SUMENEP, Seputar Jatim – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pakamban Laok 2, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali menuai keluhan dari guru dan wali murid.
Setelah sebelumnya sempat disuspend oleh Badan Gizi Nasional (BGN), dapur MBG yang dikelola oleh Yayasan Bumi Asfan Abadi tersebut kembali beroperasi pada Rabu, 11 Maret 2026.
Namun, menu yang dibagikan kepada siswa justru memicu perbincangan dan kritik karena dinilai tidak sesuai dengan harapan program pemenuhan gizi bagi anak sekolah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, menu MBG yang dibagikan kali ini berupa paket makanan kering yang dirapel untuk konsumsi tiga hari.
Isi paket porsi kecil tersebut di antaranya 1 roti, 1 kue, 4 butir telur puyuh, 1 buah apel, 2 buah pir, serta satu kotak susu.
Kemudian untuk porsi besar beruopa 1 roti, 1 kue, 6 butir telur puyuh, 2 buah apel, 1 buah naga, serta satu kotak susu.
Menu tersebut bahkan menjadi sorotan karena dinilai tidak mencerminkan konsep makan bergizi yang seharusnya disajikan secara layak bagi siswa.
Seorang wali murid NS mengaku terkejut dengan menu yang diterima anaknya. Bahkan, anaknya harus datang ke sekolah meski sedang libur demi mengambil paket MBG tersebut.
“Ini anak kami dapat MBG tapi sekolah libur, jadi anak kami terpaksa ke sekolah. Nyatanya porsi MBG yang diterima anak kami sungguh di luar dugaan,” katanya, Rabu (11/3/2026).
Ia menegaskan bahwa keluhan tersebut bukan bentuk ketidakbersyukuran, melainkan karena menu yang diberikan dianggap jauh dari harga yang ditentukan.
“Bukan kami kurang bersyukur tapi menunya tidak terukur mas. Lebih baik ditutup saja dapurnya kalau sama saja dengan kemarin-kemarinya,” tuturnya.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh seorang guru berinisial A. Ia mempertanyakan menu yang dibagikan untuk jatah tiga hari, namun dinilai tidak memadai.
“Dan terjadi lagi, roti yang mudah basi dibagikan lagi meski ini produk UMKM tapi gizi di nomor satukan,” ujarnya.
Bahkan, ia juga menyoroti jumlah susu yang hanya diberikan satu kotak untuk jatah tiga hari.
“Susu juga 1 kotak sajaaaa utk 3 hari. Saya kira MBG yang dibagikan rasa-rasnya kejar THR,” pungkasnya.
Seperti diketahui, SPPG Pakamban Laok 2 sebelumnya sempat dihentikan sementara operasionalnya oleh BGN setelah muncul berbagai keluhan terkait pelaksanaan program MBG.
Namun setelah kembali berjalan, distribusi menu MBG yang dinilai tidak layak ini kembali memicu kritik dari masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala SPPG Pakamban Laok 2, menutup komunikasi dengan jurnalis, meski sering dihubungi pihaknya tetap tidak merespon. (EM)
*
Penulis : EM
Sumber Berita: https://seputarjatim.com









