta donasi publik yang dikumpulkan melalui siaran langsung di media sosial TikTok.

“Dari penggalangan itu terkumpul sekitar Rp15 juta. Dana tersebut digunakan untuk membeli material dan membiayai perbaikan jalan yang dikerjakan secara gotong royong,” jelasnya.

“Tidak besar, tapi cukup. Yang penting jalannya bisa dilewati dan tidak membahayakan warga,” imbuhnya.

Langkah swadaya warga ini sekaligus menimbulkan pertanyaan serius mengenai tata kelola dan prioritas anggaran desa.

Di tengah besarnya dana desa yang dikucurkan pemerintah setiap tahun, perbaikan jalan poros yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat justru luput dari perhatian.

Baca Juga :  Dari Pamekasan untuk Jatim, Khofifah Sambut Kepulangan Valen DA7 Penuh Kehormatan

Warga menilai, pembangunan desa selama ini lebih banyak bersifat seremonial dan simbolik, tanpa menyentuh persoalan paling mendasar.

“Kami tidak menuntut proyek besar. Kami hanya ingin jalan yang layak,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Pragaan Laok belum memberikan keterangan resmi terkait alasan jalan poros desa tersebut tak kunjung diperbaiki. (Sand/EM)

*

Penulis : Sand

Editor : EM

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Berita Terkait

Hari Jadi ke-758 Sumenep, Logo Baru Jadi Simbol Sejarah dan Semangat Kemajuan
Aroma Dugaan Penyelewengan DD Meddelan Terungkap, Inspektorat Sumenep Dinilai Kecolongan
Inspektorat Sumenep Periksa Dana Desa Meddelan, Warga Mulai Bertanya?
Rambu Minim, Proyek Jembatan di Pakandangan Dikeluhkan Warga karena Rawan Kecelakaan
Inspektorat Sumenep Siap Telusuri Dugaan Penyimpangan Dana BUMDes Meddelan
Dana Desa Meddelan Diduga Tak Sesuai Peruntukan, Inspektorat Sumenep Didesak Turun Tangan
Suarakan Semangat Nasionalisme, IWO Sumenep Kembali Hadirkan Lomba Baca Puisi dan Pidato Bung Karno 2026 se-Madura
Nasib 5.224 PPPK Paruh Waktu Jadi Prioritas, Pemkab Sumenep Siapkan Langkah Strategis

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:02

Hari Jadi ke-758 Sumenep, Logo Baru Jadi Simbol Sejarah dan Semangat Kemajuan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:40

Aroma Dugaan Penyelewengan DD Meddelan Terungkap, Inspektorat Sumenep Dinilai Kecolongan

Kamis, 28 Mei 2026 - 05:08

Inspektorat Sumenep Periksa Dana Desa Meddelan, Warga Mulai Bertanya?

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:35

Rambu Minim, Proyek Jembatan di Pakandangan Dikeluhkan Warga karena Rawan Kecelakaan

Kamis, 21 Mei 2026 - 22:22

Inspektorat Sumenep Siap Telusuri Dugaan Penyimpangan Dana BUMDes Meddelan

Berita Terbaru