Kasus Kematian Bayi, Lima Organisasi Profesi Kesehatan Sebut Bukan Malapraktik

- Redaksi

Senin, 4 Desember 2023 - 11:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Istimewa

Foto Istimewa

Sumenep, seputarjatim.com- Pemerintah Kabupaten Sumenep bergerak serius dalam menangani kasus dugaan malpraktik pasien bayi yang meninggal di Puskesmas Batang-Batang setelah pengambilan sampel darah dari tumit. Skrining Hipotiroid Kongenital ini dilakukan untuk memeriksa kemungkinan adanya gangguan pertumbuhan yang dialami bayi tersebut. Pada Senin (4/12/2023), Bupati Sumenep Achmad Fauzi membentuk dan mengutus satuan tugas khusus (satgasus) audit kematian bayi untuk menyelidiki kasus ini secara independen.

“Tim ini langsung saya bentuk untuk memeriksa kasus ini secara mendalam. Pemerintah Kabupaten Sumenep memberikan atensi khusus kepada dinas kesehatan. Masyarakat harus tahu yang sebenarnya terjadi. Tim saya bentuk meliputi berbagai unsur mulai dari tenaga kesehatan, akademisi, dan perwakilan organisasi profesi kedokteran, kebidanan dan keperawatan,” terang Bupati Fauzi, Senin (4/12/2023).

Baca Juga :  Kapolres Sumenep tetapkan Tiga tersangka baru Gedung Dinkes, Dua Pejabat Lolos Jeratan Hukum?

Diskusi pendalaman kasus kematian bayi digelar di Aula Puskesmas Batang-Batang. Kepala Puskesmas Batang-Batang Fatimatul Insaniyah mengatakan, semua prosedur pengambilan sampel SHK telah dilakukan secara benar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Petugas sudah pakai APB, lalu diambil sampel darah di bagian tumit bagian dalam, bekas suntikan diberi alkohol. Dan semua prosedur sudah benar,” kata Fatimatul Insaniyah.

Dalam pendalaman yang dilakukan 3 organisasi tenaga kesehatan sekaligus yakni Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Sumenep, disampaikan bahwa tidak ada korelasi kematian bayi dengan pengambilan sampel SHK.

Baca Juga :  Demi Tingkatkan Pelayanan Kesehatan kepada Masyarakat, Puluhan Puskesmas di Sumenep Terima Mobil Pusling

“Tidak ada keterkaitan antara SHK dengan kematian yang dialami bayi. Karena jika dilihat kronologi, semua tahapan tindakan medis sudah sesuai SOP. Penyebabnya bukan SHK, tapi diduga penyebab kematian adalah infeksi paru-paru,” kata Anggota IDI dr. Rifmi Utami.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Sumenep Slamet Boedihardjo berharap, pembentukan satgasus audit kematian bayi ini akan membuat kasus tersebut terang benderang.

“Tim ini akan merangkul semua unsur tak terkecuali tokoh masyarakat dan ulama. Kami sangat terbuka ya. Tidak ada yang ditutup-tutupi. Hasilnya tentu kami jelaskan ke publik,” katanya. (her/red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hadapi Musim Pancaroba, Dinkes P2KB Sumenep Gencar Lakukan Edukasi Cegah DBD
5 Inovasi Unggulan RSUD Moh Anwar Sumenep, Hadirkan Layanan Berkualitas dan Modern kepada Masyarakat
Tak Perlu ke Surabaya, RSUD Moh Anwar Sumenep Sediakan Layanan Subspesialis Bedah Digestif dan Spesialis Urologi 
Dinkes P2KB Sumenep Siapkan Generasi Emas Bebas Stunting Melalui Program GENTING
Hasil SuKMa-e Jatim RSUD Moh Anwar Sumenep Raih AKM 90,20 Persen, Layak Jadi RS Rujukan Utama di Madura
RSUD Moh Anwar Sumenep Resmi Buka Layanan Bedah Digestif, Ini Jadwalnya
RSUD Moh. Anwar Resmi Buka Layanan Spesialis Urologi, Warga Sumenep Bisa Berobat Tanpa Harus Keluar Daerah
Selain Siapkan Ruang Isolasi Khusus Campak, Dirut RSUD Moh Anwar Sumenep Ingatkan Masyarakat Peduli Imunisasi

Berita Terkait

Kamis, 20 November 2025 - 11:32 WIB

Hadapi Musim Pancaroba, Dinkes P2KB Sumenep Gencar Lakukan Edukasi Cegah DBD

Jumat, 17 Oktober 2025 - 09:59 WIB

5 Inovasi Unggulan RSUD Moh Anwar Sumenep, Hadirkan Layanan Berkualitas dan Modern kepada Masyarakat

Jumat, 17 Oktober 2025 - 09:34 WIB

Tak Perlu ke Surabaya, RSUD Moh Anwar Sumenep Sediakan Layanan Subspesialis Bedah Digestif dan Spesialis Urologi 

Jumat, 17 Oktober 2025 - 05:42 WIB

Dinkes P2KB Sumenep Siapkan Generasi Emas Bebas Stunting Melalui Program GENTING

Selasa, 14 Oktober 2025 - 01:43 WIB

Hasil SuKMa-e Jatim RSUD Moh Anwar Sumenep Raih AKM 90,20 Persen, Layak Jadi RS Rujukan Utama di Madura

Berita Terbaru