Home / Tak Berkategori

Ketua DPRD Lamongan Panggil 6 Camat Atasi Banjir

- Redaksi

Jumat, 15 Januari 2021 - 18:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Kabupaten Lamongan Abdul Ghofur memanggil 5 camat Dan instansi untuk mengatasi masalah banjir, Jumat, 15/01/2021. (Makhrus/SJ Foto)

Ketua DPRD Kabupaten Lamongan Abdul Ghofur memanggil 5 camat Dan instansi untuk mengatasi masalah banjir, Jumat, 15/01/2021. (Makhrus/SJ Foto)

LAMONGAN, seputarjatim.com- Ketua DPRD Kabupaten Lamongan Abdul Ghofur memanggil 5 camat Dan instansi terkait untuk mengatasi masalah banjir. Pejabat camat yang dipanggil antara lain camat Kalitengah, Turi, Karangbinangun, Glaga dan Deket.

Mereka dipanggil untuk diminta membeberkan cara penanganan banjir yang terjadi di wilayahnya masing-masing, Jumat (15/1/2021).

Banjir yang terjadi di Lamongan sendiri sudah berlangsung selama dua Minggu. Bahkan ketinggian air banjir hingga kini masih terus terjadi dan belum ada tanda-tanda akan surut.

“Kita memanggil mereka (camat) dan (instansi terkait) supaya kami di DPRD ini tahu cara kerja mereka, kemudian apa saja yang dibutuhkan dalam penanganan banjir yang setiap tahunnya itu terjadi,” kata Abdul Ghofur.

Baca Juga :  Dinkes Sumenep Fokus Tekan Angka Kematian Ibu Melahirkan

Gofur menambahkan, untuk Penanganan banjir bengawan njero, Pemerintah diminta untuk membuat program jangka panjang dan pendek.

Ghofur menyarankan, pihak-pihak yang terkait penanggulangan banjir, seperti Dinas Pengairan, Camat dan instansi lainnya agar membuat program penanggulangan banjir jangka panjang dan pendek.

“Harusnya persoalan ini bisa diatasi, caranya ya membuat program jangka pendek, seperti pembersihan enceng gondok, memaksimalkan pompa air, serta memberikan bantuan terhadap korban banjir, Sementara jangka panjangnya ya, pemerintah harus membuat Dam, embung-embung dan normalisasi waduk dan sungai Bengawan njero” katanya.

Baca Juga :  Gowes Kemanusiaan Peringati HUT Lantas ke-64

Banjir akibat meluapnya sungai Bengawan Njero, anak sungai Bengawan Solo ini juga mengakibatkan perekonomian masyarakat terganggu,

Banjir di Lamongan, lanjut Abdul Ghofur sudah menggenangi 6 kecamatan dan 54 desa serta 8 ribu rumah warga terdampak.

Selain itu banjir juga mengakibatkan perekonomian masyarakat terganggu.

“Ya tentunya segala aktivitas perekonomian masyarakat tentunya terhenti dan kalau sudah begini, kan kasihan sama warga, apalagi sekarang masih masa pandemik COVID-19,” pungkasnya. (Mah/Dik)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lewat JMS, Kejari Sumenep Ingatkan Pelajar SMAN 1 Bahaya Hoaks hingga Doxxing
PKDI Sumenep Apresiasi Langkah Kejari, Penahanan Kades Pragaan Daya Jadi Peringatan bagi Desa Lain
Kisruh Gadai Emas Rp200 Juta Lebih, BMT-UGT Nusantara Gayam Pilih Tak Respons Konfirmasi Media
Dana Desa Hak Masyarakat, Bupati Sumenep Tegaskan Kades Wajib Kelola Transparan
Ribuan Disabilitas di Madura Dibantu, BIP Foundation Hadirkan Harapan Baru
2 Tragedi Diduga Imbas BOSP, DPRD Sumenep Desak Disdik Evaluasi Total Mekanisme Pencairan
Musancab PDI Perjuangan Sumenep, Said Abdullah Tekankan Penguatan NU dan Solidaritas Sosial
Musancab PDIP Sumenep Jadi Titik Awal Konsolidasi Besar Menuju Pemilu 2029

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 09:38 WIB

Lewat JMS, Kejari Sumenep Ingatkan Pelajar SMAN 1 Bahaya Hoaks hingga Doxxing

Rabu, 29 April 2026 - 17:14 WIB

PKDI Sumenep Apresiasi Langkah Kejari, Penahanan Kades Pragaan Daya Jadi Peringatan bagi Desa Lain

Selasa, 28 April 2026 - 19:38 WIB

Kisruh Gadai Emas Rp200 Juta Lebih, BMT-UGT Nusantara Gayam Pilih Tak Respons Konfirmasi Media

Selasa, 28 April 2026 - 18:43 WIB

Dana Desa Hak Masyarakat, Bupati Sumenep Tegaskan Kades Wajib Kelola Transparan

Senin, 27 April 2026 - 14:12 WIB

Ribuan Disabilitas di Madura Dibantu, BIP Foundation Hadirkan Harapan Baru

Berita Terbaru