SUMENEP, Seputar Jatim – Sikap tidak profesional kembali dipertontonkan oleh Kepala Dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Yayasan Nurul Islam (NURIS) Dasuk Laok, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Hal itu, saat jurnalis meminta klarifikasi terkait keluhan wali murid dan guru mengenai dugaan sajian menu yang tidak layak, yang bersangkutan justru memberikan respons yang menyesatkan, menyimpang dari substansi, dan bahkan menyerang secara personal.
Kepala Dapur MBG tersebut, yang dikenal dengan nama Darul Qudni dalam profil WhatsApp-nya, bukannya memberikan penjelasan faktual atau data pendukung, melainkan malah meremehkan kerja jurnalistik dengan nada menyalahkan.
“Kalo buat berita mbok yo sesuaikan mas, jangan dibuat-buat,” tulisnya saat dikonfirmasi melalui percakapan WhatsApp, Selasa (2/12/2025).
Kemudian, ketika jurnalis menjelaskan bahwa laporan bersumber dari wali murid dan meminta klarifikasi sewajarnya, Darul Qudni justru mempertanyakan keaslian foto dan melontarkan tuduhan personal yang tidak relevan.
“Cari uang sampean ya?,” balasnya.
Tuduhan tersebut dinilai tidak hanya keluar dari konteks klarifikasi, tetapi juga menjadi bentuk pelecehan terhadap integritas profesi jurnalis yang bekerja berdasarkan laporan publik dan menjalankan prosedur konfirmasi sesuai kode etik.
Dengan tuduhan itu, Jurnalis Seputar Jatim itu kemudian menegaskan bantahannya dan menuntut penjelasan yang benar.
“Kalau tidak benar ya jawab tidak benar, Bapak. Ini saya kan konfirmasi. Maksud Bapak cari uang gimana ya?? Ini bisa saya proses bapak,” ujarnya.
Percakapan tersebut memperlihatkan bagaimana Kepala Dapur MBG terkesan defensif, menghindari substansi persoalan, dan justru melakukan serangan personal alih-alih memberikan jawaban yang dibutuhkan publik. Sikap ini semakin memperkuat dugaan bahwa pihak dapur MBG tidak siap menghadapi kritik atau aduan terkait kualitas menu yang disajikan kepada siswa. (EM)
*
Penulis : EM
Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com









